
Mulai 27 April 2026—meskipun baru diumumkan kemarin, 7 Mei—Kantor Urusan Orang Asing Polandia (UDSC) mengalihkan seluruh proses pengajuan izin tinggal sementara dan permanen ke portal elektronik baru MOS 2.0. Formulir kertas atau pengajuan langsung kini hanya diterima dalam beberapa pengecualian terkait kemanusiaan atau disabilitas. Perubahan ini merupakan digitalisasi paling luas dalam imigrasi Polandia sejak peluncuran PESEL-UKR pada 2022. Pemohon harus membuat akun MOS pribadi, mengisi formulir web pintar yang memvalidasi data secara real-time, dan yang terpenting, menandatangani pengajuan dengan tanda tangan elektronik tingkat lanjut (Profil Zaufany atau tanda tangan berkualifikasi). Lampiran dari pemberi kerja—yang selama ini menjadi kendala—harus dilampirkan dan ditandatangani secara elektronik saat pengajuan; sistem akan memblokir pengiriman jika ada dokumen atau tanda tangan yang kurang. Bagi pemberi kerja, ini mengakhiri praktik informal pengajuan ‘placeholder’ yang digunakan untuk mengunci tanggal proses dan menambahkan dokumen kemudian. Tim HR harus berkoordinasi lebih awal dengan staf asing dan memperoleh tanda tangan elektronik *trusted-profile* untuk perwakilan perusahaan. Fragomen mencatat bahwa perusahaan yang tidak memiliki kemampuan tanda tangan elektronik ini bisa menghadapi keterlambatan mulai kerja dan penundaan perjalanan bisnis. Firma hukum menyambut baik kepastian yang dibawa portal ini—tanda terima berstempel waktu, pelacakan dashboard, dan Pemberitahuan Kekurangan otomatis—namun memperingatkan bahwa pemohon yang belum familiar dengan alat e-ID Polandia mungkin mengalami kesulitan. Karena MOS 2.0 terhubung dengan Sistem Masuk/Keluar Schengen, ketidaksesuaian data (misalnya nomor paspor yang tidak cocok dengan entri EES) kini memicu peringatan otomatis, bukan permintaan manual. Secara praktis, pemberi kerja multinasional harus memperbarui daftar periksa onboarding, menganggarkan waktu tambahan untuk tanda tangan elektronik pertama kali, dan memastikan firewall perusahaan mengizinkan akses ke domain gov.pl. Reformasi ini menegaskan strategi Warsawa untuk mengalihkan risiko kepatuhan imigrasi dari otoritas ke pemberi kerja dan pemohon itu sendiri.
Sumber: Fragomen