
Front Arktik yang ganas melanda seluruh negeri pada 2 Januari 2026, menurunkan suhu hingga di bawah –40 °C dari wilayah Prairies hingga Kanada Atlantik dan menurunkan salju lebat di setiap pusat utama. Pada fajar 3 Januari, maskapai penerbangan mencatat 598 keterlambatan dan 98 pembatalan, dengan Toronto Pearson saja mencatat 229 penerbangan tertunda dan 34 pembatalan total.
Keparahan badai ini menggabungkan tiga mimpi buruk operasional: angin badai salju, kabut beku yang membatasi jarak pandang kurang dari 400 meter, dan permintaan pencairan es yang tak henti-hentinya sehingga pesawat harus menunggu lebih dari 90 menit per siklus. Tim penanganan darat bekerja secara bergantian setiap 15 menit untuk menghindari radang dingin, memperlambat operasi bagasi dan katering serta membuat pesawat keluar dari urutan jadwal keberangkatan pagi yang padat.
Manajer perjalanan korporat bergegas mengatur ulang rute karyawan yang terbang ke acara pembukaan klien dan rapat perencanaan kuartal pertama. Beberapa perusahaan memindahkan seluruh agenda ke daring, sementara yang lain mengalihkan perjalanan melalui gerbang AS seperti Chicago dan New York meskipun harus menghadapi prosedur imigrasi tambahan. Bagi tim mobilitas, pesan yang jelas: siapkan waktu cadangan musim dingin dalam jadwal perjalanan Kanada dan tinjau protokol tanggung jawab untuk mengatasi kekurangan hotel, voucher makan, dan dukungan kesehatan mental selama gangguan berkepanjangan.
Air Canada dan WestJet mengeluarkan kebijakan perubahan fleksibel hingga 11 Januari, menandakan bahwa keterlambatan lanjutan bisa berlangsung selama beberapa hari saat pesawat dan kru dipindahkan kembali. Para analis memperingatkan bahwa tumpukan jadwal ini akan menguji tingkat staf yang sudah tegang—kontrak pilot dan mekanik di kedua maskapai akan dinegosiasikan akhir tahun ini—yang bisa mendorong biaya operasional naik karena maskapai mengandalkan lembur dan sub-kontrak.
Secara praktis, pelancong bisnis disarankan memeriksa status penerbangan setiap beberapa jam, menggunakan aplikasi maskapai untuk memesan ulang secara proaktif, dan membawa salinan digital paspor serta surat keterangan kerja. Perusahaan juga mungkin perlu meninjau kembali batas kebijakan pengeluaran karena tarif hotel mendadak di sekitar Pearson dan Montréal-Trudeau melampaui CA$450 per malam saat puncak badai.
Keparahan badai ini menggabungkan tiga mimpi buruk operasional: angin badai salju, kabut beku yang membatasi jarak pandang kurang dari 400 meter, dan permintaan pencairan es yang tak henti-hentinya sehingga pesawat harus menunggu lebih dari 90 menit per siklus. Tim penanganan darat bekerja secara bergantian setiap 15 menit untuk menghindari radang dingin, memperlambat operasi bagasi dan katering serta membuat pesawat keluar dari urutan jadwal keberangkatan pagi yang padat.
Manajer perjalanan korporat bergegas mengatur ulang rute karyawan yang terbang ke acara pembukaan klien dan rapat perencanaan kuartal pertama. Beberapa perusahaan memindahkan seluruh agenda ke daring, sementara yang lain mengalihkan perjalanan melalui gerbang AS seperti Chicago dan New York meskipun harus menghadapi prosedur imigrasi tambahan. Bagi tim mobilitas, pesan yang jelas: siapkan waktu cadangan musim dingin dalam jadwal perjalanan Kanada dan tinjau protokol tanggung jawab untuk mengatasi kekurangan hotel, voucher makan, dan dukungan kesehatan mental selama gangguan berkepanjangan.
Air Canada dan WestJet mengeluarkan kebijakan perubahan fleksibel hingga 11 Januari, menandakan bahwa keterlambatan lanjutan bisa berlangsung selama beberapa hari saat pesawat dan kru dipindahkan kembali. Para analis memperingatkan bahwa tumpukan jadwal ini akan menguji tingkat staf yang sudah tegang—kontrak pilot dan mekanik di kedua maskapai akan dinegosiasikan akhir tahun ini—yang bisa mendorong biaya operasional naik karena maskapai mengandalkan lembur dan sub-kontrak.
Secara praktis, pelancong bisnis disarankan memeriksa status penerbangan setiap beberapa jam, menggunakan aplikasi maskapai untuk memesan ulang secara proaktif, dan membawa salinan digital paspor serta surat keterangan kerja. Perusahaan juga mungkin perlu meninjau kembali batas kebijakan pengeluaran karena tarif hotel mendadak di sekitar Pearson dan Montréal-Trudeau melampaui CA$450 per malam saat puncak badai.
Sumber: VisaHQ Global Mobility News