
China Southern Airlines mengumumkan pada 19 Desember bahwa layanan Adelaide–Guangzhou, yang sebelumnya hanya tersedia selama musim panas belahan bumi selatan, akan menjadi rute permanen sepanjang tahun mulai April 2026. Frekuensi penerbangan keempat akan ditambahkan selama masa puncak transisi Australia (6 April-5 Mei), dengan pesawat Boeing 787-8 Dreamliner berkapasitas 287 kursi.
Keputusan ini diambil seiring dengan lonjakan pengeluaran wisatawan asal China di Australia Selatan sebesar 31 persen menjadi A$305 juta (US$200 juta) dalam setahun hingga September 2025. Menteri Pariwisata Zoe Bettison menyebut China sebagai “pasar internasional nomor satu” negara bagian tersebut, meskipun kapasitas kursi dari maskapai China baru mencapai 60 persen dari level tahun 2019. Menjadikan layanan ini permanen memberikan kepercayaan bagi agen perjalanan untuk memasukkan Adelaide dalam paket tur yang menggabungkan kunjungan ke wilayah penghasil anggur dengan singgah di Guangzhou dan destinasi lainnya.
Bagi para eksportir, langkah ini juga sangat penting. Australia Selatan mengirimkan produk seafood dingin, anggur, dan farmasi senilai A$660 juta ke China setiap tahun, sebagian besar melalui kargo udara. Penambahan penerbangan ini menambah kapasitas kargo sekitar 50 ton per minggu, mempercepat waktu pengiriman hingga 48 jam dibandingkan dengan pengiriman menggunakan truk ke bandara di pantai timur.
Manajer mobilitas korporat juga akan menyambut stabilitas jadwal ini. Insinyur yang melayani peralatan pertambangan di lokasi terpencil kini dapat melewati Guangzhou tanpa harus berputar lewat Sydney atau Melbourne secara musiman, sementara investor China mendapatkan akses lebih mudah ke sektor energi terbarukan yang berkembang pesat di Adelaide. Tarif diperkirakan akan tetap kompetitif: mitra SkyTeam China Southern, Virgin Australia, kemungkinan akan berbagi kode pada rute ini, dan analis memperkirakan Qantas akan merespons dengan penawaran promosi melalui hub-nya di Hong Kong.
Keputusan ini diambil seiring dengan lonjakan pengeluaran wisatawan asal China di Australia Selatan sebesar 31 persen menjadi A$305 juta (US$200 juta) dalam setahun hingga September 2025. Menteri Pariwisata Zoe Bettison menyebut China sebagai “pasar internasional nomor satu” negara bagian tersebut, meskipun kapasitas kursi dari maskapai China baru mencapai 60 persen dari level tahun 2019. Menjadikan layanan ini permanen memberikan kepercayaan bagi agen perjalanan untuk memasukkan Adelaide dalam paket tur yang menggabungkan kunjungan ke wilayah penghasil anggur dengan singgah di Guangzhou dan destinasi lainnya.
Bagi para eksportir, langkah ini juga sangat penting. Australia Selatan mengirimkan produk seafood dingin, anggur, dan farmasi senilai A$660 juta ke China setiap tahun, sebagian besar melalui kargo udara. Penambahan penerbangan ini menambah kapasitas kargo sekitar 50 ton per minggu, mempercepat waktu pengiriman hingga 48 jam dibandingkan dengan pengiriman menggunakan truk ke bandara di pantai timur.
Manajer mobilitas korporat juga akan menyambut stabilitas jadwal ini. Insinyur yang melayani peralatan pertambangan di lokasi terpencil kini dapat melewati Guangzhou tanpa harus berputar lewat Sydney atau Melbourne secara musiman, sementara investor China mendapatkan akses lebih mudah ke sektor energi terbarukan yang berkembang pesat di Adelaide. Tarif diperkirakan akan tetap kompetitif: mitra SkyTeam China Southern, Virgin Australia, kemungkinan akan berbagi kode pada rute ini, dan analis memperkirakan Qantas akan merespons dengan penawaran promosi melalui hub-nya di Hong Kong.
Sumber: The Advertiser / AdelaideNow
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Republik Rakyat Cina.Lebih Banyak Dari Republik Rakyat Cina
Lihat semua
Transit Bebas Visa 240 Jam di China Catat Rekor 40,6 Juta Kedatangan Wisatawan Asing
China Terapkan Penutupan Bea Cukai Seluruh Pulau di Hainan, Luncurkan Pelabuhan Perdagangan Bebas Senilai US$113 Miliar