
Administrasi Keamanan Transportasi (TSA) diam-diam meluncurkan perubahan paling ramah penumpang dalam aturan bandara AS sejak adanya PreCheck. Melalui program percontohan “Gateside by TSA PreCheck,” anggota kini bisa melewati pemeriksaan keamanan di 13 bandara meski tidak sedang terbang hari itu — sangat cocok untuk menjemput anak tanpa pendamping di pintu keberangkatan, makan bersama klien saat transit lama, atau memantau ruang ritel untuk bisnis di bandara. Program ini, yang dikonfirmasi oleh juru bicara TSA, Dan Velez, kepada stasiun lokal KUTV dan dijelaskan dalam Men’s Journal pada 18 September, memperluas konsep izin pengunjung yang sudah diuji di beberapa bandara, namun menambahkan verifikasi identitas dan penilaian ancaman ala PreCheck untuk menjaga risiko tetap rendah.
Pelanggan yang memenuhi syarat harus mendaftar online sebelumnya, menjalani pemeriksaan daftar pantauan pra-perjalanan yang sama seperti untuk manfaat boarding pass PreCheck, dan menunjukkan identitas yang sesuai dengan standar REAL ID di pos pemeriksaan. Setelah disetujui, mereka akan menerima pass digital “G” yang berfungsi seperti boarding pass. Bagi pemilik usaha dan manajer fasilitas korporat, Gateside memudahkan kunjungan ke area di balik keamanan dan bisa mendorong konsep ruang pertemuan baru di sisi steril bandara.
TSA juga sedang menguji kemudahan lain yang lebih besar: mengizinkan anggota PreCheck membawa botol air penuh melewati jalur yang dilengkapi pemindai computed-tomography (CT) generasi terbaru. Pejabat senior mengatakan kepada CBS News bahwa uji coba ini akan dimulai di beberapa bandara dengan CT pada akhir tahun ini. Jika berhasil, ini bisa menjadi awal berakhirnya aturan cairan 3-1-1 yang telah menyulitkan perjalanan bisnis selama dua dekade, meski batasan cairan yang lebih ketat tetap berlaku untuk penumpang non-PreCheck.
Dari sisi kebijakan mobilitas, perusahaan mungkin perlu memperbarui panduan perjalanan internal: eksekutif yang berkunjung bisa menjadwalkan pertemuan di pintu keberangkatan tanpa harus membeli tiket yang dapat dikembalikan, dan tim kepatuhan harus mengingatkan staf bahwa pass Gateside tetap tunduk pada aturan keamanan TSA dan pemeriksaan acak. Sementara itu, operator bandara harus mempertimbangkan peningkatan lalu lintas penumpang terhadap keterbatasan kapasitas dan peluang pendapatan dari usaha ritel.
Keberhasilan program percontohan ini — diukur dari dampak waktu tunggu, tingkat insiden keamanan, dan skor kepuasan penumpang — akan menentukan apakah Gateside menjadi keuntungan nasional PreCheck pada 2027. Untuk saat ini, para pelancong bisnis dan manajer mobilitas disarankan memantau bandara yang berpartisipasi dan mendorong karyawan yang memenuhi syarat untuk mendaftar lebih awal jika layanan ini sesuai dengan pola perjalanan mereka.
Pelanggan yang memenuhi syarat harus mendaftar online sebelumnya, menjalani pemeriksaan daftar pantauan pra-perjalanan yang sama seperti untuk manfaat boarding pass PreCheck, dan menunjukkan identitas yang sesuai dengan standar REAL ID di pos pemeriksaan. Setelah disetujui, mereka akan menerima pass digital “G” yang berfungsi seperti boarding pass. Bagi pemilik usaha dan manajer fasilitas korporat, Gateside memudahkan kunjungan ke area di balik keamanan dan bisa mendorong konsep ruang pertemuan baru di sisi steril bandara.
TSA juga sedang menguji kemudahan lain yang lebih besar: mengizinkan anggota PreCheck membawa botol air penuh melewati jalur yang dilengkapi pemindai computed-tomography (CT) generasi terbaru. Pejabat senior mengatakan kepada CBS News bahwa uji coba ini akan dimulai di beberapa bandara dengan CT pada akhir tahun ini. Jika berhasil, ini bisa menjadi awal berakhirnya aturan cairan 3-1-1 yang telah menyulitkan perjalanan bisnis selama dua dekade, meski batasan cairan yang lebih ketat tetap berlaku untuk penumpang non-PreCheck.
Dari sisi kebijakan mobilitas, perusahaan mungkin perlu memperbarui panduan perjalanan internal: eksekutif yang berkunjung bisa menjadwalkan pertemuan di pintu keberangkatan tanpa harus membeli tiket yang dapat dikembalikan, dan tim kepatuhan harus mengingatkan staf bahwa pass Gateside tetap tunduk pada aturan keamanan TSA dan pemeriksaan acak. Sementara itu, operator bandara harus mempertimbangkan peningkatan lalu lintas penumpang terhadap keterbatasan kapasitas dan peluang pendapatan dari usaha ritel.
Keberhasilan program percontohan ini — diukur dari dampak waktu tunggu, tingkat insiden keamanan, dan skor kepuasan penumpang — akan menentukan apakah Gateside menjadi keuntungan nasional PreCheck pada 2027. Untuk saat ini, para pelancong bisnis dan manajer mobilitas disarankan memantau bandara yang berpartisipasi dan mendorong karyawan yang memenuhi syarat untuk mendaftar lebih awal jika layanan ini sesuai dengan pola perjalanan mereka.
Sumber: Men's Journal