
Dalam pengumuman pada sore hari tanggal 28 Juli 2026, U.S. Citizenship and Immigration Services (USCIS) menyatakan akan secara otomatis memperpanjang Employment Authorization Documents (EAD) bagi warga Burma yang memiliki Temporary Protected Status (TPS) selama tujuh hari tambahan, hingga 3 Agustus 2026. Perpanjangan singkat ini diperlukan karena proses hukum terkait masa depan TPS untuk Burma telah menunda penerbitan pemberitahuan Federal Register yang lebih luas yang akan menetapkan masa berlaku jangka panjang berikutnya. Tanpa perpanjangan jembatan ini, ribuan pekerja Burma akan kehilangan izin kerja tepat pada tengah malam 27 Juli.
Situs web USCIS menjelaskan bahwa langkah sementara ini terkait dengan putusan Mahkamah Agung pada 25 Juni dalam kasus Mullin v. Doe, yang membatasi tinjauan yudisial atas keputusan DHS untuk mengakhiri penetapan TPS. Karena gugatan paralel masih berlangsung di pengadilan distrik federal, USCIS menyatakan belum dapat mengeluarkan perpanjangan otomatis yang lebih lama, namun ingin “menghindari terjadinya jeda dalam status kerja yang sah bagi penerima TPS sementara pengadilan menyelesaikan langkah selanjutnya.”
Bagi para pemberi kerja, pengumuman ini berarti catatan Formulir I-9 untuk pekerja yang terdampak harus diperbarui dengan tanggal kedaluwarsa baru, yaitu 3 Agustus. USCIS menyarankan departemen HR untuk mencatat “EAD EXT” dan “08/03/26” di kolom Informasi Tambahan pada I-9 serta melampirkan cetakan pengumuman dari situs web. Setelah perpanjangan yang lebih lama diterbitkan, pemberi kerja harus memperbarui I-9 kembali.
Warga Burma dengan TPS juga disarankan untuk menyimpan salinan pemberitahuan USCIS bersama EAD mereka saat bepergian di dalam negeri; meskipun TPS tidak memberikan izin perjalanan internasional, staf maskapai domestik dan petugas penegak hukum lokal kadang-kadang meminta bukti izin kerja yang masih berlaku. Pengacara imigrasi merekomendasikan agar individu yang terdampak mempertimbangkan untuk memperbarui EAD mereka segera setelah jendela pembaruan dibuka kembali guna menghindari perpanjangan mendadak di masa depan.
Meskipun penetapan TPS untuk Burma secara resmi masih berlaku, keputusan Mahkamah Agung—dan niat Pemerintahan untuk menghentikan beberapa program TPS—menandakan masa depan jangka panjang izin kerja bagi kelompok ini masih belum pasti. Perusahaan multinasional yang memiliki pekerja Burma tengah menyiapkan rencana cadangan, termasuk kemungkinan sponsor visa L-1 atau H-1B, jika TPS akhirnya dihentikan tahun depan.
Situs web USCIS menjelaskan bahwa langkah sementara ini terkait dengan putusan Mahkamah Agung pada 25 Juni dalam kasus Mullin v. Doe, yang membatasi tinjauan yudisial atas keputusan DHS untuk mengakhiri penetapan TPS. Karena gugatan paralel masih berlangsung di pengadilan distrik federal, USCIS menyatakan belum dapat mengeluarkan perpanjangan otomatis yang lebih lama, namun ingin “menghindari terjadinya jeda dalam status kerja yang sah bagi penerima TPS sementara pengadilan menyelesaikan langkah selanjutnya.”
Bagi para pemberi kerja, pengumuman ini berarti catatan Formulir I-9 untuk pekerja yang terdampak harus diperbarui dengan tanggal kedaluwarsa baru, yaitu 3 Agustus. USCIS menyarankan departemen HR untuk mencatat “EAD EXT” dan “08/03/26” di kolom Informasi Tambahan pada I-9 serta melampirkan cetakan pengumuman dari situs web. Setelah perpanjangan yang lebih lama diterbitkan, pemberi kerja harus memperbarui I-9 kembali.
Warga Burma dengan TPS juga disarankan untuk menyimpan salinan pemberitahuan USCIS bersama EAD mereka saat bepergian di dalam negeri; meskipun TPS tidak memberikan izin perjalanan internasional, staf maskapai domestik dan petugas penegak hukum lokal kadang-kadang meminta bukti izin kerja yang masih berlaku. Pengacara imigrasi merekomendasikan agar individu yang terdampak mempertimbangkan untuk memperbarui EAD mereka segera setelah jendela pembaruan dibuka kembali guna menghindari perpanjangan mendadak di masa depan.
Meskipun penetapan TPS untuk Burma secara resmi masih berlaku, keputusan Mahkamah Agung—dan niat Pemerintahan untuk menghentikan beberapa program TPS—menandakan masa depan jangka panjang izin kerja bagi kelompok ini masih belum pasti. Perusahaan multinasional yang memiliki pekerja Burma tengah menyiapkan rencana cadangan, termasuk kemungkinan sponsor visa L-1 atau H-1B, jika TPS akhirnya dihentikan tahun depan.
Sumber: VisasUpdate
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Amerika Serikat.Lebih Banyak Dari Amerika Serikat
Lihat semua
Hakim federal memerintahkan ICE untuk membebaskan saksi terkait penyelidikan penembakan fatal di Houston
Investigasi Reuters: Berbagi Data ORR Memicu Penangkapan 12.000 Anak dan Penjamin oleh ICE