
Para wisatawan Swiss yang menuju ke selatan pada akhir pekan pertama pergantian besar liburan musim panas sekolah menghadapi kemacetan sepanjang sepuluh kilometer pada pukul 6 pagi Sabtu, 25 Juli. Menurut Touring Club Suisse (TCS), antrean di A2 antara Erstfeld dan Göschenen menyebabkan keterlambatan sekitar satu jam 40 menit, memaksa banyak pengendara meninggalkan rute ikonik Gotthard dan memilih jalur memutar melalui terowongan San-Bernardino A13. Kemacetan musiman di Gotthard bukan hal baru, namun antrean kali ini datang lebih awal dan tumbuh lebih cepat dibandingkan rekor 20 kilometer yang tercatat Sabtu sebelumnya. Beberapa faktor berkontribusi: dimulainya liburan di kanton Zurich dan Bern, gelombang kedua pelancong dari North-Rhine Westphalia di Jerman, serta cuaca yang sangat hangat yang mendorong para pelancong berangkat sebelum matahari terbit. Terowongan Gotthard adalah salah satu koridor perdagangan dan wisata tersibuk di Eropa yang menghubungkan lalu lintas Belanda, Jerman, dan Swiss menuju Italia. Karena terowongan yang ada hanya memiliki satu jalur per arah, konsep keselamatan mengharuskan penutupan terowongan saat kemacetan mencapai ambang kritis—meskipun memperparah keterlambatan, hal ini mengurangi risiko kecelakaan di dalam terowongan sepanjang 17 kilometer tersebut. Kemacetan panjang di A2 berdampak nyata pada ekonomi: perusahaan logistik harus membayar denda keterlambatan pengiriman, operator tur harus menjadwal ulang waktu istirahat sopir bus sesuai aturan, dan pekerja lintas batas kehilangan jam kerja. TCS menyarankan perusahaan menjadwalkan pengiriman ke selatan pada malam hari di tengah pekan dan mendorong karyawan bekerja dari rumah pada hari-hari puncak. Solusi sudah di depan mata, tapi belum segera. Terowongan jalan kedua Gotthard sedang dibangun dan dijadwalkan buka pada 2032; sampai saat itu, kapasitas tetap terbatas. Untuk saat ini, pengendara bisa mengurangi beban dengan menggunakan aplikasi lalu lintas, membawa air ekstra, dan—jika memungkinkan—memilih rute San-Bernardino atau Lötschberg yang indah namun lebih sepi.
Sumber: SWI swissinfo.ch