
Sebuah dokumen kerja Dewan yang disebarkan kepada para menteri dalam negeri Uni Eropa dan dipublikasikan di portal khusus ETIASPro pada 14 September mengonfirmasi bahwa permohonan Siprus untuk bergabung dengan wilayah Schengen telah melewati semua hambatan teknis dan kini menunggu persetujuan politik secara bulat. Dokumen tersebut merangkum penilaian Komisi Eropa pada Juli, mencatat bahwa integrasi IT perbatasan, kerja sama kepolisian, dan standar perlindungan data sudah sesuai dengan norma Schengen.
Namun, titik krusial masih terletak pada ‘Garis Hijau’ internal pulau itu—batas de facto dengan wilayah utara yang dikuasai Turki. Meskipun Brussel puas bahwa Regulasi UE 866/2004 yang ada dapat terus mengatur sembilan titik penyeberangan, setidaknya tiga negara anggota meminta jaminan hukum tambahan agar Garis Hijau tidak menjadi perbatasan eksternal yang tidak terkendali. Para diplomat mengatakan bahwa teks kompromi sedang disusun, yang akan mewajibkan misi evaluasi pasca-akses enam bulan setelah Siprus bergabung.
Bagi perencana mobilitas, jadwal kini lebih jelas: jika para menteri memberikan suara pada akhir September atau awal Oktober, jendela implementasi enam bulan akan menghapus pemeriksaan perbatasan di bandara Larnaca dan Paphos pada musim semi 2027. Mulai saat itu, hari-hari yang dihabiskan di Siprus akan dihitung dalam kuota 90 hari dalam 180 hari di wilayah Schengen, dan sistem kontrol biometrik Entry/Exit System (EES) baru akan diterapkan di Garis Hijau serta pelabuhan dan bandara pulau tersebut.
Para pelaku bisnis disarankan mulai menguji jadwal penugasan yang menggabungkan Siprus dengan destinasi Uni Eropa lainnya. Perusahaan yang selama ini menggunakan pulau ini sebagai lokasi ‘reset Schengen’ akan kehilangan opsi tersebut, sementara yang memindahkan staf ke Siprus akan mendapatkan akses tanpa hambatan ke seluruh Eropa. Penyedia layanan imigrasi juga mencatat bahwa Siprus perlu menyesuaikan biaya visa tinggal lama sesuai dengan Kode Visa Schengen, yang berpotensi menaikkan biaya bagi warga negara ketiga.
Namun, titik krusial masih terletak pada ‘Garis Hijau’ internal pulau itu—batas de facto dengan wilayah utara yang dikuasai Turki. Meskipun Brussel puas bahwa Regulasi UE 866/2004 yang ada dapat terus mengatur sembilan titik penyeberangan, setidaknya tiga negara anggota meminta jaminan hukum tambahan agar Garis Hijau tidak menjadi perbatasan eksternal yang tidak terkendali. Para diplomat mengatakan bahwa teks kompromi sedang disusun, yang akan mewajibkan misi evaluasi pasca-akses enam bulan setelah Siprus bergabung.
Bagi perencana mobilitas, jadwal kini lebih jelas: jika para menteri memberikan suara pada akhir September atau awal Oktober, jendela implementasi enam bulan akan menghapus pemeriksaan perbatasan di bandara Larnaca dan Paphos pada musim semi 2027. Mulai saat itu, hari-hari yang dihabiskan di Siprus akan dihitung dalam kuota 90 hari dalam 180 hari di wilayah Schengen, dan sistem kontrol biometrik Entry/Exit System (EES) baru akan diterapkan di Garis Hijau serta pelabuhan dan bandara pulau tersebut.
Para pelaku bisnis disarankan mulai menguji jadwal penugasan yang menggabungkan Siprus dengan destinasi Uni Eropa lainnya. Perusahaan yang selama ini menggunakan pulau ini sebagai lokasi ‘reset Schengen’ akan kehilangan opsi tersebut, sementara yang memindahkan staf ke Siprus akan mendapatkan akses tanpa hambatan ke seluruh Eropa. Penyedia layanan imigrasi juga mencatat bahwa Siprus perlu menyesuaikan biaya visa tinggal lama sesuai dengan Kode Visa Schengen, yang berpotensi menaikkan biaya bagi warga negara ketiga.
Sumber: ETIASPro
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Siprus.Lebih Banyak Dari Siprus
Lihat semua
Kelompok Kerja Visa Uni Eropa Bahas Tolok Ukur Baru dan Kenaikan Biaya; Siprus Dukung Pengecualian untuk Digital Nomad
Pengadilan Kasus ‘Paspor Emas’ Siprus Kembali Terhenti Setelah Jaksa Menambahkan 25 Tuduhan Baru