
Penasihat migrasi memperingatkan manajer mobilitas korporat dan pelancong untuk bersiap menghadapi keterlambatan pemrosesan di sebagian besar kelas visa Australia karena Departemen Dalam Negeri (DHA) sedang mengalami penurunan staf tahunan selama musim panas. Data VisaHQ yang dirilis pada 8 Januari 2026 menunjukkan ketersediaan petugas visa turun sekitar 70 persen dibandingkan pertengahan November. Jumlah permintaan informasi Pasal 56 dan pemberitahuan persetujuan visa juga menurun secara proporsional, meninggalkan ribuan aplikasi—terutama di jalur visa keterampilan, reuni keluarga, dan kunjungan—tertunda dalam antrean.
Perlambatan ini terjadi setiap periode Natal–Tahun Baru, namun tahun ini lebih terasa karena bertepatan dengan lonjakan undangan migrasi keterampilan yang dikeluarkan pada November 2025. Para praktisi memperkirakan berkas yang diajukan setelah 20 Desember kemungkinan tidak akan diproses hingga sekitar Hari Australia (26 Januari), saat shift lembur biasanya dimulai untuk mengembalikan tingkat layanan.
Bagi perusahaan, waktu ini cukup merepotkan. Banyak tim HR merencanakan tanggal mulai kerja pada Februari untuk karyawan asing dengan asumsi waktu median 15-21 hari yang dipublikasikan untuk visa Temporary Skill Shortage (subclass 482). Namun, proses onboarding bisa mundur hingga Maret, memengaruhi jadwal proyek dan perkiraan penggajian. Beberapa pemberi kerja beralih ke jalur perjanjian tenaga kerja atau perusahaan penyedia tenaga kerja sementara sebagai solusi jangka pendek, meskipun ini menambah kompleksitas kepatuhan dan biaya.
Penasihat berpengalaman menyarankan agar pemeriksaan medis, cek kepolisian, dan penilaian keterampilan dilakukan lebih awal agar aplikasi siap diputuskan saat petugas kembali bertugas. Perusahaan juga disarankan menganggarkan biaya perjalanan sementara: jika Bridging Visa B seorang pekerja habis masa berlakunya saat mereka berada di luar negeri, izin masuk kembali bisa ditolak, menyebabkan biaya karantina atau masalah pengalihan rute. Pelancong individu diingatkan bahwa maskapai penerbangan akan menolak keberangkatan tanpa persetujuan visa yang tercatat dalam sistem Advance Passenger Processing (APP) Australia.
DHA telah mengedarkan memo internal yang mengumumkan kampanye lembur akhir pekan pada akhir Januari, meniru operasi tahun 2025 yang berhasil menyelesaikan lebih dari 18.000 kasus tertunda dalam tiga minggu. Meskipun jeda ini bersifat sementara, perusahaan disarankan untuk berkomunikasi secara proaktif dengan para pemangku kepentingan guna mengelola ekspektasi dan menghindari eskalasi mendadak.
Perlambatan ini terjadi setiap periode Natal–Tahun Baru, namun tahun ini lebih terasa karena bertepatan dengan lonjakan undangan migrasi keterampilan yang dikeluarkan pada November 2025. Para praktisi memperkirakan berkas yang diajukan setelah 20 Desember kemungkinan tidak akan diproses hingga sekitar Hari Australia (26 Januari), saat shift lembur biasanya dimulai untuk mengembalikan tingkat layanan.
Bagi perusahaan, waktu ini cukup merepotkan. Banyak tim HR merencanakan tanggal mulai kerja pada Februari untuk karyawan asing dengan asumsi waktu median 15-21 hari yang dipublikasikan untuk visa Temporary Skill Shortage (subclass 482). Namun, proses onboarding bisa mundur hingga Maret, memengaruhi jadwal proyek dan perkiraan penggajian. Beberapa pemberi kerja beralih ke jalur perjanjian tenaga kerja atau perusahaan penyedia tenaga kerja sementara sebagai solusi jangka pendek, meskipun ini menambah kompleksitas kepatuhan dan biaya.
Penasihat berpengalaman menyarankan agar pemeriksaan medis, cek kepolisian, dan penilaian keterampilan dilakukan lebih awal agar aplikasi siap diputuskan saat petugas kembali bertugas. Perusahaan juga disarankan menganggarkan biaya perjalanan sementara: jika Bridging Visa B seorang pekerja habis masa berlakunya saat mereka berada di luar negeri, izin masuk kembali bisa ditolak, menyebabkan biaya karantina atau masalah pengalihan rute. Pelancong individu diingatkan bahwa maskapai penerbangan akan menolak keberangkatan tanpa persetujuan visa yang tercatat dalam sistem Advance Passenger Processing (APP) Australia.
DHA telah mengedarkan memo internal yang mengumumkan kampanye lembur akhir pekan pada akhir Januari, meniru operasi tahun 2025 yang berhasil menyelesaikan lebih dari 18.000 kasus tertunda dalam tiga minggu. Meskipun jeda ini bersifat sementara, perusahaan disarankan untuk berkomunikasi secara proaktif dengan para pemangku kepentingan guna mengelola ekspektasi dan menghindari eskalasi mendadak.
Sumber: VisaHQ Global Mobility News