
Bandara Internasional Dubai (DXB) – pusat tersibuk dunia untuk penumpang internasional – kembali mengalami krisis pada dini hari Rabu, 25 Maret, setelah apa yang disebut otoritas sebagai “puing-puing drone yang jatuh” mengenai atap ruang kedatangan Terminal 3. Menurut Kementerian Pertahanan UEA, serpihan dari drone tipe Shahed buatan Iran, yang dicegat di atas Teluk, jatuh ke area bandara sekitar pukul 01:30 waktu setempat, memicu alarm kebakaran dan memaksa pengendali lalu lintas udara menghentikan semua penerbangan masuk selama hampir dua jam. Meskipun tidak ada penumpang yang terluka, dua karyawan ground handling mengalami sesak napas akibat asap dan luka ringan dari pecahan kaca. Emirates dan flydubai mengalihkan 11 penerbangan ke Bandara Internasional Al Maktoum (DWC), Muscat, dan Doha sebelum landasan utara DXB dinyatakan aman pada pukul 03:27. Penerbangan keluar dilanjutkan dengan rata-rata keterlambatan 85 menit, meski maskapai memperingatkan adanya “gangguan berantai” sepanjang puncak jam sibuk sore hari. Sejak Iran mulai menyerang negara-negara Teluk pada 28 Februari, DXB telah mencatat tiga insiden terpisah yang secara langsung atau tidak langsung merusak infrastruktur bandara. Setiap kali, Otoritas Penerbangan Sipil Dubai mengerahkan tim perbaikan cepat dan mengandalkan bandara kedua di emirat tersebut, DWC, untuk menjaga kelancaran pengiriman kargo penting dan layanan penumpang terbatas. Namun, perusahaan asuransi penerbangan menyatakan penutupan berulang ini meningkatkan premi risiko perang maskapai dan bisa menambah biaya operasional jutaan dolar jika serangan berlanjut hingga jadwal musim panas. Bagi manajer perjalanan bisnis, penutupan terbaru ini menegaskan pentingnya rute fleksibel, kebijakan penggantian tiket yang proaktif, dan pelacakan penumpang secara real-time. Perusahaan yang memiliki karyawan yang sering melewati Dubai disarankan menyediakan waktu cadangan minimal 24 jam, membeli asuransi gangguan perjalanan yang komprehensif, dan memantau buletin operasional maskapai. Tim mobilitas juga harus mengingatkan karyawan bahwa akses bandara masih dibatasi hanya untuk penumpang yang memiliki tiket dan perjalanan standby “show-and-go” sangat tidak dianjurkan sampai kondisi keamanan stabil.
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Uni Emirat Arab.Lebih Banyak Dari Uni Emirat Arab
Lihat semua
Air Canada diam-diam mulai kembali layanan ke Dubai saat maskapai uji jalur baru Teluk
Pengusaha di Dubai Hadapi Risiko Hukum karena Karyawan Masih Menggunakan ‘Visa Kunjungan’ Berbulan-bulan Setelah Bergabung