
Dampak konflik yang semakin meningkat di Iran kini dirasakan oleh industri kapal pesiar Eropa—dan Spanyol menjadi pihak yang diuntungkan. Pada 19 Maret, Costa Crueros, MSC, Royal Caribbean, dan TUI Cruises mengonfirmasi pembatalan semua jadwal pelayaran musim dingin 2026-27 di Teluk Persia dan memindahkan kapal-kapal mereka ke Kepulauan Canary, Madeira, serta rute Atlantik terdekat. Pelabuhan di Kepulauan Canary sudah mencatat rekor dengan melayani 2,8 juta penumpang kapal pesiar musim lalu; dewan pariwisata regional kini memprediksi pertumbuhan dua digit seiring kapal-kapal besar seperti Costa Smeralda (6.600 tempat tidur) dan MSC Fantasía (4.363 tempat tidur) menggantikan kapal yang lebih kecil sebelumnya. Kapal TUI Mein Schiff 7 dan kapal baru Mein Schiff Relax juga akan berbasis di Las Palmas dan Santa Cruz de Tenerife setelah perusahaan tersebut mengevakuasi lebih dari 10.000 wisatawan yang terjebak di Dubai dan Doha awal pekan ini. Bagi kepulauan tersebut, pemindahan ini menjanjikan keuntungan besar yang diperkirakan bisa melebihi €350 juta dari pengeluaran penumpang, layanan bahan bakar kapal, dan logistik di darat, menurut perkiraan Universidad de La Laguna. Para pengelola hotel dan operator tur berlomba mengamankan kuota, sementara otoritas pelabuhan mengumumkan perpanjangan jam operasional dan pemasangan gangway sementara untuk mengakomodasi kapal yang hampir dua kali lebih besar dari yang dijadwalkan sebelumnya. Sebaliknya, manajer perjalanan bisnis dan perencana MICE harus mempertimbangkan keterbatasan ketersediaan hotel dan kenaikan tarif penerbangan ke Gran Canaria dan Tenerife antara November hingga Maret. Perusahaan kapal pesiar juga menarik pekerja jarak jauh dengan menawarkan paket pelayaran selama seminggu yang dilengkapi konektivitas serat optik dan ruang kerja bersama, menjadikan pulau-pulau ini sebagai tempat kerja terapung—dan kena pajak—berdasarkan aturan PPN Spanyol. Pejabat bea cukai Spanyol juga mengisyaratkan bahwa kios Sistem Masuk/Keluar biometrik (EES), yang akan diwajibkan di pelabuhan mulai April 2026, akan diuji coba di Las Palmas secepatnya pada Desember untuk memproses lonjakan warga negara negara ketiga yang tiba lewat laut. Perusahaan yang mengirim staf internasional dalam pelayaran insentif disarankan memantau jadwal penerapan EES dan memastikan paspor dapat dibaca mesin agar tidak terjadi keterlambatan saat naik kapal.
Sumber: El País