
Setelah proses integrasi selama setahun, maskapai penerbangan nasional ITA Airways pada 31 Maret 2026 menyelesaikan langkah terakhir untuk menjadi anggota ke-26 Star Alliance, kemitraan maskapai terbesar di dunia. Mulai hari ini (1 April), hub maskapai di Roma-Fiumicino dan Milan-Linate sepenuhnya terhubung dengan jaringan Star Alliance yang mencakup 1.150 destinasi, memberikan akses bagi pelancong bisnis ke tiket terusan, tarif keliling dunia, dan lebih dari 1.000 lounge di seluruh dunia.
Langkah ini sangat strategis bagi ekosistem mobilitas global Italia. Maskapai Star Alliance sudah menguasai sebagian besar lalu lintas korporat jarak jauh ke Italia; dengan bergabungnya anggota lokal, kini penumpang ITA dapat menikmati layanan bagasi terhubung, layanan prioritas, dan manfaat frequent flyer timbal balik bahkan untuk penerbangan domestik atau intra-Eropa ITA. Bagi perusahaan multinasional yang mengelola penugasan antara kantor pusat di Italia dan cabang luar negeri, penyederhanaan perjanjian antar maskapai ini berarti biaya manajemen perjalanan yang lebih rendah dan lebih sedikit risiko kehilangan koneksi.
Di balik layar, aksesi ITA dipercepat oleh kepemilikan saham 41% oleh Lufthansa Group. Lufthansa diperkirakan akan menghubungkan ITA ke usaha patungan trans-Atlantiknya setelah regulator AS memberikan izin, yang berpotensi mengembalikan kapasitas pada rute bisnis penting seperti Milan-New York dan Roma-Chicago yang sempat dipangkas selama pandemi. Analis juga memprediksi sinergi kode bersama pada arus lalu lintas Utara-Selatan yang menghubungkan zona industri Italia Utara dengan pusat rantai pasok Afrika dan Amerika Latin.
Bagi manajer mobilitas, implikasi praktisnya langsung terasa. Pelancong kini dapat mengumpulkan dan menggunakan miles di 26 maskapai, sementara pemegang status mendapatkan akses jalur cepat keamanan dan tambahan bagasi pada penerbangan domestik Italia—fasilitas yang sebelumnya tidak tersedia. Perusahaan disarankan memperbarui preferensi tarif di alat pemesanan mandiri karena banyak penerbangan ITA yang sebelumnya tidak termasuk maskapai favorit kini akan dihargai ulang sesuai kesepakatan korporat Star Alliance.
Terakhir, tim imigrasi perlu mencatat bahwa kepadatan lounge di Fiumicino diperkirakan meningkat 15-20% musim panas ini. Perusahaan yang memindahkan karyawan sebaiknya mengingatkan staf untuk menyediakan waktu ekstra saat periode sibuk hingga ITA membuka ruang premium baru yang dijanjikan di Terminal 1 akhir tahun ini.
Langkah ini sangat strategis bagi ekosistem mobilitas global Italia. Maskapai Star Alliance sudah menguasai sebagian besar lalu lintas korporat jarak jauh ke Italia; dengan bergabungnya anggota lokal, kini penumpang ITA dapat menikmati layanan bagasi terhubung, layanan prioritas, dan manfaat frequent flyer timbal balik bahkan untuk penerbangan domestik atau intra-Eropa ITA. Bagi perusahaan multinasional yang mengelola penugasan antara kantor pusat di Italia dan cabang luar negeri, penyederhanaan perjanjian antar maskapai ini berarti biaya manajemen perjalanan yang lebih rendah dan lebih sedikit risiko kehilangan koneksi.
Di balik layar, aksesi ITA dipercepat oleh kepemilikan saham 41% oleh Lufthansa Group. Lufthansa diperkirakan akan menghubungkan ITA ke usaha patungan trans-Atlantiknya setelah regulator AS memberikan izin, yang berpotensi mengembalikan kapasitas pada rute bisnis penting seperti Milan-New York dan Roma-Chicago yang sempat dipangkas selama pandemi. Analis juga memprediksi sinergi kode bersama pada arus lalu lintas Utara-Selatan yang menghubungkan zona industri Italia Utara dengan pusat rantai pasok Afrika dan Amerika Latin.
Bagi manajer mobilitas, implikasi praktisnya langsung terasa. Pelancong kini dapat mengumpulkan dan menggunakan miles di 26 maskapai, sementara pemegang status mendapatkan akses jalur cepat keamanan dan tambahan bagasi pada penerbangan domestik Italia—fasilitas yang sebelumnya tidak tersedia. Perusahaan disarankan memperbarui preferensi tarif di alat pemesanan mandiri karena banyak penerbangan ITA yang sebelumnya tidak termasuk maskapai favorit kini akan dihargai ulang sesuai kesepakatan korporat Star Alliance.
Terakhir, tim imigrasi perlu mencatat bahwa kepadatan lounge di Fiumicino diperkirakan meningkat 15-20% musim panas ini. Perusahaan yang memindahkan karyawan sebaiknya mengingatkan staf untuk menyediakan waktu ekstra saat periode sibuk hingga ITA membuka ruang premium baru yang dijanjikan di Terminal 1 akhir tahun ini.
Sumber: CAPA – Centre for Aviation