
Italia bersiap menghadapi sebulan penuh gangguan transportasi yang akan menguji ketahanan para pelancong bisnis, komuter, dan pengunjung Olimpiade. Kalender yang diterbitkan pada 2 Februari mengonfirmasi 26 aksi mogok terpisah—enam di antaranya berskala nasional—meliputi sektor penerbangan, kereta jarak jauh dan regional, metro, hingga operator jalan tol.
Ujian besar pertama langsung dimulai: mogok kerja selama 23 jam oleh serikat ORSA di Trenord yang dimulai pukul 03:00 tanggal 2 Februari diperkirakan akan menyebabkan pembatalan layanan secara sporadis pada rute suburban Lombardy dan Malpensa Express, meski ada ‘fasce di garanzia’ yang diwajibkan secara hukum pada jam sibuk. Trenord telah menyiapkan bus nonstop untuk penumpang bandara yang terdampar, namun pengalaman dari aksi sebelumnya menunjukkan waktu perjalanan pintu ke pintu yang lebih lama dan kemacetan parah di pintu keluar tol A8 dan A4 menuju Malpensa.
Menjelang pertengahan bulan, fokus beralih ke sektor penerbangan. Pada 16 Februari, awak kabin Vueling akan menggelar mogok selama 24 jam, sementara staf ITA Airways mengumumkan dua aksi: mogok selama empat jam (13:00-17:00) dan mogok terpisah selama 24 jam dengan jendela jaminan parsial. Karyawan ground-handling yang tergabung dalam Assohandler dan ALHA cargo juga akan ikut mogok, menimbulkan risiko keterlambatan luas dalam pengiriman bagasi dan pengolahan kargo di bandara Rome-Fiumicino dan Milan-Malpensa.
Akhir bulan mengancam tulang punggung transportasi kereta api. Mulai pukul 21:00 tanggal 27 Februari hingga 20:59 tanggal 28 Februari, Grup FS—yang mencakup layanan jarak jauh Trenitalia, kargo Mercitalia Rail, dan layanan regional Trenitalia TPER—akan menghentikan operasional. Pelancong bisnis yang hendak menghadiri rapat akhir kuartal disarankan mempertimbangkan rute alternatif menggunakan bus atau pesawat, atau memesan penginapan dekat lokasi pertemuan.
Mengapa ini penting: Februari sudah penuh tekanan karena pembukaan Milan-Cortina 2026 pada 6 Februari. Perusahaan dengan program mobilitas sebaiknya memperbarui peringatan perjalanan, memberikan otorisasi awal untuk alternatif taksi jika jalur kereta penting, dan mengingatkan karyawan tentang ambang kompensasi sesuai Regulasi UE 261/2004 jika terjadi pembatalan penerbangan. (ansa.it)
Ujian besar pertama langsung dimulai: mogok kerja selama 23 jam oleh serikat ORSA di Trenord yang dimulai pukul 03:00 tanggal 2 Februari diperkirakan akan menyebabkan pembatalan layanan secara sporadis pada rute suburban Lombardy dan Malpensa Express, meski ada ‘fasce di garanzia’ yang diwajibkan secara hukum pada jam sibuk. Trenord telah menyiapkan bus nonstop untuk penumpang bandara yang terdampar, namun pengalaman dari aksi sebelumnya menunjukkan waktu perjalanan pintu ke pintu yang lebih lama dan kemacetan parah di pintu keluar tol A8 dan A4 menuju Malpensa.
Menjelang pertengahan bulan, fokus beralih ke sektor penerbangan. Pada 16 Februari, awak kabin Vueling akan menggelar mogok selama 24 jam, sementara staf ITA Airways mengumumkan dua aksi: mogok selama empat jam (13:00-17:00) dan mogok terpisah selama 24 jam dengan jendela jaminan parsial. Karyawan ground-handling yang tergabung dalam Assohandler dan ALHA cargo juga akan ikut mogok, menimbulkan risiko keterlambatan luas dalam pengiriman bagasi dan pengolahan kargo di bandara Rome-Fiumicino dan Milan-Malpensa.
Akhir bulan mengancam tulang punggung transportasi kereta api. Mulai pukul 21:00 tanggal 27 Februari hingga 20:59 tanggal 28 Februari, Grup FS—yang mencakup layanan jarak jauh Trenitalia, kargo Mercitalia Rail, dan layanan regional Trenitalia TPER—akan menghentikan operasional. Pelancong bisnis yang hendak menghadiri rapat akhir kuartal disarankan mempertimbangkan rute alternatif menggunakan bus atau pesawat, atau memesan penginapan dekat lokasi pertemuan.
Mengapa ini penting: Februari sudah penuh tekanan karena pembukaan Milan-Cortina 2026 pada 6 Februari. Perusahaan dengan program mobilitas sebaiknya memperbarui peringatan perjalanan, memberikan otorisasi awal untuk alternatif taksi jika jalur kereta penting, dan mengingatkan karyawan tentang ambang kompensasi sesuai Regulasi UE 261/2004 jika terjadi pembatalan penerbangan. (ansa.it)
Sumber: ANSA / Zazoom Social News