
Direktorat Jenderal Imigrasi dan Urusan Orang Asing Dubai (GDRFA) telah memberikan Visa Emas selama 10 tahun kepada pengusaha Bangladesh berusia 29 tahun, Md Shakib Uddin, sebagai pengakuan atas ekspansi cepatnya di bidang pengembangan properti, perdagangan komoditas, dan inkubasi UKM di Uni Emirat Arab.
Diumumkan pada 9 Desember 2025, izin tinggal jangka panjang ini memungkinkan Mr. Uddin untuk tinggal, bekerja, dan berinvestasi di UAE tanpa perlu sponsor lokal. Pejabat menyebutkan bahwa penanaman modal sebesar AED 120 juta dan penciptaan lebih dari 150 lapangan kerja lokal menjadi kriteria utama persetujuan ini.
Kasus ini menegaskan semakin beragamnya kewarganegaraan yang mendapat manfaat dari strategi Dubai dalam menarik talenta. Warga Bangladesh kini masuk dalam 10 besar penerima Visa Emas tahun ini, menurut data GDRFA, mencerminkan hubungan dagang yang semakin kuat antara Dhaka dan Abu Dhabi.
Bagi tim mobilitas korporat, keputusan ini menunjukkan bagaimana kepemilikan saham, metrik penciptaan lapangan kerja, dan kontribusi ekspor dapat memperkuat aplikasi Visa Emas di luar batasan gaji atau properti konvensional. Para penasihat menyarankan perusahaan untuk mengumpulkan laporan keuangan yang diaudit, rasio Emiratisasi, dan kredensial ESG saat mengajukan nominasi eksekutif senior.
Pemegang Visa Emas dapat mensponsori anggota keluarga, memiliki 100% bisnis di daratan utama, dan mengakses jalur cepat di bandara—manfaat yang kini menjadi alat retensi kuat dalam paket kompensasi eksekutif.
Diumumkan pada 9 Desember 2025, izin tinggal jangka panjang ini memungkinkan Mr. Uddin untuk tinggal, bekerja, dan berinvestasi di UAE tanpa perlu sponsor lokal. Pejabat menyebutkan bahwa penanaman modal sebesar AED 120 juta dan penciptaan lebih dari 150 lapangan kerja lokal menjadi kriteria utama persetujuan ini.
Kasus ini menegaskan semakin beragamnya kewarganegaraan yang mendapat manfaat dari strategi Dubai dalam menarik talenta. Warga Bangladesh kini masuk dalam 10 besar penerima Visa Emas tahun ini, menurut data GDRFA, mencerminkan hubungan dagang yang semakin kuat antara Dhaka dan Abu Dhabi.
Bagi tim mobilitas korporat, keputusan ini menunjukkan bagaimana kepemilikan saham, metrik penciptaan lapangan kerja, dan kontribusi ekspor dapat memperkuat aplikasi Visa Emas di luar batasan gaji atau properti konvensional. Para penasihat menyarankan perusahaan untuk mengumpulkan laporan keuangan yang diaudit, rasio Emiratisasi, dan kredensial ESG saat mengajukan nominasi eksekutif senior.
Pemegang Visa Emas dapat mensponsori anggota keluarga, memiliki 100% bisnis di daratan utama, dan mengakses jalur cepat di bandara—manfaat yang kini menjadi alat retensi kuat dalam paket kompensasi eksekutif.
Sumber: Khaleej Times