
Jadwal maskapai regional terguncang pada 2 Mei ketika data dari perusahaan pelacak penerbangan OAG menunjukkan 255 pembatalan dan lebih dari 4.100 keterlambatan di seluruh Asia. TravelTrade.Today melaporkan bahwa maskapai India SpiceJet, China Eastern, FlyDubai, dan AirAsia menjadi yang paling terdampak, dengan efek riak dirasakan di pusat-pusat utama India seperti Bengaluru dan Mumbai. Gangguan ini menambah tekanan akibat pengurangan kapasitas Air India dan memicu kekhawatiran akan musim panas yang sulit bagi jadwal perjalanan korporat.
Di Terminal 1 Mumbai, setidaknya tiga keberangkatan SpiceJet dibatalkan tanpa pemberitahuan yang memadai pada malam 1 Mei, memicu antrean panjang dan video di media sosial yang menunjukkan penumpang menuntut pengembalian dana, menurut The Tribune. Pejabat maskapai menyebutkan kombinasi cuaca buruk pada rute kedatangan, pelanggaran batas waktu tugas kru (Flight Duty Time Limitation/FDTL), dan grounding dua Boeing 737 yang menunggu suku cadang sebagai penyebabnya. Penumpang di dalam terminal melaporkan menunggu hingga dua jam sebelum menerima voucher makanan atau opsi pemesanan ulang.
Kementerian Perhubungan Udara telah memerintahkan maskapai untuk mengirimkan dashboard kinerja harian selama delapan minggu ke depan, termasuk ketepatan waktu, ketersediaan kru, dan jadwal pemeliharaan. Kegagalan memberikan pemberitahuan proaktif kepada penumpang akan dikenai denda hingga INR 10 lakh per kejadian.
Bagi perusahaan, tugas utama saat ini adalah memastikan tanggung jawab terhadap karyawan: manajer mobilitas mendorong karyawan untuk mengunduh aplikasi maskapai, mengaktifkan notifikasi SMS, dan membawa bukti pertemuan penting agar proses pemesanan ulang di bandara bisa lebih cepat. Broker asuransi melaporkan minat pada tambahan ‘Missed Connection’ meningkat 40 persen dalam dua minggu terakhir, terutama di kalangan UKM yang mengandalkan maskapai berbiaya rendah untuk penerbangan regional.
Beberapa perusahaan multinasional sementara waktu mengalihkan perjalanan jarak pendek ke maskapai layanan penuh meski tarifnya lebih tinggi, dengan harapan manajemen gangguan yang lebih baik. Analis memperingatkan turbulensi lebih lanjut kemungkinan terjadi saat musim monsun mulai dari Juni dan maskapai harus mengatur jadwal kru yang semakin rumit akibat aturan risiko kelelahan baru yang diberlakukan April lalu.
Pelajaran bagi perencana mobilitas adalah diversifikasi opsi rute, mengamankan tarif hotel yang fleksibel, dan menjaga masa berlaku visa cukup panjang untuk mengantisipasi perubahan tanggal mendadak.
Di Terminal 1 Mumbai, setidaknya tiga keberangkatan SpiceJet dibatalkan tanpa pemberitahuan yang memadai pada malam 1 Mei, memicu antrean panjang dan video di media sosial yang menunjukkan penumpang menuntut pengembalian dana, menurut The Tribune. Pejabat maskapai menyebutkan kombinasi cuaca buruk pada rute kedatangan, pelanggaran batas waktu tugas kru (Flight Duty Time Limitation/FDTL), dan grounding dua Boeing 737 yang menunggu suku cadang sebagai penyebabnya. Penumpang di dalam terminal melaporkan menunggu hingga dua jam sebelum menerima voucher makanan atau opsi pemesanan ulang.
Kementerian Perhubungan Udara telah memerintahkan maskapai untuk mengirimkan dashboard kinerja harian selama delapan minggu ke depan, termasuk ketepatan waktu, ketersediaan kru, dan jadwal pemeliharaan. Kegagalan memberikan pemberitahuan proaktif kepada penumpang akan dikenai denda hingga INR 10 lakh per kejadian.
Bagi perusahaan, tugas utama saat ini adalah memastikan tanggung jawab terhadap karyawan: manajer mobilitas mendorong karyawan untuk mengunduh aplikasi maskapai, mengaktifkan notifikasi SMS, dan membawa bukti pertemuan penting agar proses pemesanan ulang di bandara bisa lebih cepat. Broker asuransi melaporkan minat pada tambahan ‘Missed Connection’ meningkat 40 persen dalam dua minggu terakhir, terutama di kalangan UKM yang mengandalkan maskapai berbiaya rendah untuk penerbangan regional.
Beberapa perusahaan multinasional sementara waktu mengalihkan perjalanan jarak pendek ke maskapai layanan penuh meski tarifnya lebih tinggi, dengan harapan manajemen gangguan yang lebih baik. Analis memperingatkan turbulensi lebih lanjut kemungkinan terjadi saat musim monsun mulai dari Juni dan maskapai harus mengatur jadwal kru yang semakin rumit akibat aturan risiko kelelahan baru yang diberlakukan April lalu.
Pelajaran bagi perencana mobilitas adalah diversifikasi opsi rute, mengamankan tarif hotel yang fleksibel, dan menjaga masa berlaku visa cukup panjang untuk mengantisipasi perubahan tanggal mendadak.
Sumber: TravelTrade.Today / The Tribune
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk India.Lebih Banyak Dari India
Lihat semua
Utusan Australia Soroti Fokus Mobilitas Tenaga Kerja Saat Canberra dan New Delhi Menyongsong Perjanjian Perdagangan yang Lebih Mendalam
India dan Bangladesh pulihkan layanan visa penuh setelah berbulan-bulan ketegangan diplomatik