
Dalam konferensi pers pada 23 Juni, Wakil Direktur Eksekutif Frontex, Uku Särekanno, memperingatkan bahwa Sistem Masuk/Keluar Uni Eropa (EES) yang baru diluncurkan akan menyebabkan antrean panjang selama "satu hingga dua tahun" di titik masuk utama Schengen—termasuk Paris-Charles-de-Gaulle, Lyon, dan terminal Eurostar di Gare du Nord—saat proses pendaftaran biometrik pertama kali dilakukan. Pernyataannya dipublikasikan pada hari yang sama oleh portal khusus ETIAS Pro. EES menggantikan cap paspor dengan database sidik jari dan pemindaian wajah sejak 10 April 2026. Di Prancis, sistem ini mencakup 82 bandara, pelabuhan, dan pos perbatasan darat. Meskipun proses masuk kedua lebih cepat, Särekanno mencatat bahwa “pengambilan data awal memakan waktu beberapa menit per pelancong,” yang memperpanjang waktu tunggu terutama saat musim liburan. Jendela fleksibilitas hukum yang memungkinkan Prancis menangguhkan EES jika terjadi gangguan serius akan berakhir pada September 2026, dan Komisi Eropa belum memberikan sinyal perpanjangan. Maskapai dan operator kereta api tengah mencari solusi. Air France berencana membuka jalur bantuan khusus EES di CDG pada Agustus, sementara Eurostar sedang menguji kios swalayan untuk pra-pendaftaran pelancong rutin sebelum keberangkatan. Manajer perjalanan bisnis disarankan menambah waktu ekstra 30–45 menit untuk keberangkatan dari pusat-pusat Prancis setidaknya hingga musim panas 2027. Peringatan ini juga berdampak pada ETIAS—izin perjalanan senilai €20 yang mulai berlaku akhir 2026. Konsultan mobilitas memperkirakan akan terjadi "dampak ganda" pada awal 2027 ketika jutaan pengunjung bebas visa harus memiliki persetujuan ETIAS dan data biometrik EES yang valid sebelum naik pesawat ke Prancis. Perusahaan yang memindahkan staf ke Prancis disarankan agar penerbangan pertama masuk Schengen setelah Oktober 2025 dijadwalkan sedini mungkin dalam rute perjalanan untuk menghindari waktu transit yang ketat. Mereka juga perlu memeriksa apakah apartemen milik perusahaan dapat menampung kedatangan larut malam akibat kemacetan di perbatasan.
Sumber: ETIAS Pro