
Maskapai internasional mulai perlahan kembali terbang di langit Uni Emirat Arab setelah lima bulan mengalami gangguan regional yang parah. Menurut pembaruan Reuters, Air France menjadi maskapai jaringan besar Eropa pertama yang meluncurkan kembali layanan terjadwal Paris-Dubai pada 8 Juli, sementara Cathay Pacific dan Singapore Airlines menjadwalkan kembali penerbangan ke Dubai mulai 1 September. British Airways, maskapai grup Lufthansa, dan Japan Airlines menunda hingga jadwal musim dingin utara, dengan alasan kompleksitas rute kru dan biaya asuransi yang tinggi.
Di balik situasi yang beragam ini, terjadi pelonggaran bertahap dalam kondisi keamanan setelah gencatan senjata AS-Iran pada 17 Juni dan pembukaan kembali ruang udara UEA awal bulan ini. Namun, banyak maskapai masih menghadapi biaya bahan bakar yang lebih tinggi dan rute penerbangan yang lebih panjang: misalnya, KLM harus menambah waktu 45 menit untuk menghindari ruang udara Iran saat menuju Teluk, sementara Finnair menunda penerbangan ke Doha hingga Oktober.
Bagi perusahaan yang berbasis di UEA, restart yang tidak merata ini berarti manajer perjalanan harus memeriksa nomor penerbangan setiap hari. Kapasitas ke Dubai International (DXB) masih sekitar 18% lebih rendah dibandingkan minggu yang sama tahun 2025, menurut jadwal OAG, dan pergantian pesawat mendadak sering terjadi karena maskapai menyesuaikan ketersediaan armada.
Tips praktis: Arahkan pelancong ke maskapai yang sudah melayani penerbangan harian (Emirates, Air France, Etihad, Singapore Airlines mulai September) dan tambahkan waktu koneksi ekstra dalam rencana perjalanan. Pantau NOTAM GCAA dan buletin operasional maskapai setiap hari sampai rute penerbangan stabil.
Di balik situasi yang beragam ini, terjadi pelonggaran bertahap dalam kondisi keamanan setelah gencatan senjata AS-Iran pada 17 Juni dan pembukaan kembali ruang udara UEA awal bulan ini. Namun, banyak maskapai masih menghadapi biaya bahan bakar yang lebih tinggi dan rute penerbangan yang lebih panjang: misalnya, KLM harus menambah waktu 45 menit untuk menghindari ruang udara Iran saat menuju Teluk, sementara Finnair menunda penerbangan ke Doha hingga Oktober.
Bagi perusahaan yang berbasis di UEA, restart yang tidak merata ini berarti manajer perjalanan harus memeriksa nomor penerbangan setiap hari. Kapasitas ke Dubai International (DXB) masih sekitar 18% lebih rendah dibandingkan minggu yang sama tahun 2025, menurut jadwal OAG, dan pergantian pesawat mendadak sering terjadi karena maskapai menyesuaikan ketersediaan armada.
Tips praktis: Arahkan pelancong ke maskapai yang sudah melayani penerbangan harian (Emirates, Air France, Etihad, Singapore Airlines mulai September) dan tambahkan waktu koneksi ekstra dalam rencana perjalanan. Pantau NOTAM GCAA dan buletin operasional maskapai setiap hari sampai rute penerbangan stabil.
Sumber: Reuters via MarketScreener