
Kementerian Dalam Negeri Uni telah mengeluarkan notifikasi dalam Lembaran Negara yang menetapkan Bandara Internasional Navi Mumbai (NMIA) yang dikembangkan oleh Adani sebagai pos pemeriksaan imigrasi resmi untuk masuk dan keluar India berdasarkan Undang-Undang Imigrasi dan Orang Asing 2025. Perintah ini, yang diterbitkan pada 30 Juni, membuka hambatan regulasi terakhir bagi bandara baru ini—bandara kedua di Wilayah Metropolitan Mumbai—untuk menangani penerbangan penumpang dan kargo internasional terjadwal mulai 15 Juli.
Bagi para pelaku bisnis, langkah ini mengakhiri kemacetan yang selama ini terjadi karena hanya ada satu bandara di Mumbai. Fase pertama NMIA menawarkan enam gerbang elektronik dengan teknologi biometrik untuk masuk/keluar serta jalur khusus bagi pemegang e-Visa dan anggota Program Perjalanan Cepat (FTI-TTP). Adani Airport Holdings memperkirakan jumlah penumpang harian akan meningkat dari 20.000 penumpang domestik saat ini menjadi 50.000 setelah layanan internasional mulai beroperasi, dengan 380 pergerakan pesawat per hari pada akhir tahun.
Perusahaan yang beroperasi di Navi Mumbai, Pune, dan koridor logistik Mumbai–Pune yang berkembang pesat kini dapat menghemat hingga 90 menit waktu perjalanan dibandingkan dengan Bandara Internasional Chhatrapati Shivaji Maharaj (BOM) yang padat. Pengirim barang juga mengantisipasi waktu tunggu yang lebih singkat karena bea cukai dan imigrasi akan beroperasi 24 jam sehari di kawasan kargo terpadu.
Perusahaan manajemen perjalanan disarankan untuk memperbarui alat pemesanan agar mencantumkan kode bandara baru (NMI) dan memastikan profil karyawan mencantumkan pelabuhan masuk yang benar saat mengajukan visa India atau persetujuan e-Visa. Maskapai penerbangan diperkirakan akan mengumumkan rute jarak jauh perdana ke Dubai, Singapura, dan Frankfurt setelah alokasi kursi bilateral disetujui.
Selain kemudahan komersial, notifikasi NMIA ini sejalan dengan strategi India untuk memperluas jaringan pos imigrasi darat, laut, dan udara yang kini berjumlah 38 bandara, guna mengakomodasi arus kedatangan yang memecahkan rekor dengan lebih dari 20,6 juta kedatangan pada tahun 2024.
Bagi para pelaku bisnis, langkah ini mengakhiri kemacetan yang selama ini terjadi karena hanya ada satu bandara di Mumbai. Fase pertama NMIA menawarkan enam gerbang elektronik dengan teknologi biometrik untuk masuk/keluar serta jalur khusus bagi pemegang e-Visa dan anggota Program Perjalanan Cepat (FTI-TTP). Adani Airport Holdings memperkirakan jumlah penumpang harian akan meningkat dari 20.000 penumpang domestik saat ini menjadi 50.000 setelah layanan internasional mulai beroperasi, dengan 380 pergerakan pesawat per hari pada akhir tahun.
Perusahaan yang beroperasi di Navi Mumbai, Pune, dan koridor logistik Mumbai–Pune yang berkembang pesat kini dapat menghemat hingga 90 menit waktu perjalanan dibandingkan dengan Bandara Internasional Chhatrapati Shivaji Maharaj (BOM) yang padat. Pengirim barang juga mengantisipasi waktu tunggu yang lebih singkat karena bea cukai dan imigrasi akan beroperasi 24 jam sehari di kawasan kargo terpadu.
Perusahaan manajemen perjalanan disarankan untuk memperbarui alat pemesanan agar mencantumkan kode bandara baru (NMI) dan memastikan profil karyawan mencantumkan pelabuhan masuk yang benar saat mengajukan visa India atau persetujuan e-Visa. Maskapai penerbangan diperkirakan akan mengumumkan rute jarak jauh perdana ke Dubai, Singapura, dan Frankfurt setelah alokasi kursi bilateral disetujui.
Selain kemudahan komersial, notifikasi NMIA ini sejalan dengan strategi India untuk memperluas jaringan pos imigrasi darat, laut, dan udara yang kini berjumlah 38 bandara, guna mengakomodasi arus kedatangan yang memecahkan rekor dengan lebih dari 20,6 juta kedatangan pada tahun 2024.
Sumber: ET Infra (The Economic Times)