
Pada 5 Maret 2026, Kementerian Dalam Negeri Inggris mengajukan Pernyataan Perubahan HC 1691 ke Parlemen, memicu salah satu penyesuaian aturan imigrasi tengah tahun paling signifikan dalam satu dekade terakhir. Meskipun fokus utamanya adalah membatasi penyalahgunaan suaka, beberapa langkah ini akan langsung berdampak pada perusahaan Jerman dan pelancong bisnis mereka yang sering bepergian.
Pertama, yang disebut “rem visa” akan memungkinkan Menteri Dalam Negeri, mulai 26 Maret 2026, menolak aplikasi visa Jalur Pelajar dan Pekerja Terampil dari warga Afghanistan, Kamerun, Myanmar, dan Sudan. Perusahaan multinasional Jerman yang memutar staf melalui program pelatihan di Inggris harus memastikan karyawan yang terdampak tidak mengandalkan penugasan di London sebagai bagian dari rencana karier mereka.
Kedua, warga Nicaragua dan St Lucia kini wajib memiliki visa kunjungan penuh secara langsung, yang berarti operator tur dan penyelenggara konferensi Jerman harus menambah waktu persiapan dalam jadwal perjalanan yang melibatkan pemegang paspor tersebut. Perubahan ini juga memblokir penggunaan Otorisasi Perjalanan Elektronik (ETA) Inggris oleh warga negara tersebut, menegaskan tren yang lebih luas menuju segmentasi pengunjung berdasarkan risiko.
Ketiga, Pernyataan ini memperketat pemeriksaan kepatuhan gaji bagi pemegang visa Pekerja Terampil, memungkinkan UK Visas and Immigration untuk mengambil tindakan setelah satu slip gaji yang kurang bayar. Tim HR Jerman yang mengelola penugasan ke London atau Manchester harus menyesuaikan proses penggajian agar tidak terjadi pelanggaran yang tidak disengaja yang dapat membahayakan lisensi sponsor.
Perubahan lain termasuk pengurangan persyaratan pekerjaan luar negeri untuk Pekerja Penugasan Mobilitas Bisnis Global dan kuota yang diperbarui di bawah Skema Mobilitas Pemuda. Bagi manajer mobilitas Jerman, pesan utamanya jelas: aturan Inggris semakin dinamis, dan alat perencanaan perjalanan harus didukung data real-time agar tetap relevan.
Pertama, yang disebut “rem visa” akan memungkinkan Menteri Dalam Negeri, mulai 26 Maret 2026, menolak aplikasi visa Jalur Pelajar dan Pekerja Terampil dari warga Afghanistan, Kamerun, Myanmar, dan Sudan. Perusahaan multinasional Jerman yang memutar staf melalui program pelatihan di Inggris harus memastikan karyawan yang terdampak tidak mengandalkan penugasan di London sebagai bagian dari rencana karier mereka.
Kedua, warga Nicaragua dan St Lucia kini wajib memiliki visa kunjungan penuh secara langsung, yang berarti operator tur dan penyelenggara konferensi Jerman harus menambah waktu persiapan dalam jadwal perjalanan yang melibatkan pemegang paspor tersebut. Perubahan ini juga memblokir penggunaan Otorisasi Perjalanan Elektronik (ETA) Inggris oleh warga negara tersebut, menegaskan tren yang lebih luas menuju segmentasi pengunjung berdasarkan risiko.
Ketiga, Pernyataan ini memperketat pemeriksaan kepatuhan gaji bagi pemegang visa Pekerja Terampil, memungkinkan UK Visas and Immigration untuk mengambil tindakan setelah satu slip gaji yang kurang bayar. Tim HR Jerman yang mengelola penugasan ke London atau Manchester harus menyesuaikan proses penggajian agar tidak terjadi pelanggaran yang tidak disengaja yang dapat membahayakan lisensi sponsor.
Perubahan lain termasuk pengurangan persyaratan pekerjaan luar negeri untuk Pekerja Penugasan Mobilitas Bisnis Global dan kuota yang diperbarui di bawah Skema Mobilitas Pemuda. Bagi manajer mobilitas Jerman, pesan utamanya jelas: aturan Inggris semakin dinamis, dan alat perencanaan perjalanan harus didukung data real-time agar tetap relevan.
Sumber: UK Home Office (GOV.UK)
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Jerman.Lebih Banyak Dari Jerman
Lihat semua
Salju dan Es Ganggu Pusat Frankfurt: 93 Penerbangan Tertunda, 15 Dibatalkan pada 5 Maret
Masalah Lalu Lintas Udara di Seluruh Eropa: 1.023 Penerbangan Terdampak pada 5 Maret; Bandara Jerman Jadi yang Paling Parah