1. Berita Mobilitas Global
  2. /
  3. Perancis
  4. /
  5. Dewan Prancis-Jerman Berkomitmen untuk Koordinasi Lebih Erat dalam Pengawasan Perbatasan Internal

Dewan Prancis-Jerman Berkomitmen untuk Koordinasi Lebih Erat dalam Pengawasan Perbatasan Internal

Jul 18, 2026
·
Dewan Prancis-Jerman Berkomitmen untuk Koordinasi Lebih Erat dalam Pengawasan Perbatasan Internal
Pada Sidang Dewan Menteri Franco-Jerman ke-26 di Paris pada 17 Juli 2026, pemerintah Prancis dan Jerman menempatkan pengelolaan migrasi dan keamanan perbatasan sebagai agenda utama bersama. Dalam komunike yang dirilis setelah pertemuan, kedua negara besar Uni Eropa ini menyatakan akan “memastikan koordinasi ketat pengawasan perbatasan internal kami dan memperkuat alat bersama untuk meningkatkan kerja sama lintas batas dalam memerangi imigrasi ilegal, khususnya dengan mengumpulkan pengalaman guna mencapai kesepakatan berdasarkan Pasal 23a Kode Perbatasan Schengen.” Pernyataan ini menjadi sinyal bilateral terkuat dalam beberapa tahun terakhir bahwa Paris dan Berlin berniat bertindak selaras dalam tata kelola Schengen.

Prancis telah memberlakukan kontrol sementara di perbatasan darat dan Selat Inggris sejak 1 Mei 2026, dengan alasan ancaman terorisme dan jaringan penyelundupan migran. Jerman juga melakukan pemeriksaan di perbatasannya dengan Polandia, Republik Ceko, dan Austria. Dengan janji untuk menyelaraskan kriteria operasional dalam penerapan kembali kontrol serta data yang dibagikan dengan Frontex dan Europol, kedua negara berharap dapat meredam kritik dari Brussel dan kelompok bisnis yang menilai pemeriksaan yang tidak terkoordinasi menyebabkan keterlambatan mahal bagi pengangkutan barang dan pekerja lintas batas.

Dewan Prancis-Jerman Berkomitmen untuk Koordinasi Lebih Erat dalam Pengawasan Perbatasan Internal


Bagi perusahaan dengan tenaga kerja yang mobil—terutama yang mengoperasikan pabrik di wilayah Lembah Rhein Atas dan Saar–Lorraine—janji ini memberikan peluang waktu proses yang lebih dapat diprediksi di perbatasan. Pejabat menyebutkan jalur pra-clearance digital percontohan untuk pelaku bisnis yang sering bepergian bisa diuji coba mulai September. Pernyataan bersama juga merujuk pada Rencana Aksi UE untuk Rute Selat Inggris, menandakan bahwa pelajaran dari koordinasi Franco-Jerman dapat menjadi masukan dalam pembicaraan reformasi Schengen yang lebih luas musim gugur ini.

Latar belakang: Sejak krisis migrasi 2015, Paris dan Berlin secara rutin memperbarui pemeriksaan internal berdasarkan Pasal 25 Kode Perbatasan Schengen, namun prosedur dan cakupannya berbeda. Kelompok bisnis di kedua sisi mengeluhkan adanya pemeriksaan ganda dan kriteria yang tidak transparan. Peta jalan baru menginstruksikan kementerian dalam negeri untuk menyusun template penilaian risiko bersama, berbagi data daftar pengawasan secara hampir real-time, dan meninjau proporsionalitas kontrol setiap dua bulan.

Saran praktis: Perusahaan yang memindahkan staf atau barang melintasi perbatasan Franco-Jerman disarankan memantau skema percontohan yang akan datang dan mendaftarkan karyawan yang memenuhi syarat saat portal pra-clearance digital dibuka. Manajer mobilitas juga harus memberi informasi kepada staf yang bepergian bahwa pemeriksaan identitas akan tetap diberlakukan setidaknya hingga 31 Oktober 2026, namun prosedur yang diselaraskan diharapkan secara bertahap mengurangi waktu tunggu.
Sumber: Élysée Palace – official communiqué

Bagaimana VisaHQ dapat membantu

VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Perancis.

Tim Visa & Imigrasi @ VisaHQ

Tim ahli visa dan imigrasi VisaHQ membantu individu dan perusahaan menavigasi persyaratan perjalanan, kerja, dan tempat tinggal global. Kami menangani persiapan dokumen, pengajuan aplikasi, koordinasi dengan lembaga pemerintah, serta setiap aspek yang diperlukan untuk memastikan persetujuan yang cepat, sesuai, dan tanpa stres.

Kebijakan Redaksi
×