
Para pelancong yang melewati dua rute kota tersibuk di Prancis menghadapi awal yang sulit pada liburan musim semi tanggal 11 April 2026, akibat aksi mogok yang tumpang tindih dan kekurangan staf yang kronis yang mengguncang jaringan penerbangan nasional. Data dari perusahaan pelacak penerbangan Cirium menunjukkan setidaknya 75 pembatalan dan 186 keterlambatan dalam satu hari, dengan bandara Paris-Charles-de-Gaulle, Paris-Orly, dan Nice-Côte d’Azur menjadi yang paling terdampak. Gangguan ini berasal dari mogok kerja selama 24 jam oleh serikat pengendali lalu lintas udara minoritas yang menolak reformasi jadwal kerja, ditambah dengan mogok terpisah oleh kru kabin di salah satu maskapai berbiaya rendah utama.
Meskipun Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil Prancis mempertahankan layanan minimum, pembatasan slot memaksa maskapai memangkas jadwal hingga 25% dan mengalihkan beberapa penerbangan jarak jauh melalui wilayah udara Spanyol atau Jerman, yang menambah biaya bahan bakar dan tugas kru. Operator bandara Groupe ADP mengakui waktu tunggu di pos pemeriksaan keamanan Terminal 2E mencapai puncak 45 menit, jauh di atas target 30 menit, karena kesulitan merekrut 1.200 petugas tambahan yang dijanjikan sebelum musim panas yang sibuk dan persiapan Paralympic 2026. Di Nice, keterlambatan keberangkatan pagi hari berimbas sepanjang hari akibat waktu pergantian pesawat yang ketat dan keterbatasan ketersediaan gerbang.
Bagi pelancong bisnis, dampaknya signifikan: koneksi penerbangan yang terlewat, menginap mendadak di hotel, dan potensi klaim kompensasi EU261 yang bisa mencapai jutaan euro. Perusahaan manajemen perjalanan menyarankan klien untuk menambah waktu cadangan dalam jadwal dan mempertimbangkan konferensi video untuk pertemuan satu hari sampai hubungan kerja membaik. Meskipun sebagian besar penerbangan beroperasi pada 12 April, serikat pekerja memperingatkan aksi lanjutan jika negosiasi tidak membuahkan hasil, sehingga manajer mobilitas disarankan memantau pemberitahuan penerbangan (NOTAM) dan memperbarui alat pelacakan pelancong. Dalam jangka panjang, analis menilai sistem navigasi udara Prancis tetap rentan kecuali reformasi staf struktural dan investasi otomatisasi dipercepat.
Meskipun Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil Prancis mempertahankan layanan minimum, pembatasan slot memaksa maskapai memangkas jadwal hingga 25% dan mengalihkan beberapa penerbangan jarak jauh melalui wilayah udara Spanyol atau Jerman, yang menambah biaya bahan bakar dan tugas kru. Operator bandara Groupe ADP mengakui waktu tunggu di pos pemeriksaan keamanan Terminal 2E mencapai puncak 45 menit, jauh di atas target 30 menit, karena kesulitan merekrut 1.200 petugas tambahan yang dijanjikan sebelum musim panas yang sibuk dan persiapan Paralympic 2026. Di Nice, keterlambatan keberangkatan pagi hari berimbas sepanjang hari akibat waktu pergantian pesawat yang ketat dan keterbatasan ketersediaan gerbang.
Bagi pelancong bisnis, dampaknya signifikan: koneksi penerbangan yang terlewat, menginap mendadak di hotel, dan potensi klaim kompensasi EU261 yang bisa mencapai jutaan euro. Perusahaan manajemen perjalanan menyarankan klien untuk menambah waktu cadangan dalam jadwal dan mempertimbangkan konferensi video untuk pertemuan satu hari sampai hubungan kerja membaik. Meskipun sebagian besar penerbangan beroperasi pada 12 April, serikat pekerja memperingatkan aksi lanjutan jika negosiasi tidak membuahkan hasil, sehingga manajer mobilitas disarankan memantau pemberitahuan penerbangan (NOTAM) dan memperbarui alat pelacakan pelancong. Dalam jangka panjang, analis menilai sistem navigasi udara Prancis tetap rentan kecuali reformasi staf struktural dan investasi otomatisasi dipercepat.
Sumber: The Traveler