1. Berita Mobilitas Global
  2. /
  3. India
  4. /
  5. Google Beri Imbauan ke Karyawan H-1B di India: ‘Jangan Bepergian’ karena Waktu Tunggu Stempel Visa AS Lebih dari 12 Bulan

Google Beri Imbauan ke Karyawan H-1B di India: ‘Jangan Bepergian’ karena Waktu Tunggu Stempel Visa AS Lebih dari 12 Bulan

Des 21, 2025
·
Google Beri Imbauan ke Karyawan H-1B di India: ‘Jangan Bepergian’ karena Waktu Tunggu Stempel Visa AS Lebih dari 12 Bulan
Anak perusahaan Alphabet, Google, telah mengimbau karyawannya yang memegang visa kerja AS—banyak di antaranya warga negara India—untuk menghindari perjalanan internasional karena proses cap visa masuk kembali di konsulat AS kini mengalami penundaan hingga satu tahun. Memo internal dari firma hukum imigrasi BAL, yang disebarkan pada 19 Desember, memperingatkan bahwa liburan singkat di bulan Desember pun bisa membuat staf terjebak di luar negeri hingga akhir 2026.

Peringatan mendadak ini muncul setelah kebijakan ketat terbaru dari pemerintahan Trump terhadap program H-1B: pemeriksaan media sosial, penghapusan perpanjangan visa di negara ketiga, dan biaya pengajuan sebesar US$100.000 untuk petisi baru. Talenta India menguasai sekitar 70% dari pemegang visa H-1B; raksasa teknologi seperti Google hingga Infosys sangat bergantung pada rotasi yang teratur antara kampus di California dan pusat riset dan pengembangan di Bangalore atau Hyderabad.

Google Beri Imbauan ke Karyawan H-1B di India: ‘Jangan Bepergian’ karena Waktu Tunggu Stempel Visa AS Lebih dari 12 Bulan


Pembekuan perjalanan Google diperkirakan akan berdampak luas pada tim proyek yang berbasis di India. Insinyur senior yang biasanya bolak-balik antara Mountain View dan India untuk sprint pengkodean kini harus tetap di AS atau menghadapi ketidakhadiran selama berbulan-bulan. Direktur HR pun buru-buru mengatur ulang kalender penugasan, sementara anggaran mobilitas global membengkak untuk menutupi biaya pemrosesan prioritas dan pengaturan kerja jarak jauh.

Kelompok industri menyatakan bahwa pengurangan staf konsuler dan pemeriksaan yang lebih ketat telah mendorong tanggal wawancara visa pertama yang tersedia di Kedutaan Besar AS di Delhi hingga Oktober 2026. Tanpa solusi, perusahaan IT besar India bisa menghadapi keterlambatan pengiriman kontrak AS dan tingkat keluar masuk karyawan yang meningkat karena pekerja beralih ke Kanada atau Eropa.

Langkah yang harus diambil oleh pemberi kerja meliputi: (1) hentikan semua perjalanan cap visa AS yang tidak penting; (2) rencanakan perpanjangan masa tinggal di dalam negeri untuk staf H-1B; (3) beri pengarahan kepada pelancong tentang aturan revalidasi otomatis untuk kunjungan singkat ke Kanada/Meksiko; dan (4) eksplorasi pusat keterlibatan klien “near-shore” di Toronto atau Guadalajara.
Sumber: Reuters

Bagaimana VisaHQ dapat membantu

VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk India.

Tim Visa & Imigrasi @ VisaHQ

Tim ahli visa dan imigrasi VisaHQ membantu individu dan perusahaan menavigasi persyaratan perjalanan, kerja, dan tempat tinggal global. Kami menangani persiapan dokumen, pengajuan aplikasi, koordinasi dengan lembaga pemerintah, serta setiap aspek yang diperlukan untuk memastikan persetujuan yang cepat, sesuai, dan tanpa stres.

Kebijakan Redaksi
×