
Jaringan Migrasi Eropa (EMN) hari ini meluncurkan Tinjauan Suaka & Migrasi 2025 dalam sebuah acara siaran langsung yang menampilkan skema baru Belgia ‘mobilitas kewirausahaan dan kemitraan talenta’ sebagai studi kasus. Raffaella Greco Tonegutti, koordinator dari Enabel, menjelaskan bagaimana program ini menghubungkan migran terampil dari negara mitra dengan UKM di Flandria dan Wallonia yang mengalami kekurangan tenaga kerja, sekaligus menawarkan hibah mobilitas kembali setelah tiga tahun. Model Belgia ini penting karena Uni Eropa mendorong negara anggota untuk menguji jalur talenta yang menggabungkan migrasi sirkular dengan bantuan pembangunan. Dalam model Belgia, perusahaan mendapatkan kredit pajak penggajian, dan peserta mengikuti prosedur izin tunggal yang dipercepat melalui portal ‘Bekerja di Belgia’. Bagi tim HR multinasional, presentasi ini menandakan bahwa proses izin kerja regional untuk kandidat kemitraan bisa dipangkas menjadi 30 hari—setengah dari rata-rata saat ini. Pengusaha yang memperkirakan kesulitan mengisi posisi pada 2027–28 sebaiknya memantau Keputusan Kerajaan yang akan mengoperasikan skema ini musim semi mendatang. Laporan EMN juga mengonfirmasi bahwa Belgia mengeluarkan 12% lebih banyak Kartu Biru UE pada 2025, terutama di bidang TIK dan bioteknologi, serta backlog suaka turun 9% setelah penambahan petugas kasus. Tinjauan ini akan menjadi bahan dalam siklus pertama Papan Skor Manajemen Migrasi baru UE, yang berpotensi memengaruhi alokasi dana di masa depan.
Sumber: European Commission – DG HOME