
Cuaca musim dingin yang parah melanda Inggris memaksa Emirates Flight EK35 dari Dubai menuju Newcastle untuk menyatakan keadaan darurat di udara pada 27 Januari 2026 dan dialihkan ke Edinburgh. Menurut pernyataan maskapai, turbulensi hebat akibat Badai Chandra membuat pendaratan aman di Newcastle tidak memungkinkan; Boeing 777 tersebut mendarat dengan selamat di Skotlandia setelah kru mengirimkan sinyal ‘PAN-PAN’.
Meskipun tidak ada laporan cedera, gangguan ini berdampak luas pada jaringan penerbangan maskapai di Eropa: penerbangan lanjutan dari Newcastle dibatalkan, dan beberapa penerbangan masuk dialihkan ke Glasgow dan Manchester untuk menghindari badai. Perusahaan manajemen perjalanan dengan jadwal staf yang melewati wilayah utara Inggris harus menanggung biaya hotel dan pemesanan ulang secara mendadak.
Insiden ini menyoroti tantangan operasional yang semakin besar bagi maskapai Teluk menjelang puncak musim badai musim dingin di Eropa. Emirates dan Etihad telah memperluas perjanjian “operasi tidak teratur” dengan jaringan hotel di Inggris dan pusat-pusat benua untuk menjamin ketersediaan kamar dalam dua jam saat terjadi pengalihan penerbangan.
Bagi manajer mobilitas yang memindahkan tim proyek ke Inggris, pelajaran pentingnya adalah: siapkan jadwal penerbangan dengan buffer cuaca selama Februari, pastikan karyawan memiliki visa multi-masuk Inggris atau persetujuan ETIAS Uni Eropa (jika diperlukan) untuk pendaratan tak terduga, dan aktifkan notifikasi perjalanan real-time melalui aplikasi TMC.
Dari sisi kepatuhan, staf yang berbasis di UAE dan harus menginap di Skotlandia wajib memeriksa apakah masa tinggal tambahan ini memicu kewajiban pelaporan pekerja sementara atau ambang batas pajak di Inggris—biaya yang sering terlupakan akibat pengalihan penerbangan karena cuaca.
Meskipun tidak ada laporan cedera, gangguan ini berdampak luas pada jaringan penerbangan maskapai di Eropa: penerbangan lanjutan dari Newcastle dibatalkan, dan beberapa penerbangan masuk dialihkan ke Glasgow dan Manchester untuk menghindari badai. Perusahaan manajemen perjalanan dengan jadwal staf yang melewati wilayah utara Inggris harus menanggung biaya hotel dan pemesanan ulang secara mendadak.
Insiden ini menyoroti tantangan operasional yang semakin besar bagi maskapai Teluk menjelang puncak musim badai musim dingin di Eropa. Emirates dan Etihad telah memperluas perjanjian “operasi tidak teratur” dengan jaringan hotel di Inggris dan pusat-pusat benua untuk menjamin ketersediaan kamar dalam dua jam saat terjadi pengalihan penerbangan.
Bagi manajer mobilitas yang memindahkan tim proyek ke Inggris, pelajaran pentingnya adalah: siapkan jadwal penerbangan dengan buffer cuaca selama Februari, pastikan karyawan memiliki visa multi-masuk Inggris atau persetujuan ETIAS Uni Eropa (jika diperlukan) untuk pendaratan tak terduga, dan aktifkan notifikasi perjalanan real-time melalui aplikasi TMC.
Dari sisi kepatuhan, staf yang berbasis di UAE dan harus menginap di Skotlandia wajib memeriksa apakah masa tinggal tambahan ini memicu kewajiban pelaporan pekerja sementara atau ambang batas pajak di Inggris—biaya yang sering terlupakan akibat pengalihan penerbangan karena cuaca.
Sumber: The Times of India
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Uni Emirat Arab.Lebih Banyak Dari Uni Emirat Arab
Lihat semua
UAE Perketat Visa Kerja Jarak Jauh: Bukti Penghasilan Enam Bulan Kini Wajib
Pilot Uni Emirat Arab Uji Pembayaran Biometrik Wajah dan Telapak Tangan—Rencana Integrasi dengan Gerbang Elektronik untuk Wisatawan