
Kementerian Luar Negeri Jerman memperbarui saran perjalanan dan keamanan untuk China pada 18 Juli, menegaskan kembali bahwa pemegang paspor biasa Jerman dapat masuk ke China tanpa visa selama maksimal 30 hari hingga 31 Desember 2026. Klarifikasi ini muncul menyusul laporan dari beberapa pelancong yang diminta menunjukkan dokumen pendukung di pintu masuk regional. Pembebasan visa ini, yang pertama kali diumumkan pada Desember 2025 dan kemudian diperpanjang, berlaku untuk tujuan wisata, bisnis, kunjungan keluarga, dan transit. Pelancong yang menginap di akomodasi pribadi tetap harus mendaftar ke Biro Keamanan Publik setempat dalam waktu 24 jam—sementara hotel masih menangani pendaftaran secara otomatis.
Penting untuk dicatat, Kementerian Luar Negeri mengingatkan bahwa larangan keluar dapat dikenakan pada warga asing yang terlibat dalam proses perdata atau pidana, sebagai pengingat bahwa masuk tanpa visa tidak membebaskan dari proses hukum lokal. Bagi perusahaan, kebijakan ini secara signifikan mengurangi hambatan administratif: warga Jerman melakukan sekitar 680.000 perjalanan bisnis ke China pada 2023, menurut Kamar Dagang Jerman di China. Tim HR kini dapat mengalihkan anggaran visa untuk pelatihan kepatuhan terkait aturan keamanan data China yang terus berkembang, yang seringkali lebih membingungkan bagi pekerja sementara dibandingkan dokumen masuk.
Kebijakan ini juga sejalan dengan strategi pembebasan visa unilateral Beijing yang kini mencakup 50 negara, termasuk Prancis, Italia, dan sebagian besar negara Skandinavia. Analis industri perjalanan menyebutkan skema ini membantu mengembalikan volume penumpang masuk hingga 81% dari tingkat 2019. Lufthansa sudah menambah frekuensi penerbangan harian kedua Frankfurt–Shanghai untuk jadwal musim dingin dan mempertimbangkan untuk melanjutkan penerbangan Munich–Shenzhen menjelang Pameran Canton pada Oktober.
Perusahaan Jerman sebaiknya mengingatkan staf yang bepergian bahwa hitungan 30 hari dimulai pukul 00:00 hari setelah kedatangan, dan konversi ke izin tinggal jangka panjang tetap memerlukan keluar dan masuk kembali dengan visa kelas Z, R, atau M yang sesuai. Keterlambatan keluar dapat dikenai denda hingga ¥10.000 dan kemungkinan penahanan.
Penting untuk dicatat, Kementerian Luar Negeri mengingatkan bahwa larangan keluar dapat dikenakan pada warga asing yang terlibat dalam proses perdata atau pidana, sebagai pengingat bahwa masuk tanpa visa tidak membebaskan dari proses hukum lokal. Bagi perusahaan, kebijakan ini secara signifikan mengurangi hambatan administratif: warga Jerman melakukan sekitar 680.000 perjalanan bisnis ke China pada 2023, menurut Kamar Dagang Jerman di China. Tim HR kini dapat mengalihkan anggaran visa untuk pelatihan kepatuhan terkait aturan keamanan data China yang terus berkembang, yang seringkali lebih membingungkan bagi pekerja sementara dibandingkan dokumen masuk.
Kebijakan ini juga sejalan dengan strategi pembebasan visa unilateral Beijing yang kini mencakup 50 negara, termasuk Prancis, Italia, dan sebagian besar negara Skandinavia. Analis industri perjalanan menyebutkan skema ini membantu mengembalikan volume penumpang masuk hingga 81% dari tingkat 2019. Lufthansa sudah menambah frekuensi penerbangan harian kedua Frankfurt–Shanghai untuk jadwal musim dingin dan mempertimbangkan untuk melanjutkan penerbangan Munich–Shenzhen menjelang Pameran Canton pada Oktober.
Perusahaan Jerman sebaiknya mengingatkan staf yang bepergian bahwa hitungan 30 hari dimulai pukul 00:00 hari setelah kedatangan, dan konversi ke izin tinggal jangka panjang tetap memerlukan keluar dan masuk kembali dengan visa kelas Z, R, atau M yang sesuai. Keterlambatan keluar dapat dikenai denda hingga ¥10.000 dan kemungkinan penahanan.
Sumber: Auswärtiges Amt (Germany)