
Hanya dua hari sebelum briefing mobilitas hari ini, Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) secara tiba-tiba mencabut aturan masa pandemi yang memberikan perpanjangan otomatis hingga 540 hari untuk Dokumen Otorisasi Kerja (EAD). Mulai 30 Oktober 2025, pemohon perpanjangan tidak lagi mendapatkan masa tenggang otomatis dan harus menunggu keputusan penuh sebelum dapat melanjutkan bekerja, kecuali jika kategori perpanjangan otomatis lain (misalnya TPS) berlaku.
Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem menyatakan keputusan ini diambil setelah serangan yang mendapat sorotan tinggi di Colorado, yang dilakukan oleh seorang pencari suaka dengan izin kerja yang diperpanjang otomatis di bawah pemerintahan sebelumnya. DHS berargumen bahwa kembali ke aturan masa berlaku standar memungkinkan pemeriksaan yang lebih ketat dan mengurangi risiko keamanan.
Bagi pemberi kerja, perubahan kebijakan ini berlaku segera: staf dengan EAD yang habis masa berlakunya setelah 30 Oktober 2025 bisa mengalami gangguan kerja jika USCIS belum menyetujui perpanjangan mereka. Tim mobilitas perusahaan disarankan untuk memeriksa semua karyawan asing dengan EAD—termasuk kategori L-2, H-4, AOS yang sedang diproses, dan pencari suaka—dan mengajukan permohonan perpanjangan setidaknya enam bulan sebelumnya.
Para advokat imigrasi memperingatkan bahwa waktu pemrosesan saat ini rata-rata mencapai sembilan bulan. Tanpa perlindungan otomatis, puluhan ribu pekerja kesehatan, kontraktor TI, dan staf musiman bisa kehilangan status kerja, yang berpotensi mengganggu operasional bisnis menjelang puncak musim liburan. Beberapa serikat pekerja sedang melobi Kongres untuk mengembalikan perpanjangan sementara, namun kemungkinan disetujui di tengah penutupan pemerintahan sangat kecil.
Secara praktis, pemberi kerja disarankan menyiapkan template penundaan pemutusan kerja, mengeksplorasi opsi visa alternatif (seperti H-1B yang bebas kuota), dan berkoordinasi dengan penasihat hukum vendor untuk memprioritaskan kasus yang terdampak. Komunikasi internal harus mengingatkan manajer bahwa ketidakmampuan bekerja karena EAD yang kedaluwarsa bukan alasan pemecatan jika cuti tanpa gaji dapat diberikan sambil menunggu persetujuan.
Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem menyatakan keputusan ini diambil setelah serangan yang mendapat sorotan tinggi di Colorado, yang dilakukan oleh seorang pencari suaka dengan izin kerja yang diperpanjang otomatis di bawah pemerintahan sebelumnya. DHS berargumen bahwa kembali ke aturan masa berlaku standar memungkinkan pemeriksaan yang lebih ketat dan mengurangi risiko keamanan.
Bagi pemberi kerja, perubahan kebijakan ini berlaku segera: staf dengan EAD yang habis masa berlakunya setelah 30 Oktober 2025 bisa mengalami gangguan kerja jika USCIS belum menyetujui perpanjangan mereka. Tim mobilitas perusahaan disarankan untuk memeriksa semua karyawan asing dengan EAD—termasuk kategori L-2, H-4, AOS yang sedang diproses, dan pencari suaka—dan mengajukan permohonan perpanjangan setidaknya enam bulan sebelumnya.
Para advokat imigrasi memperingatkan bahwa waktu pemrosesan saat ini rata-rata mencapai sembilan bulan. Tanpa perlindungan otomatis, puluhan ribu pekerja kesehatan, kontraktor TI, dan staf musiman bisa kehilangan status kerja, yang berpotensi mengganggu operasional bisnis menjelang puncak musim liburan. Beberapa serikat pekerja sedang melobi Kongres untuk mengembalikan perpanjangan sementara, namun kemungkinan disetujui di tengah penutupan pemerintahan sangat kecil.
Secara praktis, pemberi kerja disarankan menyiapkan template penundaan pemutusan kerja, mengeksplorasi opsi visa alternatif (seperti H-1B yang bebas kuota), dan berkoordinasi dengan penasihat hukum vendor untuk memprioritaskan kasus yang terdampak. Komunikasi internal harus mengingatkan manajer bahwa ketidakmampuan bekerja karena EAD yang kedaluwarsa bukan alasan pemecatan jika cuti tanpa gaji dapat diberikan sambil menunggu persetujuan.
Sumber: New York Post (DHS statement)
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Amerika Serikat.Lebih Banyak Dari Amerika Serikat
Lihat semua
Departemen Luar Negeri Pindahkan Semua Wawancara Visa Imigran ke Negara Tempat Tinggal Pemohon
Penutupan Pemerintah Menghentikan Layanan E-Verify dan Memperlambat Proses Visa Saat Tahun Anggaran Baru Dimulai