1. Berita Mobilitas Global
  2. /
  3. Spanyol
  4. /
  5. Spanyol Tolak Kesepakatan Uni Eropa untuk Perketat Aturan Migrasi dan Alihkan Deportasi

Spanyol Tolak Kesepakatan Uni Eropa untuk Perketat Aturan Migrasi dan Alihkan Deportasi

Des 10, 2025
·
Spanyol Tolak Kesepakatan Uni Eropa untuk Perketat Aturan Migrasi dan Alihkan Deportasi
Spanyol semakin terisolasi di Brussel pada 8–9 Desember setelah Menteri Dalam Negeri Fernando Grande-Marlaska memilih menolak kesepakatan Dewan yang membuka jalan bagi Uni Eropa untuk mendirikan pusat pengembalian migran di negara ketiga dan menetapkan “kuota solidaritas” tahunan yang lebih rendah dari perkiraan untuk relokasi pencari suaka di dalam blok tersebut. Kesepakatan politik ini, bagian dari paket akhir Pakta Migrasi dan Suaka UE, mengizinkan Negara Anggota untuk membuat perjanjian bilateral dengan negara non-UE agar orang-orang yang klaim suakanya ditolak dapat diproses dan dideportasi di luar Eropa—meskipun mereka hanya transit di negara tersebut. Teks ini menghapus persyaratan sebelumnya tentang adanya “koneksi bermakna” antara migran dan negara aman yang ditunjuk, sebuah konsep yang terinspirasi dari perjanjian terpisah Italia dengan Albania.

Madrid berargumen bahwa rencana ini menimbulkan “keraguan hukum, politik, dan ekonomi yang serius” serta memperingatkan potensi reaksi diplomatik dari negara-negara Afrika Utara dan Amerika Latin yang masuk dalam daftar pertama negara aman UE (Kolombia, Maroko, Mesir, Tunisia, India, Bangladesh, dan Kosovo). Spanyol juga memprotes bahwa mekanisme solidaritas baru untuk 2026—21.000 relokasi dan kontribusi keuangan sebesar €420 juta—jauh di bawah 30.000 relokasi dan €600 juta yang awalnya diusulkan Komisi dan didukung oleh pemerintah Spanyol.

Spanyol Tolak Kesepakatan Uni Eropa untuk Perketat Aturan Migrasi dan Alihkan Deportasi


Bagi Madrid, angka yang lebih rendah ini sangat penting: Spanyol, bersama dengan Yunani, Italia, dan Siprus, secara resmi diklasifikasikan sebagai “bertekanan migrasi” dan karenanya menjadi penerima utama relokasi intra-UE. Para pejabat khawatir jumlah tempat yang lebih sedikit dan dana yang berkurang akan memperpanjang masa tinggal di pusat-pusat penerimaan yang sudah penuh di daratan Iberia dan Kepulauan Canary.

Manajer mobilitas korporat harus mencatat bahwa keputusan ini secara efektif mengunci lingkungan perbatasan yang lebih ketat mulai pertengahan 2026, saat pakta ini mulai berlaku penuh. Keputusan penolakan yang lebih cepat, hak banding yang dikurangi, dan kemungkinan pemrosesan di luar negeri akan memperpendek waktu bagi pelamar yang ditolak untuk tetap berada di UE. Perusahaan yang mensponsori kasus kemanusiaan atau reunifikasi keluarga perlu menyesuaikan jadwal dan memastikan dokumen lengkap sebelum mengajukan permohonan.

Di saat yang sama, perselisihan ini menegaskan sikap Spanyol yang lebih liberal terhadap migrasi di dalam blok. Meskipun Madrid kalah dalam pemungutan suara, mereka menunjukkan tekad untuk memperjuangkan kuota relokasi yang lebih besar selama negosiasi anggaran 2026 dan memberi sinyal bahwa mereka bisa mengalokasikan dana nasional tambahan ke titik-titik penerimaan jika dukungan UE tidak mencukupi. Perpecahan politik ini menambah ketidakpastian bagi staf global yang mengandalkan Spanyol sebagai pintu masuk Schengen, namun juga memperkuat citra negara ini sebagai salah satu tujuan yang lebih ramah bagi migran terampil di Eropa.
Sumber: El HuffPost / Euronews

Bagaimana VisaHQ dapat membantu

VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Spanyol.

Tim Visa & Imigrasi @ VisaHQ

Tim ahli visa dan imigrasi VisaHQ membantu individu dan perusahaan menavigasi persyaratan perjalanan, kerja, dan tempat tinggal global. Kami menangani persiapan dokumen, pengajuan aplikasi, koordinasi dengan lembaga pemerintah, serta setiap aspek yang diperlukan untuk memastikan persetujuan yang cepat, sesuai, dan tanpa stres.

Kebijakan Redaksi
×