
Beberapa jam sebelum GCAA menghentikan operasional maskapai Iran, penumpang di Bandara Internasional Dubai, Al Maktoum (DWC), dan Abu Dhabi mengalami serangkaian penundaan dan pembatalan penerbangan akibat pembatasan penerbangan terkait Iran yang semakin ketat. Pada 23 September saja, lebih dari 60 keberangkatan dan kedatangan tertunda—beberapa hingga delapan jam—dan setidaknya 20 penerbangan dibatalkan, termasuk rute ke Kozhikode, Kochi, Muscat, Tehran, dan Lahore. Maskapai besar UAE seperti Emirates, Etihad, flydubai, dan Air Arabia terpaksa mengatur ulang jadwal karena slot pengelolaan lalu lintas udara semakin terbatas di Selat Hormuz. Beberapa maskapai asing, termasuk Air France dan KLM, memperpanjang penghentian operasional di Dubai hingga pertengahan Oktober, sementara maskapai Eropa seperti Lufthansa dan SWISS hanya berencana kembali secara hati-hati mulai akhir Oktober. Dampak bagi pelaku bisnis sangat besar: tanggal mulai visa, pemesanan hotel, dan jadwal pertemuan terus tertunda, sementara batas harian dalam kebijakan mobilitas sering terlampaui. Perusahaan disarankan memanfaatkan kebijakan pembebasan biaya perubahan tiket dan mengingatkan karyawan bahwa aturan imigrasi UAE memberikan masa tenggang 10 hari untuk sebagian besar visa kunjungan, meski denda akan dikenakan setelahnya. Konsultan risiko perjalanan juga mencatat beberapa pemerintah—termasuk AS, Australia, dan Kanada—masih mengimbau “pertimbangkan kembali perjalanan” atau “berhati-hatilah tinggi” ke UAE karena potensi eskalasi regional. Oleh karena itu, perusahaan harus memantau pergerakan pelancong secara real-time dan memastikan klausul evakuasi darurat mencakup penutupan ruang udara. Meski Pusat Meteorologi Nasional memperkirakan kondisi lebih tenang pekan depan, analis penerbangan memperingatkan kelangkaan slot akan berlanjut sampai situasi geopolitik regional stabil. Pengalihan rute secara proaktif (misalnya lewat Riyadh atau Doha) dan kebijakan kerja fleksibel dari mana saja dapat mengurangi dampak pada proyek-proyek penting.
Sumber: Gulf News