
Grup Cathay melaporkan pemulihan yang kuat selama sebulan penuh, mengumumkan pada 24 November bahwa maskapai mereka mengangkut lebih dari 3,2 juta penumpang pada Oktober—naik 21 persen dibanding September dan 29 persen secara tahunan. Faktor keterisian penumpang mencapai 85,8 persen, tertinggi untuk Oktober dalam beberapa tahun terakhir, didorong oleh Pekan Emas China, pameran regional, dan meningkatnya permintaan kelas premium.
Volume kargo juga naik 6,4 persen secara tahunan menjadi 151.000 ton, didukung oleh e-commerce yang sensitif waktu dan aliran produk segar ke daratan China. Cathay Cargo memperkirakan momentum ini akan berlanjut hingga puncak tradisional Natal, dengan pemesanan kuat di rute trans-Pasifik dan intra-Asia.
Dari sisi jaringan, Cathay Pacific baru saja meluncurkan penerbangan harian ke Changsha dan mengembalikan rute Adelaide (tiga kali seminggu), sementara anak perusahaan hemat biaya HK Express akan menambah rute ke Kota Kinabalu bulan ini. Secara total, grup ini akan menawarkan sekitar 330 penerbangan pulang-pergi mingguan ke daratan China, 100 ke Oseania, dan 430 ke Asia Tenggara selama jadwal musim dingin utara—mendekati 80 persen kapasitas sebelum pandemi.
Bagi manajer mobilitas korporat, peningkatan ini berarti lebih banyak kursi tersedia dan lebih banyak pilihan penerbangan langsung ke kota-kota sekunder di China dan Australia. Pemesanan untuk Desember menunjukkan lalu lintas yang sangat kuat dari Amerika Utara dan Eropa karena diaspora Hong Kong merencanakan perjalanan pulang.
Namun tantangan masih ada: maskapai masih merekrut pilot dan staf darat untuk mengembalikan jadwal penuh seperti sebelum COVID, dan harga bahan bakar tetap bergejolak. Meski begitu, analis mengatakan data lalu lintas terbaru ini mendukung target Cathay mencapai 100 persen kapasitas 2019 pada akhir 2026, memperkuat status Bandara Internasional Hong Kong sebagai hub utama di Kawasan Teluk Besar.
Volume kargo juga naik 6,4 persen secara tahunan menjadi 151.000 ton, didukung oleh e-commerce yang sensitif waktu dan aliran produk segar ke daratan China. Cathay Cargo memperkirakan momentum ini akan berlanjut hingga puncak tradisional Natal, dengan pemesanan kuat di rute trans-Pasifik dan intra-Asia.
Dari sisi jaringan, Cathay Pacific baru saja meluncurkan penerbangan harian ke Changsha dan mengembalikan rute Adelaide (tiga kali seminggu), sementara anak perusahaan hemat biaya HK Express akan menambah rute ke Kota Kinabalu bulan ini. Secara total, grup ini akan menawarkan sekitar 330 penerbangan pulang-pergi mingguan ke daratan China, 100 ke Oseania, dan 430 ke Asia Tenggara selama jadwal musim dingin utara—mendekati 80 persen kapasitas sebelum pandemi.
Bagi manajer mobilitas korporat, peningkatan ini berarti lebih banyak kursi tersedia dan lebih banyak pilihan penerbangan langsung ke kota-kota sekunder di China dan Australia. Pemesanan untuk Desember menunjukkan lalu lintas yang sangat kuat dari Amerika Utara dan Eropa karena diaspora Hong Kong merencanakan perjalanan pulang.
Namun tantangan masih ada: maskapai masih merekrut pilot dan staf darat untuk mengembalikan jadwal penuh seperti sebelum COVID, dan harga bahan bakar tetap bergejolak. Meski begitu, analis mengatakan data lalu lintas terbaru ini mendukung target Cathay mencapai 100 persen kapasitas 2019 pada akhir 2026, memperkuat status Bandara Internasional Hong Kong sebagai hub utama di Kawasan Teluk Besar.
Sumber: Cathay Pacific press release
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Hong Kong.Lebih Banyak Dari Hong Kong
Lihat semua
Analis Jadi Optimis pada Cathay Setelah Faktor Muatan Mencapai Lebih dari 85% dan Pemesanan Liburan Meningkat Tajam
Pemilihan Suara Memilih 1.700 Pengemudi Guangdong untuk Masuk Langsung Pertama ke Pusat Kota Hong Kong