1. Berita Mobilitas Global
  2. /
  3. Amerika Serikat
  4. /
  5. Pria Massachusetts Mengaku Terlibat dalam Sindikat Penipuan Visa U dengan Kasus Perampokan Palsu

Pria Massachusetts Mengaku Terlibat dalam Sindikat Penipuan Visa U dengan Kasus Perampokan Palsu

Jun 27, 2026
·
Pria Massachusetts Mengaku Terlibat dalam Sindikat Penipuan Visa U dengan Kasus Perampokan Palsu
Jaksa federal mengumumkan pada 26 Juni bahwa Mitul Patel, warga negara India berusia 40 tahun yang tinggal di Worcester, Massachusetts, mengaku bersalah atas konspirasi melakukan penipuan visa. Patel dan setidaknya sepuluh rekan terdakwa mengatur perampokan bersenjata palsu di toko serba ada dan restoran agar korban yang diklaim—seringkali para kasir toko itu sendiri—dapat mengajukan visa U, status yang diperuntukkan bagi korban kejahatan asli yang membantu penyelidikan penegak hukum. Dokumen pengadilan menjelaskan bagaimana para dalang mengatur rekaman kamera pengawas, senjata palsu, dan laporan polisi yang sudah disusun agar kejadian tampak nyata. Para pelaku kemudian mengajukan Formulir I-918 dengan klaim trauma dan kerja sama dengan detektif, berharap mendapatkan izin kerja selama empat tahun dan jalur menuju status tinggal permanen. Konspirasi ini dimulai pada 2022 dan melibatkan beberapa negara bagian di New England sebelum FBI dan Departemen Tenaga Kerja menemukan pengajuan visa U yang tidak biasa terkonsentrasi di alamat yang sama. Patel menghadapi hukuman hingga lima tahun penjara, denda $250.000, dan kemungkinan deportasi pada sidang hukuman tanggal 29 Juli. Kasus ini menyoroti peningkatan pengawasan pemerintah terhadap visa kemanusiaan setelah audit DHS tahun 2025 memperingatkan bahwa permintaan visa U yang meningkat—sekarang dibatasi 20.000 pemberian per tahun fiskal—telah melebihi kapasitas pemeriksaan. Bagi pemberi kerja, kasus ini menjadi pengingat untuk melakukan pemeriksaan izin kerja secara mandiri dan tidak hanya mengandalkan aplikasi kemanusiaan yang sedang diproses oleh karyawan. Pengacara imigrasi memperkirakan USCIS akan memperketat standar bukti, yang berpotensi memperpanjang proses adjudikasi visa U dan meningkatkan permintaan dokumen sertifikasi polisi tambahan—penundaan yang dapat berdampak pada industri seperti layanan makanan dan ritel yang sering mempekerjakan imigran baru. Departemen Kehakiman menyatakan akan menuntut ganti rugi dari terdakwa yang sudah menerima manfaat federal melalui izin kerja yang diperoleh secara curang. Organisasi masyarakat mendesak DHS untuk menghindari kebijakan yang menghukum korban kejahatan yang sah sekaligus menutup celah yang dimanfaatkan oleh jaringan penipuan ini.
Sumber: The American Bazaar

Bagaimana VisaHQ dapat membantu

VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Amerika Serikat.

Tim Visa & Imigrasi @ VisaHQ

Tim ahli visa dan imigrasi VisaHQ membantu individu dan perusahaan menavigasi persyaratan perjalanan, kerja, dan tempat tinggal global. Kami menangani persiapan dokumen, pengajuan aplikasi, koordinasi dengan lembaga pemerintah, serta setiap aspek yang diperlukan untuk memastikan persetujuan yang cepat, sesuai, dan tanpa stres.

Kebijakan Redaksi
×