
Bandara London Heathrow memperbarui halaman informasi penumpangnya pada akhir 23 April untuk menginformasikan tentang pemogokan Tube yang sedang berlangsung, memperingatkan bahwa layanan “hampir tidak ada atau sangat terbatas” di semua jalur Underground—termasuk jalur penting Piccadilly—hingga aksi mogok berakhir pada tengah hari 24 April. Bandara menyarankan para pelancong beralih menggunakan Heathrow Express atau Elizabeth line, yang keduanya beroperasi normal meski mengalami lonjakan permintaan. Operasi bandara sendiri tetap stabil; waktu tunggu keamanan rata-rata kurang dari sepuluh menit berkat rencana staf darurat yang diaktifkan awal pekan ini. Namun, kemacetan di area darat cukup parah. Tempat parkir mobil sudah mencapai 92% kapasitas pada pukul 07:00, dan penjemputan layanan ride-hail dikenakan biaya tambahan akibat tingginya permintaan. Saran Heathrow untuk perusahaan yang memindahkan staf atau mengadakan pertemuan fly-in/fly-out sederhana: pesan tiket kereta lebih awal, beri tambahan waktu minimal 60 menit untuk keberangkatan, dan pertimbangkan menginap di sekitar Paddington atau area Heathrow untuk menghindari ketidakpastian perjalanan terakhir. Shuttle perusahaan yang menggunakan jalan M4 juga harus bersiap menghadapi antrean, karena meningkatnya lalu lintas kendaraan sewaan meningkatkan risiko terlambat check-in. Template respons pemogokan bandara—pembaruan waktu nyata melalui situs web, Twitter, dan notifikasi—menjadi contoh bagi bandara global lain yang menghadapi gangguan akses darat. Tim komunikasi mencatat lonjakan unduhan aplikasi sebesar 300% sejak hari pertama mogok, menunjukkan kebutuhan pelancong bisnis akan data perjalanan yang detail dan spesifik. Meskipun informasi ini akan berakhir saat Tube kembali beroperasi, manajemen Heathrow memperingatkan kemungkinan pemogokan lanjutan yang bertepatan dengan liburan sekolah akhir Mei, yang berpotensi memengaruhi puluhan ribu wisatawan keluar dan delegasi konferensi yang datang.
Sumber: Heathrow Airport