
Air France mengonfirmasi pada 9 Desember 2025 bahwa mereka akan meluncurkan kembali layanan dari London Gatwick untuk pertama kalinya dalam 19 tahun, dengan mengoperasikan dua penerbangan harian Airbus A220 ke Paris Charles-de-Gaulle mulai 29 Maret 2026. Langkah ini memperluas jejak maskapai di Inggris selain operasi lama mereka di Heathrow, sekaligus menjadi upaya Gatwick menarik maskapai legacy setelah penurunan selama pandemi.
Jadwal penerbangan dirancang untuk perjalanan bisnis pulang-pergi dalam sehari: keberangkatan dari Gatwick pukul 09:20 dan 15:45, dengan penerbangan ke utara dari CDG pukul 10:30 dan 17:10. Air France akan menawarkan konektivitas penuh SkyTeam melalui CDG, termasuk penerbangan lanjutan ke Toulouse, Marseille, dan Lyon yang populer di kalangan perusahaan teknik, farmasi, dan barang mewah berbasis di Inggris.
Bagi manajer mobilitas, rute baru ini menyediakan kapasitas kursi tambahan selama musim sibuk Paskah dan musim panas di Prancis, serta memberikan leverage penetapan tarif terhadap easyJet dan Vueling yang sudah melayani koridor LGW-Paris. Perusahaan dengan kantor di selatan London atau sepanjang Pantai Selatan dapat menghemat waktu transfer darat hingga satu jam dibandingkan dengan Heathrow.
CEO Gatwick, Stewart Wingate, menyambut pengumuman ini sebagai bukti strategi pemulihan bandara, sementara GM Air France UK-Irlandia, Fahmi Mahjoub, mengatakan maskapai “menanggapi permintaan kuat untuk Paris pasca Olimpiade 2024 dan menjelang Olimpiade Musim Dingin 2026 di Italia.” Tiket akan mulai dijual minggu depan, dengan tarif Business Flex pengenalan yang ditujukan untuk UKM.
Meski peluncuran masih tiga bulan lagi, tim HR yang mengatur relokasi musim semi atau awal penugasan sebaiknya memasukkan Gatwick dalam panduan kebijakan dan daftar pemasok pilihan, terutama bagi staf yang tinggal di Sussex, Surrey, atau Kent.
Jadwal penerbangan dirancang untuk perjalanan bisnis pulang-pergi dalam sehari: keberangkatan dari Gatwick pukul 09:20 dan 15:45, dengan penerbangan ke utara dari CDG pukul 10:30 dan 17:10. Air France akan menawarkan konektivitas penuh SkyTeam melalui CDG, termasuk penerbangan lanjutan ke Toulouse, Marseille, dan Lyon yang populer di kalangan perusahaan teknik, farmasi, dan barang mewah berbasis di Inggris.
Bagi manajer mobilitas, rute baru ini menyediakan kapasitas kursi tambahan selama musim sibuk Paskah dan musim panas di Prancis, serta memberikan leverage penetapan tarif terhadap easyJet dan Vueling yang sudah melayani koridor LGW-Paris. Perusahaan dengan kantor di selatan London atau sepanjang Pantai Selatan dapat menghemat waktu transfer darat hingga satu jam dibandingkan dengan Heathrow.
CEO Gatwick, Stewart Wingate, menyambut pengumuman ini sebagai bukti strategi pemulihan bandara, sementara GM Air France UK-Irlandia, Fahmi Mahjoub, mengatakan maskapai “menanggapi permintaan kuat untuk Paris pasca Olimpiade 2024 dan menjelang Olimpiade Musim Dingin 2026 di Italia.” Tiket akan mulai dijual minggu depan, dengan tarif Business Flex pengenalan yang ditujukan untuk UKM.
Meski peluncuran masih tiga bulan lagi, tim HR yang mengatur relokasi musim semi atau awal penugasan sebaiknya memasukkan Gatwick dalam panduan kebijakan dan daftar pemasok pilihan, terutama bagi staf yang tinggal di Sussex, Surrey, atau Kent.
Sumber: The Sun (Travel)