1. Berita Mobilitas Global
  2. /
  3. Austria
  4. /
  5. Kepala Bank Sentral Austria Ajak Tinjau Ulang Penolakan Terhadap Mercosur, Soroti Manfaat Mobilitas

Kepala Bank Sentral Austria Ajak Tinjau Ulang Penolakan Terhadap Mercosur, Soroti Manfaat Mobilitas

Des 30, 2025
·
Kepala Bank Sentral Austria Ajak Tinjau Ulang Penolakan Terhadap Mercosur, Soroti Manfaat Mobilitas
Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada 29 Desember 2025, Gubernur Bank Nasional Austria, Martin Kocher, menyerukan agar Wina mencabut veto lama terhadap perjanjian perdagangan bebas UE-Mercosur. Kocher mengajukan permintaan ini terutama dari sudut pandang ekonomi—Austria adalah negara yang berorientasi ekspor dan “tidak bisa melewatkan peluang seperti ini”—namun kesepakatan yang diusulkan juga membawa dampak besar bagi mobilitas global. Perjanjian ini akan menghapus sebagian besar tarif antara UE dan Argentina, Brasil, Paraguay, serta Uruguay, sekaligus membuka jalan bagi kelancaran proses bea cukai, pertukaran data, dan pergerakan orang di pasar yang mencakup lebih dari 700 juta konsumen.

Bagi para manajer mobilitas, keuntungan utama dari perjanjian ini terletak pada lampiran regulasi yang meniru ketentuan dalam kesepakatan UE-Jepang dan UE-Kanada: pengakuan bersama kualifikasi profesional, pembebasan visa kunjungan bisnis jangka pendek, dan prosedur masuk yang lebih sederhana bagi pemindahan karyawan antar perusahaan (ICT). Perusahaan multinasional Austria di sektor otomotif, teknik, dan agri-teknologi sudah memiliki pabrik atau usaha patungan di negara bagian São Paulo, Brasil, dan provinsi Córdoba, Argentina. Saat ini, para pekerja yang ditugaskan harus menghadapi aturan visa nasional yang beragam, yang menambah waktu beberapa minggu dan biaya ribuan euro dalam proses penempatan. Perjanjian Mercosur akan membatasi proses izin kerja maksimal 30 hari dan membebaskan masa tinggal di bawah 90 hari dari uji pasar tenaga kerja—perubahan yang akan menyamakan aturan dengan sistem Kartu Merah-Putih-Merah Austria.

Kepala Bank Sentral Austria Ajak Tinjau Ulang Penolakan Terhadap Mercosur, Soroti Manfaat Mobilitas


Pernyataan Kocher muncul di tengah perdebatan domestik yang sengit. Parlemen secara resmi menolak perjanjian ini pada 2019 karena kekhawatiran soal deforestasi dan tekanan dari serikat petani Austria. Sejak itu, Brussel menambahkan klausul keberlanjutan yang lebih ketat, termasuk komitmen mengikat pada Perjanjian Paris dan sanksi terhadap penebangan ilegal. Gubernur berpendapat bahwa perlindungan ini, ditambah dengan pertumbuhan UE yang stagnan, membuat perhitungan untung-rugi kini lebih condong mendukung ratifikasi.

Jika Austria berubah haluan, tim mobilitas perusahaan bisa mengharapkan penghematan signifikan dan rotasi karyawan yang lebih cepat mulai kuartal ketiga 2026—tanggal yang diperkirakan pejabat UE sebagai waktu penerapan sementara perjanjian ini. Perusahaan pengelola perjalanan memperkirakan eksportir Austria saat ini menghabiskan €12–15 juta per tahun untuk biaya visa Amerika Latin, legalisasi, dan pemberitahuan pekerja yang dikirim; biaya ini bisa berkurang hingga 60%. Direktur HR di Andritz, Voestalpine, dan Red Bull secara pribadi telah melobi Kanselir untuk menyetujui perjanjian ini, dengan alasan proyek R&D yang terhenti karena kebutuhan mobilitas insinyur dan staf pemasaran yang lebih bebas.

Di luar sektor swasta, universitas seperti TU Graz dan Universitas Ekonomi dan Bisnis Wina melihat perjanjian ini sebagai batu loncatan untuk program gelar ganda dan pertukaran peneliti. Mobilitas ala Erasmus dapat mendukung ambisi Austria menarik 15.000 mahasiswa STEM setiap tahun pada 2030. Sebaliknya, kegagalan meratifikasi akan membuat perusahaan Austria kalah bersaing jika anggota UE lainnya melanjutkan melalui mekanisme “kerjasama yang diperkuat.” Dengan jendela manuver politik yang semakin sempit menjelang pemilu umum 2026, intervensi Kocher menandakan tekanan yang meningkat dari kalangan elit untuk menyelaraskan kebijakan perdagangan Austria—dan secara tidak langsung kebijakan mobilitasnya—dengan realitas global yang sedang berkembang.
Sumber: Reuters

Bagaimana VisaHQ dapat membantu

VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Austria.

Tim Visa & Imigrasi @ VisaHQ

Tim ahli visa dan imigrasi VisaHQ membantu individu dan perusahaan menavigasi persyaratan perjalanan, kerja, dan tempat tinggal global. Kami menangani persiapan dokumen, pengajuan aplikasi, koordinasi dengan lembaga pemerintah, serta setiap aspek yang diperlukan untuk memastikan persetujuan yang cepat, sesuai, dan tanpa stres.

Kebijakan Redaksi
×