
Bandara Internasional Wuhan Tianhe di Hubei melanjutkan ekspansi ke Asia Tenggara pada 12 April dengan penerbangan MF8683 menuju Jakarta, membuka layanan empat kali seminggu menggunakan Boeing 737-800 MAX. Sebelumnya, penumpang dari China tengah yang menuju ibu kota Indonesia harus transit di Guangzhou, Shenzhen, atau Singapura, menambah waktu perjalanan minimal empat jam. Rute ini menjawab permintaan dua arah yang meningkat: investasi langsung Indonesia ke rantai pasok kendaraan listrik Hubei naik 31% pada 2025, sementara Indonesia menjadi sumber pelajar asing ketiga terbesar di Wuhan. Bagi eksportir Indonesia, pusat kereta api Wuhan memudahkan koneksi multimoda lebih cepat ke zona perdagangan bebas Xi’an dan Zhengzhou, mempercepat pengiriman kopi dan buah tropis ke dalam negeri. Pejabat bandara melaporkan tingkat keterisian lebih dari 80% pada penerbangan perdana, didukung tarif promo sekitar ¥2.200 pulang-pergi. Agen perjalanan mencatat minat tinggi dari peziarah menuju Jakarta sebelum melanjutkan ke Mekkah, serta pelaku UKM Wuhan yang mencari pasokan bijih nikel di Sulawesi. Layanan ini beroperasi Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu, disesuaikan dengan jadwal kereta malam China Railway Express yang menjangkau wilayah Ekonomi Sungai Yangtze. Bagi perencana mobilitas, peluncuran ini bagian dari tren lebih luas: kota-kota sekunder di China bersaing membangun konektivitas ASEAN tanpa bergantung pada Beijing, Shanghai, atau Guangzhou. Maskapai seperti Xiamen Airlines dan China Eastern telah mengajukan slot penerbangan Wuhan–Hanoi dan Wuhan–Kuala Lumpur tahun ini, menandai desentralisasi peta penerbangan internasional China yang berkelanjutan.
Sumber: People’s Daily online / Xinhua