
Korsleting listrik di pembangkit listrik memicu kebakaran di Terminal 1 Bandara Internasional Chhatrapati Shivaji Maharaj Mumbai (CSMIA) pada pukul 18:10 IST, 9 April 2026. Tim pemadam kebakaran bandara berhasil mengendalikan api dalam hitungan menit; tidak ada korban luka dan operasi penerbangan tetap berjalan, namun rekaman video yang menunjukkan asap tebal di area kedatangan cepat menyebar di media sosial. Terminal 1 melayani penerbangan domestik IndiGo, SpiceJet, dan Go First. Meskipun keberangkatan tetap sesuai jadwal, beberapa penerbangan kedatangan mengalami penundaan alokasi gerbang karena tim darurat mengamankan area tersebut. Operator CSMIA memastikan pasokan listrik cadangan mencegah sistem bagasi dan kios pemrosesan penumpang mati, namun insiden ini kembali mengangkat perdebatan tentang infrastruktur listrik Terminal 1 yang sudah berusia 54 tahun. Bagi manajer perjalanan bisnis, kejadian ini menjadi pengingat penting untuk menyiapkan buffer waktu: banyak penumpang yang mengatur koneksi ketat ke bandara baru Navi Mumbai, 40 km dari lokasi, namun menghadapi kemacetan tak terduga saat jalur kendaraan Terminal 1 sempat ditutup sementara. Maskapai menyarankan penumpang untuk memantau notifikasi aplikasi dan datang lebih awal untuk penerbangan malam hingga audit keselamatan selesai. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah memerintahkan penyelidikan dan meminta semua bandara di India menyerahkan sertifikat keselamatan listrik terbaru dalam 15 hari. Broker asuransi memperingatkan premi tanggung jawab operator bandara bisa naik jika inspeksi lanjutan menemukan masalah sistemik. Kesimpulan: meski kebakaran menyebabkan gangguan minimal, perusahaan harus menganggapnya sebagai peringatan untuk meninjau rencana kontinjensi Mumbai—terutama untuk pertemuan penting di hari yang sama—sampai hasil DGCA dipublikasikan.
Sumber: The Times of India