
Richard Parker, wali kota terpilih baru di West Midlands, Inggris, akan memimpin delegasi gabungan publik-swasta beranggotakan 40 orang ke Ahmedabad, Mumbai, dan Bengaluru pada 23–27 Februari 2026. Kunjungan ini, yang disebut sebagai ‘misi untuk memanfaatkan momentum’, merupakan langkah regional pertama Inggris sejak Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) Inggris-India ditandatangani pada Juli lalu dan secara khusus dirancang untuk memanfaatkan ketentuan mobilitas tenaga kerja dalam perjanjian tersebut.
Di bawah Bab 11 FTA, pengunjung bisnis jangka pendek, pemindahan antar perusahaan, dan profesional independen dari kedua negara dapat memperoleh visa multiple-entry selama 90 hari dengan dokumen yang disederhanakan. Universitas regional, perusahaan energi E.ON, dan beberapa UKM manufaktur canggih akan mendampingi wali kota untuk menarik talenta dan investasi India dengan memanfaatkan aturan ini. Aston University berencana mengumumkan program magister kembar dalam inovasi baterai yang memungkinkan mahasiswa India membagi studi antara Birmingham dan Pune serta langsung masuk ke peran pascasarjana dua tahun di bawah program ‘Skilled Worker Premium’ baru Inggris untuk warga negara mitra FTA.
Misi ini juga bertujuan memperkuat kesepakatan bantuan jaminan sosial timbal balik yang disetujui pekan lalu, yang membebaskan staf dalam penugasan hingga lima tahun dari kewajiban membayar iuran pensiun negara di kedua negara. Bagi perusahaan multinasional, efek gabungan ini dapat mengurangi biaya penugasan sebesar 12-15 persen, menurut Deloitte Mobility.
Yang krusial, Bandara Birmingham sedang melobi Air India untuk meluncurkan kembali layanan langsung ke Bengaluru guna mendukung perkiraan lonjakan lalu lintas. Jika disetujui, ini akan menjadi koneksi langsung pertama antara ekonomi regional terbesar kedua di Inggris dan pusat teknologi India, yang akan memangkas waktu perjalanan bagi tim proyek.
Para pemimpin HR dan mobilitas sebaiknya memantau regulasi sekunder yang harus diterbitkan kedua pemerintah sebelum bab mobilitas mulai berlaku—diperkirakan pada 1 April 2026. Perusahaan yang mengincar transfer cepat sebaiknya mulai menyusun kontrak penugasan yang sesuai sekarang, termasuk klausul asuransi kesehatan dan penggajian yang menyesuaikan dengan jangka waktu pengecualian jaminan sosial yang baru.
Di bawah Bab 11 FTA, pengunjung bisnis jangka pendek, pemindahan antar perusahaan, dan profesional independen dari kedua negara dapat memperoleh visa multiple-entry selama 90 hari dengan dokumen yang disederhanakan. Universitas regional, perusahaan energi E.ON, dan beberapa UKM manufaktur canggih akan mendampingi wali kota untuk menarik talenta dan investasi India dengan memanfaatkan aturan ini. Aston University berencana mengumumkan program magister kembar dalam inovasi baterai yang memungkinkan mahasiswa India membagi studi antara Birmingham dan Pune serta langsung masuk ke peran pascasarjana dua tahun di bawah program ‘Skilled Worker Premium’ baru Inggris untuk warga negara mitra FTA.
Misi ini juga bertujuan memperkuat kesepakatan bantuan jaminan sosial timbal balik yang disetujui pekan lalu, yang membebaskan staf dalam penugasan hingga lima tahun dari kewajiban membayar iuran pensiun negara di kedua negara. Bagi perusahaan multinasional, efek gabungan ini dapat mengurangi biaya penugasan sebesar 12-15 persen, menurut Deloitte Mobility.
Yang krusial, Bandara Birmingham sedang melobi Air India untuk meluncurkan kembali layanan langsung ke Bengaluru guna mendukung perkiraan lonjakan lalu lintas. Jika disetujui, ini akan menjadi koneksi langsung pertama antara ekonomi regional terbesar kedua di Inggris dan pusat teknologi India, yang akan memangkas waktu perjalanan bagi tim proyek.
Para pemimpin HR dan mobilitas sebaiknya memantau regulasi sekunder yang harus diterbitkan kedua pemerintah sebelum bab mobilitas mulai berlaku—diperkirakan pada 1 April 2026. Perusahaan yang mengincar transfer cepat sebaiknya mulai menyusun kontrak penugasan yang sesuai sekarang, termasuk klausul asuransi kesehatan dan penggajian yang menyesuaikan dengan jangka waktu pengecualian jaminan sosial yang baru.
Sumber: PR Newswire
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Inggris.Lebih Banyak Dari Inggris
Lihat semua
Menteri Senior Inggris Tiba di New Delhi untuk KTT Dampak AI, Fokus pada Kelancaran Mobilitas Talenta Teknologi
China memberikan akses bebas visa selama 30 hari bagi warga Inggris mulai 17 Februari