
Menteri Dalam Negeri Jerman, Alexander Dobrindt, mengonfirmasi pada 16 Februari bahwa pemeriksaan sementara yang diberlakukan kembali di semua perbatasan darat Jerman akan diperpanjang selama enam bulan lagi, setidaknya hingga pertengahan September 2026.
Meskipun keputusan ini terutama bertujuan untuk menekan migrasi tidak teratur dan memperketat keamanan di perbatasan timur Jerman, hal ini langsung berdampak pada lebih dari 70.000 orang yang setiap hari menyeberang perbatasan Jerman-Swiss untuk bekerja atau berdagang. Sejak Oktober 2023, Polisi Federal telah menempatkan pos pemeriksaan tetap di A5 di Weil am Rhein/Basel, koridor Konstanz-Kreuzlingen, dan di puluhan jalan sekunder. Awalnya pemeriksaan acak sebagai respons terhadap jalur penyelundupan migran kini berkembang menjadi pemeriksaan paspor dan kendaraan penuh yang memperlambat arus lalu lintas pagi hingga 30-45 menit pada hari puncak.
Kelompok bisnis di kedua sisi Sungai Rhein memperingatkan bahwa perpanjangan terbaru ini akan merugikan perusahaan jutaan euro akibat penurunan produktivitas dan keterlambatan logistik. Produsen kimia Swiss di Basel sangat bergantung pada pengiriman truk tepat waktu dari Jerman; perusahaan angkutan melaporkan bahwa sopir kini menambah waktu cadangan 90 menit dalam jadwal dan sering melewatkan slot reservasi di terminal trimodal Basel. Sementara itu, pengecer di kota perbatasan Jerman seperti Waldshut dan Lörrach mengatakan pembeli Swiss semakin jarang melakukan perjalanan pulang-pergi dalam hari yang sama, sehingga pendapatan lokal menurun.
Para ahli hukum juga mencatat adanya potensi sengketa di pengadilan. Seorang warga Sachsen yang didukung oleh anggota Parlemen Eropa dari Partai Hijau, Anna Cavazzini, telah mengajukan permohonan ke Pengadilan Administratif di Dresden agar menganggap kontrol yang diperpanjang oleh Berlin melanggar Pasal 22–25 Kode Perbatasan Schengen, yang hanya mengizinkan pemeriksaan internal sebagai upaya terakhir dan untuk periode yang sangat terbatas. Jika hakim menilai langkah ini tidak proporsional, para komuter lain—termasuk yang di perbatasan Swiss—bisa menuntut kompensasi.
Bagi pengelola mobilitas, pesannya jelas: tambahkan waktu ekstra dalam jadwal perjalanan, simpan paspor karyawan meski hanya untuk perjalanan singkat ke Jerman, dan pantau diskusi di tingkat Uni Eropa. Brussels sudah memberi sinyal akan meninjau legalitas perpanjangan enam bulan yang berulang. Jika Komisi Eropa menolak, pemeriksaan Jerman bisa dikurangi lebih awal dari September—namun untuk saat ini, gangguan diperkirakan akan berlanjut hingga puncak liburan musim panas.
Meskipun keputusan ini terutama bertujuan untuk menekan migrasi tidak teratur dan memperketat keamanan di perbatasan timur Jerman, hal ini langsung berdampak pada lebih dari 70.000 orang yang setiap hari menyeberang perbatasan Jerman-Swiss untuk bekerja atau berdagang. Sejak Oktober 2023, Polisi Federal telah menempatkan pos pemeriksaan tetap di A5 di Weil am Rhein/Basel, koridor Konstanz-Kreuzlingen, dan di puluhan jalan sekunder. Awalnya pemeriksaan acak sebagai respons terhadap jalur penyelundupan migran kini berkembang menjadi pemeriksaan paspor dan kendaraan penuh yang memperlambat arus lalu lintas pagi hingga 30-45 menit pada hari puncak.
Kelompok bisnis di kedua sisi Sungai Rhein memperingatkan bahwa perpanjangan terbaru ini akan merugikan perusahaan jutaan euro akibat penurunan produktivitas dan keterlambatan logistik. Produsen kimia Swiss di Basel sangat bergantung pada pengiriman truk tepat waktu dari Jerman; perusahaan angkutan melaporkan bahwa sopir kini menambah waktu cadangan 90 menit dalam jadwal dan sering melewatkan slot reservasi di terminal trimodal Basel. Sementara itu, pengecer di kota perbatasan Jerman seperti Waldshut dan Lörrach mengatakan pembeli Swiss semakin jarang melakukan perjalanan pulang-pergi dalam hari yang sama, sehingga pendapatan lokal menurun.
Para ahli hukum juga mencatat adanya potensi sengketa di pengadilan. Seorang warga Sachsen yang didukung oleh anggota Parlemen Eropa dari Partai Hijau, Anna Cavazzini, telah mengajukan permohonan ke Pengadilan Administratif di Dresden agar menganggap kontrol yang diperpanjang oleh Berlin melanggar Pasal 22–25 Kode Perbatasan Schengen, yang hanya mengizinkan pemeriksaan internal sebagai upaya terakhir dan untuk periode yang sangat terbatas. Jika hakim menilai langkah ini tidak proporsional, para komuter lain—termasuk yang di perbatasan Swiss—bisa menuntut kompensasi.
Bagi pengelola mobilitas, pesannya jelas: tambahkan waktu ekstra dalam jadwal perjalanan, simpan paspor karyawan meski hanya untuk perjalanan singkat ke Jerman, dan pantau diskusi di tingkat Uni Eropa. Brussels sudah memberi sinyal akan meninjau legalitas perpanjangan enam bulan yang berulang. Jika Komisi Eropa menolak, pemeriksaan Jerman bisa dikurangi lebih awal dari September—namun untuk saat ini, gangguan diperkirakan akan berlanjut hingga puncak liburan musim panas.
Sumber: WELT