
Italia telah meluncurkan salah satu rencana migrasi tenaga kerja paling ambisius hingga saat ini, dengan memastikan akan mengeluarkan 500.000 visa kerja baru selama periode 2026-2028. Keputusan Perdana Menteri—yang lebih dikenal sebagai tridennale "Decreto Flussi"—diterbitkan dalam Lembaran Resmi pada 31 Desember 2025 dan secara resmi dipresentasikan oleh Menteri Dalam Negeri dan Menteri Tenaga Kerja pada 8 Januari 2026. Kebijakan ini menggantikan skema 2023-2025 yang mengizinkan 452.000 izin kerja, memperluas jalur legal di tengah peringatan dari beberapa industri utama tentang kekurangan tenaga kerja yang bersifat struktural.
Dalam keputusan ini, 267.000 visa dialokasikan untuk pekerja musiman di sektor pertanian dan pariwisata, yang mengalami kekurangan tenaga kerja parah pada 2025 ketika tabungan masa pandemi habis dan tingkat pengangguran domestik turun di bawah 7 persen. Sebanyak 230.550 izin lainnya ditujukan untuk pekerja non-musiman dan wiraswasta di bidang konstruksi, logistik, manufaktur maju, dan jasa. Yang penting, keputusan ini mempertahankan kuota berdasarkan negara asal yang memberikan penghargaan bagi negara-negara yang bekerja sama dalam penerimaan kembali migran tidak resmi, mencerminkan strategi Italia yang menggabungkan penegakan hukum dengan jalur legal.
Para pengusaha akan menggunakan sistem online “click-day” yang sudah dikenal, namun pemerintah memperketat pengamanan anti-penipuan setelah lonjakan aplikasi berbasis bot tahun lalu yang membuat portal tersebut crash dalam hitungan menit. Perusahaan dapat memuat data lebih awal beberapa minggu sebelumnya, sementara batas maksimal tiga aplikasi kini berlaku untuk rumah tangga yang mempekerjakan pengasuh—untuk membatasi sponsor fiktif. Waktu proses untuk izin keamanan (nulla osta) baru dimulai setelah aplikasi cocok dengan kuota yang tersedia, perubahan ini bertujuan menghindari penumpukan yang menyebabkan ribuan izin tidak terpakai pada 2024.
Bagi perusahaan multinasional, keputusan ini memberikan kepastian perencanaan tenaga kerja yang jarang didapat: perencanaan jumlah karyawan kini bisa dilakukan hingga tiga tahun ke depan, bukan lagi bergantung pada kuota tahunan. Namun, manajer mobilitas harus mencatat bahwa Kantor Tenaga Kerja provinsi tetap memiliki kewenangan untuk menangguhkan berkas jika upah sesuai perjanjian bersama tidak dipatuhi. Pemindahan antarperusahaan tetap bebas kuota, tetapi harus memenuhi standar gaji dan masa kerja.
Secara praktis, kerangka kerja baru ini mendorong pengusaha untuk menyebar perekrutan selama tiga tahun agar tidak cepat habis kuota sektoral. Konsultan imigrasi menyarankan agar aplikasi non-musiman diajukan segera setelah jendela pendaftaran dibuka pada 16 Februari; secara historis, kuota konstruksi dan logistik sering habis dalam hitungan jam, sementara kuota untuk perawatan keluarga dan perhotelan cenderung bertahan lebih lama. Perusahaan yang melewatkan kuota masih bisa beralih ke skema Kartu Biru UE atau Digital Nomad, namun jalur ini memiliki persyaratan gaji lebih tinggi dan waktu proses lebih lama.
Dalam keputusan ini, 267.000 visa dialokasikan untuk pekerja musiman di sektor pertanian dan pariwisata, yang mengalami kekurangan tenaga kerja parah pada 2025 ketika tabungan masa pandemi habis dan tingkat pengangguran domestik turun di bawah 7 persen. Sebanyak 230.550 izin lainnya ditujukan untuk pekerja non-musiman dan wiraswasta di bidang konstruksi, logistik, manufaktur maju, dan jasa. Yang penting, keputusan ini mempertahankan kuota berdasarkan negara asal yang memberikan penghargaan bagi negara-negara yang bekerja sama dalam penerimaan kembali migran tidak resmi, mencerminkan strategi Italia yang menggabungkan penegakan hukum dengan jalur legal.
Para pengusaha akan menggunakan sistem online “click-day” yang sudah dikenal, namun pemerintah memperketat pengamanan anti-penipuan setelah lonjakan aplikasi berbasis bot tahun lalu yang membuat portal tersebut crash dalam hitungan menit. Perusahaan dapat memuat data lebih awal beberapa minggu sebelumnya, sementara batas maksimal tiga aplikasi kini berlaku untuk rumah tangga yang mempekerjakan pengasuh—untuk membatasi sponsor fiktif. Waktu proses untuk izin keamanan (nulla osta) baru dimulai setelah aplikasi cocok dengan kuota yang tersedia, perubahan ini bertujuan menghindari penumpukan yang menyebabkan ribuan izin tidak terpakai pada 2024.
Bagi perusahaan multinasional, keputusan ini memberikan kepastian perencanaan tenaga kerja yang jarang didapat: perencanaan jumlah karyawan kini bisa dilakukan hingga tiga tahun ke depan, bukan lagi bergantung pada kuota tahunan. Namun, manajer mobilitas harus mencatat bahwa Kantor Tenaga Kerja provinsi tetap memiliki kewenangan untuk menangguhkan berkas jika upah sesuai perjanjian bersama tidak dipatuhi. Pemindahan antarperusahaan tetap bebas kuota, tetapi harus memenuhi standar gaji dan masa kerja.
Secara praktis, kerangka kerja baru ini mendorong pengusaha untuk menyebar perekrutan selama tiga tahun agar tidak cepat habis kuota sektoral. Konsultan imigrasi menyarankan agar aplikasi non-musiman diajukan segera setelah jendela pendaftaran dibuka pada 16 Februari; secara historis, kuota konstruksi dan logistik sering habis dalam hitungan jam, sementara kuota untuk perawatan keluarga dan perhotelan cenderung bertahan lebih lama. Perusahaan yang melewatkan kuota masih bisa beralih ke skema Kartu Biru UE atau Digital Nomad, namun jalur ini memiliki persyaratan gaji lebih tinggi dan waktu proses lebih lama.
Sumber: Y-Axis News