
Tersembunyi dalam Pasal 3 Undang-Undang 179/2025 yang baru diterbitkan terdapat perubahan besar bagi pekerja asing: warga negara non-Uni Eropa kini dapat mulai bekerja sambil menunggu perpanjangan atau **konversi** izin tinggal mereka, asalkan tidak ada keberatan keamanan. Aturan sebelumnya mengharuskan pemohon memegang kartu izin fisik sebelum melakukan aktivitas berbayar, yang sering membuat eksekutif menganggur selama dua bulan.
Ruang lingkup dan batasan – Perubahan ini berlaku untuk perpanjangan, konversi pertama kali (misalnya dari status pelajar atau musiman ke pekerjaan subordinat), dan keterlambatan pengiriman izin elektronik. Pekerja tetap harus memenuhi semua persyaratan standar—paspor berlaku, izin tinggal yang sah, kontrak soggiorno yang ditandatangani—dan pemberi kerja wajib melaporkan perekrutan melalui portal UNILAV. Otoritas kepolisian tetap berwenang mengeluarkan pemberitahuan negatif yang langsung membatalkan izin kerja sementara.
Manfaat bisnis – Perusahaan multinasional kini dapat merekrut talenta kunci lebih cepat, menghindari penundaan proyek yang mahal dan komplikasi penggajian bayangan. Tim HR sebaiknya menyesuaikan kebijakan internal agar karyawan baru menandatangani kontrak kerja bersyarat yang mencantumkan kemungkinan keberatan dari kepolisian.
Tips praktis – 1) Simpan salinan digital tanda terima (cedolino) yang membuktikan proses izin sedang berjalan—inspektur ketenagakerjaan mungkin memintanya. 2) Koordinasikan dengan penyedia penggajian untuk menandai status jaminan sosial “sementara” sampai kartu diterbitkan. 3) Perbarui surat penugasan agar sesuai dengan redaksi hukum baru di Pasal 5(9-bis).
Langkah selanjutnya – Kementerian Dalam Negeri diperkirakan akan mengeluarkan surat edaran operasional yang menjelaskan apakah aturan ini juga mencakup konversi izin kerja wiraswasta. Sampai saat itu, perusahaan disarankan berkonsultasi dengan penasihat hukum lokal sebelum menerapkan ketentuan ini pada izin freelance atau manajerial antar-perusahaan.
Ruang lingkup dan batasan – Perubahan ini berlaku untuk perpanjangan, konversi pertama kali (misalnya dari status pelajar atau musiman ke pekerjaan subordinat), dan keterlambatan pengiriman izin elektronik. Pekerja tetap harus memenuhi semua persyaratan standar—paspor berlaku, izin tinggal yang sah, kontrak soggiorno yang ditandatangani—dan pemberi kerja wajib melaporkan perekrutan melalui portal UNILAV. Otoritas kepolisian tetap berwenang mengeluarkan pemberitahuan negatif yang langsung membatalkan izin kerja sementara.
Manfaat bisnis – Perusahaan multinasional kini dapat merekrut talenta kunci lebih cepat, menghindari penundaan proyek yang mahal dan komplikasi penggajian bayangan. Tim HR sebaiknya menyesuaikan kebijakan internal agar karyawan baru menandatangani kontrak kerja bersyarat yang mencantumkan kemungkinan keberatan dari kepolisian.
Tips praktis – 1) Simpan salinan digital tanda terima (cedolino) yang membuktikan proses izin sedang berjalan—inspektur ketenagakerjaan mungkin memintanya. 2) Koordinasikan dengan penyedia penggajian untuk menandai status jaminan sosial “sementara” sampai kartu diterbitkan. 3) Perbarui surat penugasan agar sesuai dengan redaksi hukum baru di Pasal 5(9-bis).
Langkah selanjutnya – Kementerian Dalam Negeri diperkirakan akan mengeluarkan surat edaran operasional yang menjelaskan apakah aturan ini juga mencakup konversi izin kerja wiraswasta. Sampai saat itu, perusahaan disarankan berkonsultasi dengan penasihat hukum lokal sebelum menerapkan ketentuan ini pada izin freelance atau manajerial antar-perusahaan.
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Italia.Lebih Banyak Dari Italia
Lihat semua
Italia Mengesahkan Undang-Undang 179/2025, Merombak Prosedur Visa Kerja dan Batas Waktu Pemberi Kerja
Wizz Air Tambah Rute Roma–Košice Dua Kali Seminggu, Sebut Pertumbuhan Italia yang Terus Berlanjut