
Hanya seminggu setelah Uni Eropa mengaktifkan Sistem Masuk-Keluar Biometrik (EES) di seluruh benua, maskapai penerbangan dan operator bandara memperingatkan kemacetan parah bagi penumpang non-Uni Eropa—termasuk jutaan warga Inggris. Investigasi The Guardian yang diterbitkan pada 15 April melaporkan antrean hingga tiga jam di bandara seperti Madrid-Barajas, Berlin Brandenburg, dan Lisbon Humberto Delgado, saat petugas imigrasi berjuang dengan pemindai sidik jari dan kios pengenalan wajah yang mulai wajib digunakan sejak 10 April.
Dalam sistem EES, cap paspor dihapus untuk warga negara dari negara ketiga; sebagai gantinya, pelancong harus menyerahkan empat sidik jari dan foto langsung saat pertama kali memasuki Wilayah Schengen setelah tanggal peluncuran. Data ini disimpan selama tiga tahun, namun petugas mengakui proses pendaftaran memakan waktu jauh lebih lama dari 90 detik yang diperkirakan sebelumnya. Antrean semakin parah karena puncak liburan sekolah Paskah dan masalah awal integrasi basis data kepolisian nasional dengan repositori pusat baru yang dikelola oleh eu-LISA.
Bagi wisatawan dan pelaku bisnis asal Inggris, keterlambatan ini mengancam koneksi ketat ke penerbangan lanjutan dan layanan kereta api. Eurostar menyatakan belum mengaktifkan EES di London St Pancras karena pejabat Prancis belum menyelesaikan pemasangan kios yang sesuai di sisi perbatasan Inggris; operator bus dan feri melaporkan penundaan serupa di Dover dan Folkestone. Meski penundaan ini menghindari gangguan langsung di rute Channel, para ahli memperingatkan antrean akan membengkak saat kios di Inggris mulai beroperasi musim panas nanti, mempersingkat masa adaptasi di musim puncak.
Perusahaan manajemen perjalanan (TMC) menganjurkan perusahaan untuk menyiapkan waktu tambahan minimal dua jam dalam jadwal perjalanan ke Eropa sampai tingkat pendaftaran membaik. Pelancong sering dapat mempercepat proses di masa depan dengan menyelesaikan perekaman biometrik pada kesempatan pertama, namun harus menggunakan paspor yang sama untuk perjalanan berikutnya; pembaruan paspor akan menghapus data sebelumnya. Tim mobilitas dan SDM juga disarankan mulai menganggarkan biaya €20 untuk Sistem Informasi dan Otorisasi Perjalanan Eropa (ETIAS) yang akan diberlakukan akhir 2026, karena kedua program ini dirancang untuk bekerja bersama.
Dalam jangka menengah, Komisi Eropa mengklaim EES akan memperpendek antrean dengan mengotomatisasi pemeriksaan ‘daftar putih’ bagi pengunjung reguler, namun pemerintah mengakui optimasi penuh bisa memakan waktu hingga sembilan bulan. Sampai saat itu, perusahaan Inggris dengan operasi yang sensitif terhadap waktu di Eropa daratan—seperti konsultasi, pemeliharaan teknik, dan produksi film—disarankan mempertimbangkan rute melalui bandara regional yang volume penumpangnya lebih rendah dan tingkat stafnya lebih fleksibel.
Dalam sistem EES, cap paspor dihapus untuk warga negara dari negara ketiga; sebagai gantinya, pelancong harus menyerahkan empat sidik jari dan foto langsung saat pertama kali memasuki Wilayah Schengen setelah tanggal peluncuran. Data ini disimpan selama tiga tahun, namun petugas mengakui proses pendaftaran memakan waktu jauh lebih lama dari 90 detik yang diperkirakan sebelumnya. Antrean semakin parah karena puncak liburan sekolah Paskah dan masalah awal integrasi basis data kepolisian nasional dengan repositori pusat baru yang dikelola oleh eu-LISA.
Bagi wisatawan dan pelaku bisnis asal Inggris, keterlambatan ini mengancam koneksi ketat ke penerbangan lanjutan dan layanan kereta api. Eurostar menyatakan belum mengaktifkan EES di London St Pancras karena pejabat Prancis belum menyelesaikan pemasangan kios yang sesuai di sisi perbatasan Inggris; operator bus dan feri melaporkan penundaan serupa di Dover dan Folkestone. Meski penundaan ini menghindari gangguan langsung di rute Channel, para ahli memperingatkan antrean akan membengkak saat kios di Inggris mulai beroperasi musim panas nanti, mempersingkat masa adaptasi di musim puncak.
Perusahaan manajemen perjalanan (TMC) menganjurkan perusahaan untuk menyiapkan waktu tambahan minimal dua jam dalam jadwal perjalanan ke Eropa sampai tingkat pendaftaran membaik. Pelancong sering dapat mempercepat proses di masa depan dengan menyelesaikan perekaman biometrik pada kesempatan pertama, namun harus menggunakan paspor yang sama untuk perjalanan berikutnya; pembaruan paspor akan menghapus data sebelumnya. Tim mobilitas dan SDM juga disarankan mulai menganggarkan biaya €20 untuk Sistem Informasi dan Otorisasi Perjalanan Eropa (ETIAS) yang akan diberlakukan akhir 2026, karena kedua program ini dirancang untuk bekerja bersama.
Dalam jangka menengah, Komisi Eropa mengklaim EES akan memperpendek antrean dengan mengotomatisasi pemeriksaan ‘daftar putih’ bagi pengunjung reguler, namun pemerintah mengakui optimasi penuh bisa memakan waktu hingga sembilan bulan. Sampai saat itu, perusahaan Inggris dengan operasi yang sensitif terhadap waktu di Eropa daratan—seperti konsultasi, pemeliharaan teknik, dan produksi film—disarankan mempertimbangkan rute melalui bandara regional yang volume penumpangnya lebih rendah dan tingkat stafnya lebih fleksibel.
Sumber: The Guardian
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Inggris.Lebih Banyak Dari Inggris
Lihat semua
Kazakhstan Mulai Negosiasi untuk Permudah Aturan Visa Inggris bagi Bisnis dan Pendidikan
Penolakan Visa Kanye West Soroti Ketatnya Uji 'Kepentingan Publik' Inggris untuk Artis Hiburan