
SNCTA, serikat pengendali lalu lintas udara terbesar di Prancis, telah mengumumkan pemogokan selama empat hari mulai 7 Oktober 2026. Rincian yang dipublikasikan pada 7 Juli melalui kantor berita Rusia AK&M mengonfirmasi pemogokan akan berlangsung dari pukul 07:00 CET tanggal 7 Oktober hingga pagi hari 11 Oktober. Waktu ini bertepatan dengan periode ‘shoulder-season’ yang krusial, saat perpindahan karyawan perusahaan dan penugasan internasional meningkat setelah masa sepi musim panas. Dampaknya langsung terasa di Irlandia. Bahkan penerbangan yang hanya melintasi ruang udara Prancis – termasuk rute penting Dublin–Barcelona, Cork–Malaga, dan Shannon–Roma – memerlukan izin dari pengendali lalu lintas udara Prancis. Saat pemogokan serupa selama 48 jam musim semi lalu, Ryanair membatalkan lebih dari 400 penerbangan, 60 di antaranya melibatkan bandara Irlandia, dan Aer Lingus terpaksa mengalihkan rute penerbangan transatlantik untuk menghindari FIR Prancis, menambah waktu perjalanan hingga 45 menit. Ryanair kembali menjadi yang paling terdampak; maskapai ini mengoperasikan hingga 3.500 penerbangan di seluruh Eropa setiap hari dan memperkirakan 30% di antaranya melintasi langit Prancis. Maskapai tersebut telah mendesak Komisi Eropa untuk memberlakukan aturan layanan minimum yang melindungi rute overflight, namun Brussels sejauh ini menolak. Aer Lingus dan operator charter berbasis Irlandia, ASL Airlines Ireland, tengah menyusun rencana darurat yang mencakup pemberhentian bahan bakar taktis di Inggris dan perpanjangan izin tugas kru. Manajer mobilitas global disarankan mulai merencanakan skenario sekarang. Oktober biasanya menjadi puncak awal penugasan yang disesuaikan dengan tahun akademik; keterlambatan bisa berdampak pada jendela aktivasi visa dan kontrak perumahan perusahaan. Praktik terbaik adalah memesan tiket fleksibel, memberi pengarahan kepada pelancong tentang kemungkinan pengalihan rute melalui Amsterdam atau Frankfurt, serta memantau rencana pengelolaan aliran harian dari Eurocontrol. Departemen Luar Negeri di Dublin menyarankan penumpang memberi waktu ekstra untuk koneksi dan tetap berkomunikasi erat dengan maskapai. Jika pemogokan berlangsung, penumpang Irlandia berhak atas makanan, akomodasi, dan – tergantung lama keterlambatan – kompensasi sesuai Regulasi UE 261.
Sumber: AK&M Newswire