
Para profesional India yang menunggu kartu hijau berbasis pekerjaan di AS menghadapi ketidakpastian baru pada 21 Juli ketika Buletin Visa Departemen Luar Negeri AS untuk Agustus 2026 memperingatkan bahwa kuota EB-1 untuk India bisa habis sebelum akhir tahun fiskal AS pada 30 September. Buletin tersebut mempertahankan Tanggal Tindakan Final EB-1 India pada 15 Oktober 2022, namun menambahkan peringatan tegas: jika permintaan tinggi terus berlanjut, kategori ini bisa menjadi “tidak tersedia” kapan saja dalam beberapa minggu ke depan.
Bagi ribuan eksekutif dan peneliti India yang sudah terjebak dalam antrean bertahun-tahun, status “tidak tersedia” akan menghentikan penerbitan visa imigran dan memblokir pengajuan penyesuaian status hingga kuota baru dibuka pada 1 Oktober. Peringatan ini menegaskan seberapa cepat nomor visa habis tahun ini. Kategori EB-2 untuk India sudah tidak tersedia, dan tanggal EB-3 masih terhenti pada 1 Januari 2014. Pengacara imigrasi melaporkan lonjakan pelamar India yang buru-buru mengajukan EB-1 setelah pemutusan hubungan kerja di sektor teknologi memaksa banyak dari mereka untuk meningkatkan petisi mereka. Lonjakan ini, ditambah dengan retrogradasi beruntun di awal tahun, menguras sisa kuota yang ada.
Bagi perusahaan multinasional yang berbasis di India maupun pemberi kerja di AS, buletin ini memperumit perencanaan tenaga kerja. Perusahaan yang berencana memindahkan manajer senior India ke AS melalui EB-1 mungkin harus menunda transfer atau mencari jalur L-1A sebagai alternatif. Warga asing yang sudah berada di AS harus memantau grafik pengajuan USCIS: jika EB-1 menjadi tidak tersedia di tengah bulan, agen akan menghentikan penerimaan aplikasi I-485 bahkan untuk kandidat dengan tanggal prioritas yang saat ini sudah berlaku.
Secara praktis, pemberi kerja disarankan untuk: 1) mempercepat pengajuan EB-1 yang sudah siap sebelum kategori ini ditutup; 2) memberikan nasihat kepada pekerja tentang opsi non-imigran sebagai cadangan; dan 3) bersiap menghadapi kemungkinan retrogradasi lebih lanjut di awal tahun fiskal 2027. Kejadian ini menyoroti ketidakseimbangan kronis antara pasokan dan permintaan dalam sistem kartu hijau untuk India dan menambah urgensi pada usulan legislatif untuk menghapus batasan kuota per negara.
Bagi ribuan eksekutif dan peneliti India yang sudah terjebak dalam antrean bertahun-tahun, status “tidak tersedia” akan menghentikan penerbitan visa imigran dan memblokir pengajuan penyesuaian status hingga kuota baru dibuka pada 1 Oktober. Peringatan ini menegaskan seberapa cepat nomor visa habis tahun ini. Kategori EB-2 untuk India sudah tidak tersedia, dan tanggal EB-3 masih terhenti pada 1 Januari 2014. Pengacara imigrasi melaporkan lonjakan pelamar India yang buru-buru mengajukan EB-1 setelah pemutusan hubungan kerja di sektor teknologi memaksa banyak dari mereka untuk meningkatkan petisi mereka. Lonjakan ini, ditambah dengan retrogradasi beruntun di awal tahun, menguras sisa kuota yang ada.
Bagi perusahaan multinasional yang berbasis di India maupun pemberi kerja di AS, buletin ini memperumit perencanaan tenaga kerja. Perusahaan yang berencana memindahkan manajer senior India ke AS melalui EB-1 mungkin harus menunda transfer atau mencari jalur L-1A sebagai alternatif. Warga asing yang sudah berada di AS harus memantau grafik pengajuan USCIS: jika EB-1 menjadi tidak tersedia di tengah bulan, agen akan menghentikan penerimaan aplikasi I-485 bahkan untuk kandidat dengan tanggal prioritas yang saat ini sudah berlaku.
Secara praktis, pemberi kerja disarankan untuk: 1) mempercepat pengajuan EB-1 yang sudah siap sebelum kategori ini ditutup; 2) memberikan nasihat kepada pekerja tentang opsi non-imigran sebagai cadangan; dan 3) bersiap menghadapi kemungkinan retrogradasi lebih lanjut di awal tahun fiskal 2027. Kejadian ini menyoroti ketidakseimbangan kronis antara pasokan dan permintaan dalam sistem kartu hijau untuk India dan menambah urgensi pada usulan legislatif untuk menghapus batasan kuota per negara.
Sumber: Business Standard