
Ibukota Australia Barat mendapat hadiah Natal lebih awal pada 6 Desember dengan konfirmasi beberapa peningkatan jaringan yang akan secara signifikan memperluas konektivitas langsung dari Bandara Perth. Jetstar akan meluncurkan layanan Airbus A321LR tiga kali seminggu ke Manila pada kuartal pertama 2026, menjadikan Perth sebagai satu-satunya gerbang Australia ke Filipina. Sementara itu, Malaysia Airlines akan menggandakan frekuensi harian rutenya ke Kuala Lumpur mulai akhir Desember, mengembalikan frekuensi ke tingkat sebelum pandemi.
Maskapai Jepang All Nippon Airways (ANA) dan Cathay Pacific masing-masing akan meningkatkan jadwal menjadi harian dan dua kali sehari, memberikan lebih banyak pilihan satu pemberhentian bagi perusahaan di pantai barat menuju Asia Utara dan sekitarnya. Melengkapi lonjakan kapasitas ini, Qantas mengonfirmasi bahwa rute Perth–Johannesburg yang sudah lama dinantikan akan mulai beroperasi pada hari Senin, menggunakan Boeing 787-9 Dreamliner dengan konfigurasi 42 kursi Bisnis dan 236 kursi Ekonomi.
Lonjakan ini mencerminkan permintaan kuat dari sektor sumber daya, keberhasilan Australia Barat dalam mendiversifikasi pasar pariwisata, serta program insentif Bandara Perth yang memberikan diskon biaya pendaratan untuk rute jarak jauh baru. Para pembeli perjalanan mencatat bahwa tarif di koridor Perth–Kuala Lumpur yang biasanya mahal telah turun 12 persen dalam pencarian GDS ke depan sejak pengumuman peningkatan frekuensi.
Bagi manajer mobilitas, peningkatan ini membawa manfaat nyata: waktu perjalanan dari pintu ke lokasi yang lebih singkat bagi staf tambang yang terbang masuk dan keluar yang terhubung ke Afrika dan Asia Tenggara, ketersediaan kursi award yang lebih luas untuk cuti pulang kampung ekspatriat, serta pengurangan ketergantungan pada penerbangan lintas benua ke Sydney atau Melbourne. Namun, lonjakan penumpang ini juga meningkatkan tekanan di ruang imigrasi Perth, di mana kapasitas SmartGate sudah terbatas selama kedatangan malam hari. Otoritas bandara menyatakan akan memasang delapan e-Gate tambahan pada Maret 2026 untuk menjaga target proses 15 menit.
Pemerintah Australia Barat menyambut perkembangan ini sebagai bukti bahwa gugus tugas rute penerbangan mereka—yang menawarkan dukungan pemasaran terarah dan iklan bersama—berhasil menarik kembali maskapai yang hilang selama pandemi sekaligus menarik pasar baru secara keseluruhan.
Maskapai Jepang All Nippon Airways (ANA) dan Cathay Pacific masing-masing akan meningkatkan jadwal menjadi harian dan dua kali sehari, memberikan lebih banyak pilihan satu pemberhentian bagi perusahaan di pantai barat menuju Asia Utara dan sekitarnya. Melengkapi lonjakan kapasitas ini, Qantas mengonfirmasi bahwa rute Perth–Johannesburg yang sudah lama dinantikan akan mulai beroperasi pada hari Senin, menggunakan Boeing 787-9 Dreamliner dengan konfigurasi 42 kursi Bisnis dan 236 kursi Ekonomi.
Lonjakan ini mencerminkan permintaan kuat dari sektor sumber daya, keberhasilan Australia Barat dalam mendiversifikasi pasar pariwisata, serta program insentif Bandara Perth yang memberikan diskon biaya pendaratan untuk rute jarak jauh baru. Para pembeli perjalanan mencatat bahwa tarif di koridor Perth–Kuala Lumpur yang biasanya mahal telah turun 12 persen dalam pencarian GDS ke depan sejak pengumuman peningkatan frekuensi.
Bagi manajer mobilitas, peningkatan ini membawa manfaat nyata: waktu perjalanan dari pintu ke lokasi yang lebih singkat bagi staf tambang yang terbang masuk dan keluar yang terhubung ke Afrika dan Asia Tenggara, ketersediaan kursi award yang lebih luas untuk cuti pulang kampung ekspatriat, serta pengurangan ketergantungan pada penerbangan lintas benua ke Sydney atau Melbourne. Namun, lonjakan penumpang ini juga meningkatkan tekanan di ruang imigrasi Perth, di mana kapasitas SmartGate sudah terbatas selama kedatangan malam hari. Otoritas bandara menyatakan akan memasang delapan e-Gate tambahan pada Maret 2026 untuk menjaga target proses 15 menit.
Pemerintah Australia Barat menyambut perkembangan ini sebagai bukti bahwa gugus tugas rute penerbangan mereka—yang menawarkan dukungan pemasaran terarah dan iklan bersama—berhasil menarik kembali maskapai yang hilang selama pandemi sekaligus menarik pasar baru secara keseluruhan.
Sumber: The West Australian – Travel