1. Berita Mobilitas Global
  2. /
  3. Amerika Serikat
  4. /
  5. 20 Negara Bagian AS Gugat untuk Menghentikan Biaya Visa H-1B Senilai $100.000 dari Pemerintahan Trump

20 Negara Bagian AS Gugat untuk Menghentikan Biaya Visa H-1B Senilai $100.000 dari Pemerintahan Trump

Des 13, 2025
·
20 Negara Bagian AS Gugat untuk Menghentikan Biaya Visa H-1B Senilai $100.000 dari Pemerintahan Trump
Koalisi yang terdiri dari 20 negara bagian yang dipimpin oleh Demokrat, dengan California sebagai penggerak utama, mengajukan gugatan di pengadilan federal Boston pada 12 Desember menentang rencana pemerintahan Trump yang akan mengenakan biaya pengajuan sebesar $100.000 untuk setiap petisi H-1B baru. Biaya ini—yang diumumkan pada bulan September dan dijadwalkan berlaku pada musim kuota FY-2027—akan menggantikan biaya pengajuan dasar saat ini sebesar $460 dan biaya tambahan pencegahan penipuan sebesar $4.000 untuk perusahaan besar. Jaksa agung negara bagian berargumen bahwa undang-undang imigrasi hanya mengizinkan USCIS untuk menagih biaya yang menutupi biaya pemrosesan pemerintah, bukan untuk menghasilkan pendapatan atau menghalangi penggunaan visa. Mereka memperkirakan biaya baru ini sekitar 250 kali lebih tinggi dari perkiraan biaya yang dibuat oleh agensi itu sendiri.

Gugatan tersebut memperingatkan dampak serius pada pasar tenaga kerja. Jaksa Agung California, Rob Bonta, mencatat bahwa hampir seperempat dokter di negara bagian tersebut, 45 persen insinyur perangkat lunak di Silicon Valley, dan ribuan guru sekolah negeri bergantung pada program H-1B. "Mengenakan biaya $100.000 per pekerja akan melumpuhkan rumah sakit, ruang kelas, dan perusahaan rintisan," kata Bonta dalam konferensi pers. Beberapa sistem universitas juga bergabung dalam amicus brief, mengklaim aturan ini akan merusak pendanaan riset dan kolaborasi internasional.

20 Negara Bagian AS Gugat untuk Menghentikan Biaya Visa H-1B Senilai $100.000 dari Pemerintahan Trump


Kelompok bisnis juga telah mengajukan tantangan serupa. Kamar Dagang AS berargumen bahwa hanya Kongres yang berwenang menetapkan biaya yang menghasilkan pendapatan dan bahwa aturan ini melanggar Administrative Procedure Act karena USCIS tidak menyediakan analisis dampak ekonomi. Raksasa teknologi seperti Google dan Microsoft menyatakan dukungan terhadap gugatan ini, dengan menyebutkan bahwa mereka mungkin memindahkan peran riset dan pengembangan tingkat tinggi ke luar negeri jika biaya ini diberlakukan.

Bagi para pemberi kerja yang mempersiapkan lotere H-1B musim semi mendatang, gugatan ini menimbulkan ketidakpastian. Kecuali ada perintah penangguhan nasional, USCIS menyatakan akan membuka jendela pendaftaran H-1B pada 3 Maret dengan biaya baru tersebut berlaku. Perusahaan disarankan untuk menganggarkan dana cadangan dan mempertimbangkan strategi visa alternatif (misalnya, L-1, O-1, TN) untuk talenta kunci.

Pertarungan hukum ini juga membuka perdebatan lebih luas mengenai tujuan pemerintahan untuk mengurangi visa kerja sementara sebesar 60 persen dalam empat tahun. Para pengamat memperkirakan kasus ini akan sampai ke Mahkamah Agung jauh sebelum target tersebut, menjadikannya indikator penting bagi kebijakan imigrasi berbasis pekerjaan di masa depan.
Sumber: Reuters

Bagaimana VisaHQ dapat membantu

VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Amerika Serikat.

Tim Visa & Imigrasi @ VisaHQ

Tim ahli visa dan imigrasi VisaHQ membantu individu dan perusahaan menavigasi persyaratan perjalanan, kerja, dan tempat tinggal global. Kami menangani persiapan dokumen, pengajuan aplikasi, koordinasi dengan lembaga pemerintah, serta setiap aspek yang diperlukan untuk memastikan persetujuan yang cepat, sesuai, dan tanpa stres.

Kebijakan Redaksi
×