
Travel Weekly melaporkan bahwa Sistem Informasi dan Otorisasi Perjalanan Eropa (ETIAS) — izin perjalanan pra-keberangkatan senilai €20 untuk pengunjung bebas visa ke Wilayah Schengen — kini kemungkinan besar tidak akan mulai berlaku sebelum tahun 2027. Penundaan ini disebabkan oleh masalah awal pada Sistem Masuk/Keluar baru (EES). Financial Times yang dikutip oleh Travel Weekly menyebutkan bahwa negara-negara anggota secara informal sepakat pada 7 Juli untuk menunda pelaksanaan setelah bandara seperti Schiphol dan Dover mencatat antrean berjam-jam ketika kios biometrik EES mulai digunakan pada musim semi.
Meskipun Irlandia berada di luar Schengen dan tidak akan bergabung dengan ETIAS, skema ini tetap akan memengaruhi ribuan pelancong bisnis yang transit melalui pusat-pusat Eropa atau melakukan perjalanan lintas negara yang dimulai atau berakhir di Dublin. Perusahaan HR dan manajemen perjalanan telah bersiap menghadapi lapisan kepatuhan tambahan, termasuk pengumpulan data staf Irlandia yang memegang paspor non-UE (misalnya, penugasan dari AS) dan pengunjung reguler dari pasar seperti Brasil dan Singapura.
Penundaan ini berarti perusahaan Irlandia dapat menunda alokasi anggaran ETIAS setidaknya selama satu tahun lagi dan fokus pada peluncuran Otorisasi Perjalanan Elektronik (ETA) Inggris — yang sudah wajib bagi warga Qatar dan akan mencakup semua warga negara bebas visa kecuali warga Irlandia mulai Februari 2026. Pembeli perjalanan juga harus memantau tinjauan Komisi Eropa terkait sanksi bagi maskapai: maskapai akan bertanggung jawab atas penumpang yang naik tanpa ETIAS yang disetujui setelah sistem ini mulai berlaku.
Bandara-bandara Irlandia berpotensi mendapat keuntungan komersial; daa sebelumnya memperingatkan bahwa peningkatan staf dan IT untuk memeriksa otorisasi ETIAS di gerbang keberangkatan akan menelan biaya “jutaan rendah.” Penundaan ini membebaskan modal untuk proyek keberlanjutan seperti ladang surya baru di Bandara Dublin.
Namun, pesan utama bagi karyawan yang sering bepergian secara global tetap sama: gunakan paspor yang sama dengan yang dipakai untuk otorisasi perjalanan elektronik dan pastikan masa berlakunya minimal enam bulan setelah perjalanan — hal ini sering menjadi penyebab kegagalan yang diingatkan oleh asuransi perjalanan korporat.
Meskipun Irlandia berada di luar Schengen dan tidak akan bergabung dengan ETIAS, skema ini tetap akan memengaruhi ribuan pelancong bisnis yang transit melalui pusat-pusat Eropa atau melakukan perjalanan lintas negara yang dimulai atau berakhir di Dublin. Perusahaan HR dan manajemen perjalanan telah bersiap menghadapi lapisan kepatuhan tambahan, termasuk pengumpulan data staf Irlandia yang memegang paspor non-UE (misalnya, penugasan dari AS) dan pengunjung reguler dari pasar seperti Brasil dan Singapura.
Penundaan ini berarti perusahaan Irlandia dapat menunda alokasi anggaran ETIAS setidaknya selama satu tahun lagi dan fokus pada peluncuran Otorisasi Perjalanan Elektronik (ETA) Inggris — yang sudah wajib bagi warga Qatar dan akan mencakup semua warga negara bebas visa kecuali warga Irlandia mulai Februari 2026. Pembeli perjalanan juga harus memantau tinjauan Komisi Eropa terkait sanksi bagi maskapai: maskapai akan bertanggung jawab atas penumpang yang naik tanpa ETIAS yang disetujui setelah sistem ini mulai berlaku.
Bandara-bandara Irlandia berpotensi mendapat keuntungan komersial; daa sebelumnya memperingatkan bahwa peningkatan staf dan IT untuk memeriksa otorisasi ETIAS di gerbang keberangkatan akan menelan biaya “jutaan rendah.” Penundaan ini membebaskan modal untuk proyek keberlanjutan seperti ladang surya baru di Bandara Dublin.
Namun, pesan utama bagi karyawan yang sering bepergian secara global tetap sama: gunakan paspor yang sama dengan yang dipakai untuk otorisasi perjalanan elektronik dan pastikan masa berlakunya minimal enam bulan setelah perjalanan — hal ini sering menjadi penyebab kegagalan yang diingatkan oleh asuransi perjalanan korporat.
Sumber: Travel Weekly UK