
Kementerian Dalam Negeri Italia secara resmi memperpanjang penangguhan kebebasan bergerak Schengen di perbatasan udara dan pelabuhan dengan Spanyol selama 15 hari lagi, hingga 1 Oktober 2026. Keputusan yang diterbitkan pada 15 September ini menyebutkan “risiko tinggi yang terus berlanjut terhadap keamanan dalam negeri” terkait dengan masuknya lebih dari 72.000 migran ke enklave Afrika Utara Spanyol, Ceuta, pada akhir Juli. Berdasarkan Pasal 25 Kode Perbatasan Schengen, negara anggota hanya boleh memberlakukan pemeriksaan perbatasan internal sebagai langkah terakhir dan bersifat sementara untuk menghadapi ancaman serius; langkah awal Roma dimulai pada 1 Agustus dan sudah diperpanjang dua kali.
Secara praktis, kebijakan ini berarti penumpang yang tiba di Italia dari bandara atau pelabuhan manapun di Spanyol—termasuk rute bisnis padat Madrid-Milan dan Barcelona-Roma—harus siap menjalani pemeriksaan identitas oleh polisi secara acak saat kedatangan. Maskapai penerbangan dan operator feri wajib terus mengirimkan Informasi Penumpang Awal (API) ke otoritas Italia, dan mereka diingatkan bahwa kegagalan memverifikasi dokumen perjalanan dapat berujung pada denda sesuai Peraturan Legislatif 286/1998. Pelancong yang melanjutkan perjalanan dalam Uni Eropa disarankan menyediakan waktu ekstra untuk pemeriksaan manual.
Bagi perusahaan yang mengelola tugas lintas batas, perpanjangan ini memperpanjang tantangan kepatuhan. Warga negara Spanyol dan penduduk UE tetap bebas visa, namun harus membawa paspor atau kartu identitas nasional yang sah untuk diperiksa; karyawan yang biasanya bepergian hanya dengan kartu identitas harus diberi pengarahan. Perusahaan logistik yang mengirimkan kargo penting dari pelabuhan Barcelona ke Genoa melaporkan keterlambatan rata-rata 25–40 menit, meskipun otoritas Italia menegaskan alur barang tetap “difasilitasi selama keamanan memungkinkan.”
Secara diplomatik, langkah ini menegaskan semakin melebar jurang antara Roma dan Madrid terkait pembagian beban migrasi. Spanyol telah memberlakukan pemeriksaan serupa sejak 8 September dan menyatakan perpanjangan mereka akan “sangat bersifat timbal balik.” Komisi Eropa sejauh ini belum memberikan pendapat publik mengenai proporsionalitas, namun diperkirakan akan mengangkat isu ini dalam Dewan Kehakiman dan Urusan Dalam Negeri (JHA) pada 20 September.
Ke depan, pengelola mobilitas harus mencermati dua tanggal penting: 22 September, saat pemberitahuan Spanyol saat ini berakhir, dan 30 September, ketika Italia harus memutuskan apakah akan memperluas pemeriksaan di perbatasan darat selama KTT Komunitas Politik Eropa di Granada. Jika penangguhan berlanjut, perjalanan proyek antara dua raksasa Mediterania ini bisa mengalami gangguan berkala hingga kuartal keempat.
Secara praktis, kebijakan ini berarti penumpang yang tiba di Italia dari bandara atau pelabuhan manapun di Spanyol—termasuk rute bisnis padat Madrid-Milan dan Barcelona-Roma—harus siap menjalani pemeriksaan identitas oleh polisi secara acak saat kedatangan. Maskapai penerbangan dan operator feri wajib terus mengirimkan Informasi Penumpang Awal (API) ke otoritas Italia, dan mereka diingatkan bahwa kegagalan memverifikasi dokumen perjalanan dapat berujung pada denda sesuai Peraturan Legislatif 286/1998. Pelancong yang melanjutkan perjalanan dalam Uni Eropa disarankan menyediakan waktu ekstra untuk pemeriksaan manual.
Bagi perusahaan yang mengelola tugas lintas batas, perpanjangan ini memperpanjang tantangan kepatuhan. Warga negara Spanyol dan penduduk UE tetap bebas visa, namun harus membawa paspor atau kartu identitas nasional yang sah untuk diperiksa; karyawan yang biasanya bepergian hanya dengan kartu identitas harus diberi pengarahan. Perusahaan logistik yang mengirimkan kargo penting dari pelabuhan Barcelona ke Genoa melaporkan keterlambatan rata-rata 25–40 menit, meskipun otoritas Italia menegaskan alur barang tetap “difasilitasi selama keamanan memungkinkan.”
Secara diplomatik, langkah ini menegaskan semakin melebar jurang antara Roma dan Madrid terkait pembagian beban migrasi. Spanyol telah memberlakukan pemeriksaan serupa sejak 8 September dan menyatakan perpanjangan mereka akan “sangat bersifat timbal balik.” Komisi Eropa sejauh ini belum memberikan pendapat publik mengenai proporsionalitas, namun diperkirakan akan mengangkat isu ini dalam Dewan Kehakiman dan Urusan Dalam Negeri (JHA) pada 20 September.
Ke depan, pengelola mobilitas harus mencermati dua tanggal penting: 22 September, saat pemberitahuan Spanyol saat ini berakhir, dan 30 September, ketika Italia harus memutuskan apakah akan memperluas pemeriksaan di perbatasan darat selama KTT Komunitas Politik Eropa di Granada. Jika penangguhan berlanjut, perjalanan proyek antara dua raksasa Mediterania ini bisa mengalami gangguan berkala hingga kuartal keempat.
Sumber: Associated Press / EU Commission