
Platform pemantauan antrean waktu nyata QSensor melaporkan waktu tunggu rata-rata dua menit untuk pemeriksaan keamanan di Terminal 2F Bandara Paris-Charles-de-Gaulle pada pukul 07:23 Sabtu, 19 September. Angka ini konsisten dengan data sejak Sistem Masuk/Keluar Uni Eropa (EES) menjadi wajib bagi pelancong negara ketiga dengan masa tinggal singkat awal bulan ini. Data tersebut menunjukkan bahwa kios pra-pendaftaran yang dipasang oleh polisi perbatasan Prancis mampu menangani volume penumpang saat ini tanpa penundaan berarti. Namun, petugas perbatasan mengingatkan bahwa volume penumpang masih di bawah puncak liburan sekolah Oktober dan penumpang yang belum terbiasa dapat menyebabkan kemacetan jika sidik jari gagal terbaca. Oleh karena itu, maskapai tetap menyarankan pelancong non-Uni Eropa untuk tiba setidaknya dua jam sebelum keberangkatan dan menyediakan waktu ekstra jika kios EES ditempatkan sebelum, bukan setelah, pemeriksaan keamanan.
Bagi tim mobilitas yang memindahkan staf ke Prancis, awal yang lancar ini sangat menggembirakan. Berbeda dengan beberapa bandara di Spanyol dan Portugal yang mengalami antrean panjang hingga satu jam akibat masalah awal, penerapan EES di CDG mendapat keuntungan dari uji coba ekstensif selama Olimpiade 2024. Perusahaan tetap disarankan untuk mengingatkan karyawan yang tiba agar melepas masker dan kacamata saat menggunakan kamera pengenalan wajah, serta membawa dokumen perjalanan alternatif jika chip paspor utama rusak.
Ke depan, operator bandara ADP berencana memperluas jalur EES ke Terminal 1 pada pertengahan Oktober, bertepatan dengan dimulainya kembali beberapa rute ke Amerika Utara. Jika arus penumpang tetap stabil, ADP mungkin akan mengurangi jumlah loket yang dijaga petugas dan mengalihkan mereka ke tugas profil risiko, yang berpotensi mempercepat proses bagi pelancong bisnis yang sering bepergian. Untuk saat ini, data awal ini memberikan keyakinan bahwa EES—yang sering dianggap sebagai potensi hambatan kapasitas—tidak akan mengganggu secara signifikan para pelancong bisnis di pintu gerbang internasional utama Prancis.
Bagi tim mobilitas yang memindahkan staf ke Prancis, awal yang lancar ini sangat menggembirakan. Berbeda dengan beberapa bandara di Spanyol dan Portugal yang mengalami antrean panjang hingga satu jam akibat masalah awal, penerapan EES di CDG mendapat keuntungan dari uji coba ekstensif selama Olimpiade 2024. Perusahaan tetap disarankan untuk mengingatkan karyawan yang tiba agar melepas masker dan kacamata saat menggunakan kamera pengenalan wajah, serta membawa dokumen perjalanan alternatif jika chip paspor utama rusak.
Ke depan, operator bandara ADP berencana memperluas jalur EES ke Terminal 1 pada pertengahan Oktober, bertepatan dengan dimulainya kembali beberapa rute ke Amerika Utara. Jika arus penumpang tetap stabil, ADP mungkin akan mengurangi jumlah loket yang dijaga petugas dan mengalihkan mereka ke tugas profil risiko, yang berpotensi mempercepat proses bagi pelancong bisnis yang sering bepergian. Untuk saat ini, data awal ini memberikan keyakinan bahwa EES—yang sering dianggap sebagai potensi hambatan kapasitas—tidak akan mengganggu secara signifikan para pelancong bisnis di pintu gerbang internasional utama Prancis.
Sumber: QSensor Live Wait-Time Feed