
Dalam buletin panduan yang diperbarui pada 7 Juli 2026, penyedia layanan imigrasi UK Visa Assist mengingatkan para pelancong bahwa mulai 25 Februari 2026, semua visa kunjungan Inggris yang baru diterbitkan hanya berbentuk eVisa digital, tanpa stiker fisik yang ditempel di paspor. Pemberitahuan ini, yang dilengkapi dengan tautan ke sumber daya GOV.UK, memperingatkan bahwa pelancong yang paspornya berubah sejak persetujuan harus memperbarui data di akun UKVI mereka sebelum terbang, jika tidak sistem ‘otorisasi membawa’ maskapai akan memblokir keberangkatan.
Peringatan ini muncul setelah beberapa kasus selama liburan tengah semester Mei, di mana penumpang dengan nomor paspor yang tidak cocok ditolak untuk bepergian meskipun memiliki status digital yang valid. Data dari Carrier Support Hub menunjukkan bahwa ketidakcocokan seperti ini sudah menyumbang 12 persen dari kode penolakan ‘0E – no match’ yang dikirim ke maskapai. Oleh karena itu, pemberi kerja yang mensponsori penugasan masuk harus memasukkan langkah pembaruan paspor eVisa ke dalam daftar periksa relokasi dan memastikan anggota keluarga tanggungan juga memperbarui data mereka.
UK Visa Assist menyarankan pelancong bisnis untuk mengambil tangkapan layar dari layar ‘Permission to Travel Found’ atau membawa konfirmasi kode berbagi cetak sebagai cadangan jika sistem maskapai mengalami gangguan. Ke depan, Home Office telah mengonfirmasi bahwa Formulir Pendamping eVisa (FAV) akan diterbitkan atas permintaan bagi warga negara dari negara yang paspornya belum dapat membawa chip biometrik, sehingga mereka juga dapat naik pesawat setelah fase penghapusan stiker.
Buletin ini menegaskan perubahan kebijakan perbatasan Inggris yang lebih luas: pada akhir 2026, semua jenis visa—termasuk perpanjangan Skilled Worker dan Student—akan berbentuk eVisa saja. Tim HR dan mobilitas global disarankan mengalokasikan waktu untuk pelatihan karyawan dan mempertimbangkan menunjuk ‘juara status digital’ internal untuk menangani pertanyaan rutin.
Peringatan ini muncul setelah beberapa kasus selama liburan tengah semester Mei, di mana penumpang dengan nomor paspor yang tidak cocok ditolak untuk bepergian meskipun memiliki status digital yang valid. Data dari Carrier Support Hub menunjukkan bahwa ketidakcocokan seperti ini sudah menyumbang 12 persen dari kode penolakan ‘0E – no match’ yang dikirim ke maskapai. Oleh karena itu, pemberi kerja yang mensponsori penugasan masuk harus memasukkan langkah pembaruan paspor eVisa ke dalam daftar periksa relokasi dan memastikan anggota keluarga tanggungan juga memperbarui data mereka.
UK Visa Assist menyarankan pelancong bisnis untuk mengambil tangkapan layar dari layar ‘Permission to Travel Found’ atau membawa konfirmasi kode berbagi cetak sebagai cadangan jika sistem maskapai mengalami gangguan. Ke depan, Home Office telah mengonfirmasi bahwa Formulir Pendamping eVisa (FAV) akan diterbitkan atas permintaan bagi warga negara dari negara yang paspornya belum dapat membawa chip biometrik, sehingga mereka juga dapat naik pesawat setelah fase penghapusan stiker.
Buletin ini menegaskan perubahan kebijakan perbatasan Inggris yang lebih luas: pada akhir 2026, semua jenis visa—termasuk perpanjangan Skilled Worker dan Student—akan berbentuk eVisa saja. Tim HR dan mobilitas global disarankan mengalokasikan waktu untuk pelatihan karyawan dan mempertimbangkan menunjuk ‘juara status digital’ internal untuk menangani pertanyaan rutin.
Sumber: UK Visa Assist