
Maskapai terbesar di India telah melepaskan lebih dari 700 slot lepas landas dan mendarat di berbagai bandara setelah arahan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DGCA) yang membatasi penerbangan jadwal musim dingin mereka sebesar 10%. Laporan The Statesman menyebutkan bahwa langkah pada 24 Januari ini diambil setelah kekacauan operasional pada Desember yang menyebabkan penundaan dan pembatalan massal akibat kekurangan kru dan kesalahan penjadwalan.
Slot yang diserahkan, berlaku untuk sisa musim dingin 2025-2026, kini akan dialokasikan kembali oleh Kementerian Perhubungan Udara kepada maskapai pesaing yang dapat membuktikan kesiapan pesawat dan kru. Para pesaing seperti Air India Express, Akasa Air, dan Vistara sudah mengajukan permohonan untuk mendapatkan slot utama pada jam sibuk pagi dan sore di Delhi, Mumbai, dan Bengaluru.
Bagi pelaku bisnis, dampak jangka pendek akan beragam: frekuensi penerbangan IndiGo yang berkurang bisa mengurangi kemacetan dan meningkatkan ketepatan waktu, namun shuttle korporat yang populer mungkin mengalami pilihan jadwal yang lebih sedikit dan tarif lebih tinggi sampai maskapai lain mengisi kapasitas tersebut. Manajer kebijakan perjalanan disarankan untuk memantau lonjakan tarif di koridor metro tersibuk dan mempertimbangkan jam kerja fleksibel atau pertemuan virtual jika memungkinkan.
Kejadian ini menandai penggunaan kekuatan pengendalian slot yang jarang dilakukan oleh DGCA dan bisa menjadi pertanda kriteria keandalan operasional yang lebih ketat bagi maskapai India. Perencana mobilitas harus mengantisipasi pengawasan lebih ketat terhadap rasio kru, catatan pelatihan, dan cadangan perawatan saat memesan perjalanan kelompok besar atau sewa wet lease charter.
Slot yang diserahkan, berlaku untuk sisa musim dingin 2025-2026, kini akan dialokasikan kembali oleh Kementerian Perhubungan Udara kepada maskapai pesaing yang dapat membuktikan kesiapan pesawat dan kru. Para pesaing seperti Air India Express, Akasa Air, dan Vistara sudah mengajukan permohonan untuk mendapatkan slot utama pada jam sibuk pagi dan sore di Delhi, Mumbai, dan Bengaluru.
Bagi pelaku bisnis, dampak jangka pendek akan beragam: frekuensi penerbangan IndiGo yang berkurang bisa mengurangi kemacetan dan meningkatkan ketepatan waktu, namun shuttle korporat yang populer mungkin mengalami pilihan jadwal yang lebih sedikit dan tarif lebih tinggi sampai maskapai lain mengisi kapasitas tersebut. Manajer kebijakan perjalanan disarankan untuk memantau lonjakan tarif di koridor metro tersibuk dan mempertimbangkan jam kerja fleksibel atau pertemuan virtual jika memungkinkan.
Kejadian ini menandai penggunaan kekuatan pengendalian slot yang jarang dilakukan oleh DGCA dan bisa menjadi pertanda kriteria keandalan operasional yang lebih ketat bagi maskapai India. Perencana mobilitas harus mengantisipasi pengawasan lebih ketat terhadap rasio kru, catatan pelatihan, dan cadangan perawatan saat memesan perjalanan kelompok besar atau sewa wet lease charter.
Sumber: The Statesman
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk India.Lebih Banyak Dari India
Lihat semua
Pengadilan Tinggi MP Putuskan Masa Tinggal Mahasiswa Afghanistan Setelah Studi Ilegal, Tanda Penegakan Visa Lebih Ketat
Air India Batalkan Penerbangan ke New York dan Newark pada 25–26 Januari karena Ancaman Badai Salju di AS