
Rute penerbangan India–UAE siap mengalami lonjakan kapasitas lagi setelah maskapai baru Al Hind Air dan FlyExpress mengonfirmasi tanggal peluncuran pada kuartal pertama, dengan target kota-kota tingkat 2 di India untuk penerbangan langsung ke Sharjah, Ras Al Khaimah, dan Abu Dhabi. Para analis memperkirakan kehadiran maskapai ini bisa mendorong total kursi mingguan di koridor tersebut melewati 350.000, memperketat persaingan harga di salah satu rute ekspatriat tersibuk di dunia.
Al Hind Air, yang didukung oleh investor dari Kerala, akan menempatkan Airbus A321neo di Kochi dan Calicut, sementara FlyExpress merencanakan model hibrida kargo-penumpang berbiaya rendah yang menghubungkan Ahmedabad dan Jaipur ke Ras Al Khaimah. Kedua maskapai sedang bernegosiasi slot di Bandara Internasional Navi Mumbai yang akan segera dibuka, yang akan mengurangi kemacetan di Mumbai dan menawarkan opsi transit satu kali ke Dubai World Central.
Bagi 3,7 juta penduduk India di UAE—sekitar 30 persen dari populasi—penambahan penerbangan ini diharapkan menurunkan tarif saat musim puncak. Perusahaan manajemen perjalanan memprediksi penurunan harga kelas ekonomi sebesar 10–15 persen pada kuartal kedua, dan perusahaan dengan staf yang sering bolak-balik antara pusat teknologi Bangalore dan Dubai Internet City sudah mulai menyesuaikan anggaran perjalanan mereka ke bawah.
Tekanan persaingan ini juga akan memacu maskapai lama. Emirates dan Etihad sudah memberi sinyal akan menggelar promo harga, sementara Air India berencana menggunakan Airbus A350 dengan kapasitas lebih padat di rute Delhi–Dubai untuk mempertahankan pangsa pasar. Manajer mobilitas disarankan memperhatikan klausul masa tinggal minimum dan kebijakan pengembalian dana, karena maskapai baru sering menarik penumpang dengan harga sangat murah tapi aturan perubahan yang lebih ketat.
Tim rantai pasok juga melihat peluang: kapasitas kargo di perut pesawat FlyExpress bisa memangkas waktu transit untuk produk farmasi India yang dikirim ke Zona Bebas Jebel Ali di Dubai, meningkatkan integritas rantai dingin dan mengurangi proses bea cukai.
Al Hind Air, yang didukung oleh investor dari Kerala, akan menempatkan Airbus A321neo di Kochi dan Calicut, sementara FlyExpress merencanakan model hibrida kargo-penumpang berbiaya rendah yang menghubungkan Ahmedabad dan Jaipur ke Ras Al Khaimah. Kedua maskapai sedang bernegosiasi slot di Bandara Internasional Navi Mumbai yang akan segera dibuka, yang akan mengurangi kemacetan di Mumbai dan menawarkan opsi transit satu kali ke Dubai World Central.
Bagi 3,7 juta penduduk India di UAE—sekitar 30 persen dari populasi—penambahan penerbangan ini diharapkan menurunkan tarif saat musim puncak. Perusahaan manajemen perjalanan memprediksi penurunan harga kelas ekonomi sebesar 10–15 persen pada kuartal kedua, dan perusahaan dengan staf yang sering bolak-balik antara pusat teknologi Bangalore dan Dubai Internet City sudah mulai menyesuaikan anggaran perjalanan mereka ke bawah.
Tekanan persaingan ini juga akan memacu maskapai lama. Emirates dan Etihad sudah memberi sinyal akan menggelar promo harga, sementara Air India berencana menggunakan Airbus A350 dengan kapasitas lebih padat di rute Delhi–Dubai untuk mempertahankan pangsa pasar. Manajer mobilitas disarankan memperhatikan klausul masa tinggal minimum dan kebijakan pengembalian dana, karena maskapai baru sering menarik penumpang dengan harga sangat murah tapi aturan perubahan yang lebih ketat.
Tim rantai pasok juga melihat peluang: kapasitas kargo di perut pesawat FlyExpress bisa memangkas waktu transit untuk produk farmasi India yang dikirim ke Zona Bebas Jebel Ali di Dubai, meningkatkan integritas rantai dingin dan mengurangi proses bea cukai.
Sumber: The Times of India
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Uni Emirat Arab.Lebih Banyak Dari Uni Emirat Arab
Lihat semua
Peringatan Cuaca Nasional Selama Lima Hari Ancaman Penundaan Penerbangan di Dubai dan Abu Dhabi Hingga 29 Desember
Arab Saudi Pimpin Deportasi Warga India di 2025, Namun UAE Masih Bertengger di Posisi Ketiga dengan 2.965 Pengusiran