
Pemerintah Albanese meluncurkan perubahan paling komprehensif dalam pengaturan migrasi sementara Australia dalam satu dekade terakhir. Dalam pidato di National Press Club pada 17 September, Menteri Dalam Negeri Tony Burke menyatakan paket kebijakan ini dirancang untuk memberikan Canberra “kendali lebih besar atas siapa yang datang, siapa yang tinggal, dan siapa yang pergi”.
Fokus utama reformasi ini adalah larangan bagi sebagian besar pemegang visa pelajar (subkelas 500) untuk membawa pasangan atau anak-anak mereka. Hanya kandidat doktoral, penerima beasiswa Pemerintah Australia, dan warga negara anggota Pasifik atau ASEAN yang dikecualikan. Burke berargumen bahwa perubahan ini diperlukan untuk mengurangi praktik “pindah visa” dan memberi ruang bagi pekerja konstruksi, perawat, dan guru yang sangat dibutuhkan Australia. Namun, universitas khawatir langkah ini akan merugikan industri ekspor senilai 55 miliar dolar dengan mendorong calon mahasiswa ke Kanada atau Inggris, di mana tanggungan masih diizinkan.
Kelompok kedua yang menjadi sasaran utama adalah para pekerja liburan kerja. Mulai Juli 2027, para backpacker yang menyelesaikan 88 atau 180 hari kerja di daerah regional tidak lagi dijamin mendapatkan perpanjangan tinggal tahun kedua atau ketiga. Sebagai gantinya, mereka harus mengikuti undian tahunan dengan kuota 45.000 tempat untuk tahun kedua dan hanya 5.000 untuk tahun ketiga. Pemegang paspor Inggris tetap dikecualikan berdasarkan Perjanjian Perdagangan Bebas Australia–Inggris, pengecualian yang sudah membuat kedatangan warga Inggris melonjak hampir 80.000 orang.
Langkah penting lainnya termasuk perombakan tes poin keterampilan untuk memberi bobot yang sama bagi tukang kayu dan tukang ledeng seperti lulusan universitas, penerapan syarat “tidak ada perpanjangan tinggal” secara universal pada visa kunjungan untuk mencegah perpindahan visa di dalam negeri, sanksi lebih ketat bagi agen migrasi yang mengajukan klaim suaka tanpa dasar, serta penambahan 250 tempat penahanan dan 100 petugas kepatuhan untuk menangani pelanggar masa tinggal.
Burke menegaskan rencana ini akan membantu menurunkan Migrasi Bersih Luar Negeri (Net Overseas Migration/NOM) dari 292.000 menjadi target Pemerintah sebesar 225.000 pada 2028 tanpa merusak perekonomian. Bagi para pengusaha, implikasi langsungnya adalah akses yang lebih ketat ke tenaga kerja tingkat pemula dan kewajiban kepatuhan yang lebih tinggi. Tim HR disarankan untuk meninjau kembali pipeline mahasiswa internasional yang sebelumnya diharapkan datang bersama keluarga, mengevaluasi ulang perencanaan tenaga kerja regional yang bergantung pada backpacker tahun kedua dan ketiga, serta bersiap untuk proses visa konstruksi dan kesehatan yang lebih cepat setelah Arahan Menteri 119 diperbarui akhir bulan ini.
Fokus utama reformasi ini adalah larangan bagi sebagian besar pemegang visa pelajar (subkelas 500) untuk membawa pasangan atau anak-anak mereka. Hanya kandidat doktoral, penerima beasiswa Pemerintah Australia, dan warga negara anggota Pasifik atau ASEAN yang dikecualikan. Burke berargumen bahwa perubahan ini diperlukan untuk mengurangi praktik “pindah visa” dan memberi ruang bagi pekerja konstruksi, perawat, dan guru yang sangat dibutuhkan Australia. Namun, universitas khawatir langkah ini akan merugikan industri ekspor senilai 55 miliar dolar dengan mendorong calon mahasiswa ke Kanada atau Inggris, di mana tanggungan masih diizinkan.
Kelompok kedua yang menjadi sasaran utama adalah para pekerja liburan kerja. Mulai Juli 2027, para backpacker yang menyelesaikan 88 atau 180 hari kerja di daerah regional tidak lagi dijamin mendapatkan perpanjangan tinggal tahun kedua atau ketiga. Sebagai gantinya, mereka harus mengikuti undian tahunan dengan kuota 45.000 tempat untuk tahun kedua dan hanya 5.000 untuk tahun ketiga. Pemegang paspor Inggris tetap dikecualikan berdasarkan Perjanjian Perdagangan Bebas Australia–Inggris, pengecualian yang sudah membuat kedatangan warga Inggris melonjak hampir 80.000 orang.
Langkah penting lainnya termasuk perombakan tes poin keterampilan untuk memberi bobot yang sama bagi tukang kayu dan tukang ledeng seperti lulusan universitas, penerapan syarat “tidak ada perpanjangan tinggal” secara universal pada visa kunjungan untuk mencegah perpindahan visa di dalam negeri, sanksi lebih ketat bagi agen migrasi yang mengajukan klaim suaka tanpa dasar, serta penambahan 250 tempat penahanan dan 100 petugas kepatuhan untuk menangani pelanggar masa tinggal.
Burke menegaskan rencana ini akan membantu menurunkan Migrasi Bersih Luar Negeri (Net Overseas Migration/NOM) dari 292.000 menjadi target Pemerintah sebesar 225.000 pada 2028 tanpa merusak perekonomian. Bagi para pengusaha, implikasi langsungnya adalah akses yang lebih ketat ke tenaga kerja tingkat pemula dan kewajiban kepatuhan yang lebih tinggi. Tim HR disarankan untuk meninjau kembali pipeline mahasiswa internasional yang sebelumnya diharapkan datang bersama keluarga, mengevaluasi ulang perencanaan tenaga kerja regional yang bergantung pada backpacker tahun kedua dan ketiga, serta bersiap untuk proses visa konstruksi dan kesehatan yang lebih cepat setelah Arahan Menteri 119 diperbarui akhir bulan ini.
Sumber: ABC News
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Australia.Lebih Banyak Dari Australia
Lihat semua
Lobi Pariwisata Peringatkan Pemotongan Visa Backpacker Akan Menghilangkan 38.000 Pekerja di Musim Panas Puncak
Wilayah Queensland Khawatir Undian Backpacker Akan Menghancurkan Ekonomi Pertanian dan Hostel